READING

Kerajinan Koran Bekas, Limbah Jadi Uang Jutaan Rup...

Kerajinan Koran Bekas, Limbah Jadi Uang Jutaan Rupiah

JOMBANG-Limbah jika dikelola dengan  telaten dan kreatif ternyata bisa menghasilkan rupiah. Sebut saja usaha pengelolaan koran bekas asal Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Ari Afrida  menyulap koran bekas menjadi tempat tisu, pensil, vas bunga, asbak, dan aneka kerajinan lainnya yang bisa dijual.

Usaha rumahan ini dikembangkan  Ari, ibu rumah tangga asal Desa Balongbesok, Kecamatan Diwek, Jombang, Jawa Timur. Dibantu anak dan sejumlah tetangga perempuan memproduksi aneka kerajinan berbahan koran.

“Dulu awalnya karena anak saya dapat tugas membuat kerajinan dari koran, karena hasilnya bagus akhirnya keterusan sampai sekarang,” ceritanya dengan semangat.

Setelah berhasil membuat kerajinan berbahan koran untuk tugas anaknya, akhirnya sang ibu berpikir untuk melanjutkan produksi lebih banyak. Apalagi bahan baku koran di rumah dan tetangga cukup banyak yang dibuang sia sia.  Semangatnya terus bertamabah saat karyanya  banyak yang memuji dan memesannya.

Produk dari koran bekas.
FOTO: JATIMPLUS.ID/Lufi Syailendra

Proses pembuatannya memang tidak sulit namun diperlukan ketekunan dan ketelatenan.  Kumpulan kertas koran  di potong  menjadi lembaran persegi. Kemudian lembaran tersebut di di gulung dalam lidi kecil dengan jumlah sesuai kebutuhan produk yang akan dibuat. Setelah terbentuk gulungan kecil, lidi yang ada di dalamnya dikeluarkan, hingga gulungan menjadi lentur dan mudah dibentuk. 

Gulungan-gulungan kecil berukuran panjang inilah yang akhirnya menjadi dasar dibentuknya berbagai aneka kerajinan tangan.  Untuk menambah kekokohan, ditambahkan kertas karton dan lem perekat. Setelah terbetuk kerajinan dibiarkan sehari menunggu lem kering dan kuat.

Setelah kering, produk diberi  motif warna sesuai pesanan. Tangan terampil dan seninya langsung memberikan goresan  warna yang menambah mata yang melihat akan tertarik.

“Motif pilihannya bisa berbentuk batik maupun motif lainnya sesuai pesanan pelanggan,” jelas Ari.

Untuk menjual dan mendistribusikan karyanya, perkembangan dunia teknologi membuatnya lebih mudah dan cepat memasarkan produknya. Ia memasarkan dengan media sosial. Meskipun baru menekuni usaha empat tahun, kini sudah berkembang dengan cepat. Produk karyanya sudah banyak di pesan penggemar dari seluruh Indonesia, mulai Bali, Medan, Jakarta.

 “Rata rata pemesan adalah komunitas dan pegiat lingkungan,” tambahnya.

Ari mematok harga produk sesuai tingkat kesulitan dan kerumitan. Untuk produk sederhana rata-rata dijual Rp. 40 ribu dan termahal bisa mencapai 150 ribu per produk.

“Pas ramai, satu bulan saya bisa mengantongi uang enam sampai tujuh juta,” jelasnya sambil menunjukan koleksi karya berbahan Koran tersebut.

Reporter: Lufi Syailendra
Editor: Titik Kartitiani

Print Friendly, PDF & Email

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.