READING

Kediri Youth Voice, Kartini Cilik Pandai Menyanyi

Kediri Youth Voice, Kartini Cilik Pandai Menyanyi

Ohhhhhhh.

The sun will come out, tomorrow,

So you gotta hang on til tomorrow,

Come what may,Tomorrow, tomorrow,

I love you, tomorrow,

You’re always a day away…

Kak Nanin memainkan keyboardnya, mengiringi pertunjukan anak-anak Kediri Youth Voice

KEDIRI – Penyanyi aslinya adalah Aileen Quinn, yang ia bawakan dalam film musikal berjudul “Annie (1982)”. Judul filmnya sesuai dengan tokoh yang ia lakonkan, yaitu Annie. Lirik di atas dinyanyikan saat adegan di White House, dimana Annie si penghuni panti asuhan dan orang tua asuhnya, Mr. Warbucks, bertemu dengan Franklin D Roosevelt. “Tomorrow” lantas menjadi abadi. Telah dinyanyikan ribuan bahkan jutaan kali oleh anak-anak di seluruh dunia. Liriknya menyimpan optimisme dalam menghadapi hari esok.

Stefani dan Tania menyanyikan “Tomorrow”

Lantunan manis lagu itu saya dengarkan kembali saat saya menikmati indahnya pagi di gelaran Car Free Day di Jalan Dhoho Kota kediri, tepat di di Hari Kartini, tanggal 21 April 2019. “Tomorrow” versi terkini ini dinyanyikan oleh Tania dan Stefani dari Kediri Youth Voice. Suara bening mereka menghanyutkan kami yang menonton pertunjukkan tersebut. Tepat di bagian reffrain-nya, kami pun serempak ikut berdendang, “Tomorrow… tomorrow…”

Banner yang berisi aktivitas Kediri Youth Voice di berbagai event musik

Kediri Youth Voice (KYV) awal terbentuk tanggal 2 Juli 2017. Penggagasnya adalah Siti Isnaniyah, yang terinspirasi oleh kelompok paduan suara The Resonanz Children’s Choir (TRCC) Jakarta pimpinan Avip Priatna, yang tahun lalu baru saja mengukir prestasi dan sejarah dengan mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional, setelah memenangkan grand final European Grand Prix (EGP) for Choral Singing di Maribor, Slovenia. 

Anak-anak berlatih tekun untuk mempersiapkan pentas di Car Free Day di Hari Kartini

Ingatan saya lantas flashback ke belakang, ke seminggu lalu tepatnya, saat saya berkunjung ke sebuah rumah tua apik di Jl. Cendana II No. 7 Kota Kediri. Rumah yang menjadi tempat berkumpul dan berlatihnya anak-anak Kediri Youth Voice. Kak Nanin, begitu anak-anak didiknya biasa memanggilnya, sedang memainkan jari-jarinya di tuts keyboard sambil sesekali membetulkan dan memberi contoh apabila anak-anak melakukan kesalahan saat berlatih menyanyi. Siang itu udara cukup panas, kipas angin yang menempel di dinding tak cukup mengusir keringat yang membasahi baju. Namun anak-anak tetap bersemangat mengikuti latihan untuk persiapan tampil di Car Free Day dalam rangka memperingati Hari Kartini.

Tania bersemangat sekali saat latihan

“Sesuatu yang hebat itu harus dimulai dengan berani berproses dan kerja keras,” Ucap Kak Nanin, berkaca pada prestasi yang telah diraih oleh The Resonanz Children’s Choir, paduan suara panutannya. “Di Kediri Youth Voice, Saya mendidik anak-anak untuk menyanyi dengan teknik yang baik dan benar. Selain itu, tak kalah pentingnya adalah, saya mengajarkan anak-anak untuk menyanyikan lagu dengan tema yang sesuai dengan usianya.” Saya sepakat dengan kalimat terakhir Kak Nanin tersebut. Bagi saya sendiri, akan terasa aneh dan ironis saat ada anak kecil menyanyi “Bojo Galak” atau “Oplosan” lantas orang tuanya malah justru senang dan menganggap hal itu adalah sebuah bentuk kelucuan.

Suasana latihan Di Jl. Cendana II / 7 Kota Kediri

“Jangan lupa ya mas, nonton kita minggu depan,” Seru Kak Nanin mengingatkan saya, saat saya berpamitan siang itu. Beliau tahu benar, saya pelupa orangnya. Saya sempat membaca sebuah Backdrop di bagian depan teras rumah bertuliskan “Kopi Jazz, Komunitas Pecinta Jazz Kediri”. Eko Sumarsono, sang suami, adalah penggiat Jazz di Kota Kediri. Tepat rasanya menyebut mereka sebagai keluarga pecinta musik. Mas Eko dengan Kopi Jazz-nya telah terlebih dulu eksis manggung di berbagai tempat, dalam dan luar Kota Kediri. Barulah setelah itu, di tahun 2017, Kediri Youth Voice yang beranggotakan 35 anak ini mulai ikutan unjuk diri dengan mengikuti beberapa event musik. Beberapa event besar yang pernah diikuti diantaranya Peringatan Hari Toleransi Sedunia dan Penghargaan Cundamanik Kota Kediri (Penghargaan kepada warga Kota Kediri yang berprestasi).

“Andai Aku Besar Nanti” lagu dari Sherina dibawakan kembali oleh Kediri Youth Voice

Lamat-lamat saya mendengar Kak Nanin bertanya pada anak didiknya sebelum menyanyikan sebuah lagu. “Apa judul lagunya?” Empat anak berpakaian daerah itu lantas serentak menjawab, “Andai Aku Besar Nanti dari Sherina.” Car Free Day sedang ramai-ramainya pagi itu. Di sebelah tempat Kediri Youth Voice manggung, terdapat grup jaranan anak yang juga sedang pentas. Suara terompet khasnya berkelindan dengan alunan lagu dan keyboard. Sementara di kejauhan terdengar hentakan musik aerobik mengiringi sekelompok orang mengolah tubuh. Cukup ramai memang. “Apa maksud dari lagu itu?” Lanjut Kak Nanin. “Karena penyanyi harus tahu makna atau cerita dari lagu yang akan dinyanyikan supaya bisa menghayatinya saat menyanyi.” Paparnya. “Lagu itu bercerita tentang ungkapan kasih sayang seorang anak terhadap ayah ibunya,” Jawab salah satu anak.

Cinta. Cinta. Cinta.. Indonesia

Hari semakin siang, jam di tanganku menunjuk pukul setengah sembilan. Keriuhan Car Free Day mulai berkurang. Paduan suara Kediri Youth Voice pun menuntaskan lagu terakhirnya lantas berpamitan kepada penontonnya. “Kalimat penutup Mbak, apa yang Mbak Nanin harap di peringatan Hari Kartini ini,” Tanya saya. “Dengan Kediri Youth Voice, saya ingin menumbuhkan rasa cinta tanah air kepada anak-anak dengan mempelajari lagu nasional dan daerah. Semangat emansipasi perempuan juga untuk memotivasi diri saya sendiri untuk selalu berkembang dan meningkatkan potensi diri di dunia tarik suara.” Terdengar klise kah? Bagi saya, klise atau tidak, toh itu hanyalah sekumpulan kata-kata yang bisa dikutip dari mana saja. Tapi begitu mendengar dan melihat langsung pertunjukan mereka, percayalah, anda pasti juga akan terpesona seperti saya pagi ini.

Teks & Foto oleh Adhi Kusumo

Print Friendly, PDF & Email

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.