READING

Kemarau Picu Krisis Air di Permukiman Gunung Kloto...

Kemarau Picu Krisis Air di Permukiman Gunung Klotok Kediri

KEDIRI – Kemarau panjang yang mendera Kota Kediri memaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memasok kebutuhan air bersih kepada warga. Meski tak melimpah, bantuan air ini sangat dibutuhan masyarakat.

Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Kediri Adhi Sutrisno mengatakan pengiriman air ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga di Lingkungan Lebak dan Tumpang, Kelurahan Pojok, Kecamatan Mojoroto. Dua kawasan itu terletak di dataran tinggi kaki Gunung Klotok.

baca juga: Sumber Ngasinan Wajah Rimba Kota Kediri

Di wilayah itu sedikitnya terdapat 376 kepala keluarga yang mengalami kekurangan air. Mereka terdiri dari empat Rukun Tetangga yang tak lagi mendapatkan air dari sumur rumah. “Kami mengirimkan air bersih menggunakan truk tangki,” kata Adhi Sutrisno kepada Jatimplus.ID, Kamis 14 Nopember 2019.

baca juga: Ceo Persik: Kami Butuh Pemain Berperilaku Baik

Menurut Adhi, kebutuhan air bersih minimal setiap rumah sebesar 30-50 liter per hari. Air itu untuk memenuhi kebutuhan mandi, memasak, mencuci pakaian, kebersihan rumah, air minum, dan keperluan ibadah.

Meski tak sampai berlebih, pasokan air yang dilakukan BPBD Kota Kediri ini sangat membantu warga. Mereka rela mengantre di depan rumah menunggu kedatangan truk tangki yang membawa air bersih setiap harinya. Pengiriman dilakukan siang hari pukul 13.00 WIB di titik yang disepakati. Di tempat itu warga sudah menanti dengan deretan timba dan wadah untuk membawa air ke rumah.

baca juga: Warga Trenggalek Tukar Sampah Dengan Buku

Menurut pantauan BPBD setempat, cuaca di Kota Kediri cukup terik belakangan ini. Hari ini suhu udara mencapai 36 derajat celcius dengan tingkat kelembaban 43 persen. Sementara potensi terjadinya hujan masih cukup kecil, hanya 10 persen saja.

Waspadai Penyakit Ini

Musim kemarau yang diikuti cuaca panas dan minimnya air membawa dampak kesehatan bagi manusia. Hal ini terjadi akibat menurunnya daya tahan tubuh di tengah cuaca terik. Berikut adalah dua jenis penyakit yang kerap terjadi di musim kemarau.

Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA)

ISPA menjadi ancaman serius karena peningkatan jumlah debu. Debu tersebut berpotensi mengiritasi saluran pernapasan sehingga terjadi infeksi saluran pernapasan atas. Gejala ditandai dengan munculnya gangguan kesehatan pada tenggorokan, pita suara, dan amandel. Untuk mencegahnya disarankan menggunakan masker saat keluar rumah, dan rutin membersihkan debu rumah.

Diare

Diare menjadi penyakit paling umum kedua yang sering muncul di musim kemarau. Meningkatkan intensitas debu di udara berpotensi mencemari makanan yang dibiarkan terbuka. Kondisi yang tidak higienis itu memicu terjadinya diare. Disarankan untuk tidak membeli makanan di pinggir jalan, terlebih lagi yang tidak tertutup dengan baik. Demikian pula jika membeli meminum seyogyanya memilih air kemasan yang tertutup rapat.

Penulis : Hari Tri Wasono

Print Friendly, PDF & Email

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.