READING

Kematian Grumpy Cat dan Cerita Kucing Kami

Kematian Grumpy Cat dan Cerita Kucing Kami

Grumpy Cat atau Tardar Sauce, kucing bertampang jutek itu tutup usia. Kucing paling kondang sekaligus pujaan warga net sedunia itu mati oleh penyakit infeksi saluran kencing. Netizen pun berduka.

Penyakit yang menamatkan riwayat kucing piaraan Tabatha Bundesen warga Arizona, Amerika Serikat (14 Mei 2019) itu mengingatkan pada Ucil, salah seekor kucing kesayangan kami. Kucing hitam ras persia. Tampangnya memang tidak sejutek Grumpy Cat. Namun sifat pemarah dan usilnya mungkin 11-12, kurang lebih sama. Karenanya dinamakan Ucil.

Pernah suatu ketika tiap hendak berkemih Ucil selalu mengeong kencang. Tingkahnya tidak jelas. Gelisah, mondar mandir sambil tak berhenti bersuara. Belakangan kami baru tahu meongan itu ternyata erangan kesakitan. Seperti manusia yang mengaduh atau meratap disaat tidak tahan lagi menghadapi rasa sakit.

foto :ucil/Jatimplus.id

Terlihat betapa hewan kesayangan kanjeng nabi itu kesulitan membuang urine. Tampak begitu tersiksa. Keempat kaki Ucil menegang. Ekornya yang biasanya lunglai, ikut tegak mengencang. Seluruh meongan tiba tiba lenyap setelah kencing muncrat dari testisnya. Lega.

Padahal urine yang keluar tidak banyak. Hanya cipratan kecil. Dan itu berwarna kuning kemerahan karena bercampur darah. Sekar, seorang dokter hewan di Blitar yang memeriksa kondisi Ucil mengatakan:“Ada masalah dengan saluran kencingnya. Semacam infeksi”.

Ucil saat diinfus untuk dipasang kateter. Sebelumnya lebih dulu dilakukan pembiusan Foto/Jatimplus.id

Ada penyumbatan saluran kencing yang disebabkan virus. Penyebabnya bisa karena makanan, kurang minum atau memang sudah waktunya demikian. Artinya penyakit infeksi saluran kencing berkecenderungan menyerang kucing jantan. Terutama yang memasuki usia senja (tua). Dan Ucil seekor kucing jantan dan tidak lagi muda.

“Solusi terbaiknya biasanya dikebiri. Cuma setelah itu menjadi seperti kucing hias. Sifat liarnya hilang dan memilih lebih banyak dirumah, “kata dokter menjelaskan.

Saat itu penanganan cepat harus diambil. Kami memutuskan untuk segera dilakukan opname. Sebab jika sedikit saja terlambat, dokter bilang bisa berakibat fatal. Ucil dibius. Kucing yang biasanya galak dan gampang mencakar itu tertidur pulas. Saat jarum infus ditusukkan, tidak ada lagi ronta dan cakaran.

Ucil masih tertidur akibat pengaruh obat bius. Foto/Jatimplus.id

Juga tetap pulas ketika kateter dimasukkan ke dalam piranti kencingnya. Ucil selamat. Meski tidak setenar Grumpy Cat yang bahkan telah menghasilkan duit sampai 64 juta poundsterling atau sekitar Rp 1,2 triliun, nasib Ucil lebih baik. Setidaknya nyawa Ucil tertolong. Kencingnya kembali lancar.

Proses recovery berlangsung sekitar sepekan. Selama masa pemulihan itu Ucil hanya dibolehkan menyantap makanan lembut khusus berkode urinary. Makanan keras untuk sementara dihindarkan. Kami diizinkan membawa Ucil pulang setelah luka bekas pemasangan kateter benar benar sudah mengering.

Bagi para pecinta kucing perlu tahu bahwa selain infeksi saluran kencing, penyakit yang umum menyerang kucing adalah sakit mata. Kemudian cacing tambang pada pencernaan dan sariawan. Diluar itu ada juga diare yang disebabkan parasit cryptosporidium, Toksoplasmosis, dan Ringworm yakni jamur yang menyerang lapisan kulit mati, rambut dan kuku.

Jangan dianggap enteng serangan jamur ini. Sebab jamur pada  kucing juga bisa menginfeksi manusia, terutama anak anak. Karenanya menjaga kebersihan hewan peliharaan sangatlah penting. (Mas Garendi)

print

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.