READING

Kenali Efek Yoyo, Penyebab Gemuk Setelah Puasa

Kenali Efek Yoyo, Penyebab Gemuk Setelah Puasa

KEDIRI – Hampir sebagian besar umat Muslim yang menjalankan ibadah puasa ramadan mengaku tak mengalami penurunan berat badan. Bahkan bobot mereka cenderung meski telah menahan makan minum sebulan penuh. Kenapa?

Problem berat badan kerap menjadi salah satu motivasi seseorang untuk berpuasa. Tak sekedar menjalankan kewajiban, ibadah puasa justru menjadi metode diet paling efektif.

Nurlaila, karyawati perusahaan swasta di Kediri memiliki berat badan 50 kilogram sebelum menjalankan ibadah puasa tahun lalu. Seiring dijalaninya ibadah puasa ramadan sebagai umat Muslim, berat badan Nurlaila berangsur-angsur turun. “Saya hanya makan saat buka dan sahur saja, tak ada acara ngemil malam hari,” katanya kepada Jatimplus, Kamis 9 Mei 2019.

baca juga: Dianggap Mengganggu Soun System Sahur Keliling Dilarang

Alhasil di hari terakhir puasa ramadan, berat badan Nurlaila turun drastis menjadi 40 kilogram. Artinya dalam 30 hari saja dia sudah berhasil memangkas berat tubuhnya sebanyak 10 kilogram. Tanpa harus berkeringat untuk melakukan olah raga khusus.

Tak hanya dirinya, keluarga dan teman dekatnya mengapresiasi penurunan berat badan Nurlaila yang cukup drastis. Sebab di sejumlah kasus, ibadah puasa justru menambah berat badan seseorang.

Namun kegirangan Nurlaila tak bertahan lama. Usai merampungkan puasa, perempuan 32 tahun ini tak mengontrol asupan makanan di hari lebaran. Bahkan hingga beberapa lama usai lebaran pola makannya seperti kesetanan. “Kayak menebus puasa kemarin,” kata Nurlaila.

baca juga: Geliat Ramadan di Pasar Takjil Yosonegoro Magetan

Dalam hitungan minggu, berat badan Nurlaila berubah. Tak sekedar kembali ke bobot sebelumnya, berat badan perempuan ini bahkan melampui angka 50 kilogram yang menjadi ukurannya sebelum puasa. Mengapa ini bisa terjadi?

Dr Chaterina Pipit Hapsari menjelaskan kasus yang dialami Nurlaila merupakan Yoyo effect (efek Yoyo), di mana seseorang meninggalkan pola makan atau kebiasaan secara mendadak. “Kalau itu terjadi, 30 hari setelah ramadan berat badan pasti akan naik dan bisa lebih berat dari sebelumnya,” katanya.

Catherina mengatakan, penurunan berat badan yang terjadi pada seseorang saat menjalankan ibadah puasa diakibatkan tidak adanya kalori “sampingan” yang masuk ke tubuh. Kalori sampingan ini biasanya terjadi karena aktivitas ngemil.

“Orang banyak ngemil karena merasa bosan atau hanya sebatas kebiasaan. Padahal tubuh tak merasa lapar atau kekurangan gula dan lemak,” terangnya.

Selain kalori, di dalam tubuh orang yang berpuasa akan mengalami penurunan lemak jahat seperti LDL dan trigliserid. Sementara di saat yang bersamaan lemak baik atau HDL makin meningkat. Di sinilah terjadi kondisi tubuh yang ideal dan sehat.

Sayangnya, hanya sedikit masyarakat yang mampu menjaga pola makan tersebut hingga di luar bulan puasa. Apalagi usai puasa, ada hari raya yang menyajikan banyak makanan di mana-mana. Di saat inilah efek Yoyo terjadi. (Hari Tri Wasono)

Print Friendly, PDF & Email

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.