Kereta Api Masih Jadi Andalan Pemudik

MADIUN – PT Kereta Api (Persero) memastikan tak ada calon penumpang yang terlantar pada musim libur Natal dan Tahun Baru 2019. Jumlah penumpang kereta api diperkirakan meningkat empat persen dari libur tahun lalu.

Kereta api masih menjadi sarana transportasi favorit masyarakat. Tak hanya memiliki daya angkut besar, layanan jasa kereta api saat ini bisa dibandingkan dengan moda transportasi lain. Bahkan seluruh rangkaian gerbong kereta api mulai kelas bisnis sampai eksekutif telah dilengkapi fasilitas pendingin ruangan (AC).

Tak heran jika tiap musim libur jumlah penumpang kereta api meningkat tajam. Termasuk libur Natal dan Tahun Baru 2019. “Perkiraan jumlah penumpang meningkat empat persen dari tahun lalu,” kata Manajer Humas PT KAI (Persero) Daop 7 Madiun, Ixfan Hendri Wintoko kepada Antara.

Daerah Operasional 7 Madiun memiliki target untuk mengangkut 269.650 penumpang selama 18 hari pelaksanaan Natal dan Tahun Baru 2019. Jumlah itu lebih banyak dari penumpang yang diangkut pada libur tahun lalu.

Untuk mengantisipasi membludaknya penumpang, Daop 7 Madiun telah mempersiapkan personil dan prasarana yang ada. Sebanyak 52 perjalanan kereta api dijadwalkan akan melintasi wilayah Daop 7 Madiun. Dari 52 perjalanan ini, sebanyak 42 kereta api merupakan kereta penumpang reguler dan sisanya kereta penumpang tambahan.

Hingga kini PT KAI tak mengumumkan kenaikan harga tiket kereta api selama musim liburan. Masyarakat berharap tiket kereta api tak naik meski jumlah peminatnya bertambah.

Rudi Kuswoyo, pekerja swasta di Madiun mengaku selalu menggunakan jasa kereta api untuk mudik ke Yogyakarta. Setiap libur panjang seperti Natal dan Tahun Baru, Rudi tak pernah menggunakan moda transportasi umum lain selain kereta. “Lebih nyaman untuk anak-anak,” katanya.

Direktur Utama PT KAI Edi Sukmoro mengatakan PT KAI telah menyiapkan 346 perjalanan kereta api reguler serta 48 perjalanan kereta api tambahan mulai 20 Desember 2018 sampai 6 Januari 2019. “Total kami siapkan 394 perjalanan KA untuk melayani masyarakat yang ingin menggunakan jasa KA pada masa libur akhir tahun akhir ini,” kata Edi Sukmoro dalam jumpa pers di JRC, Jakarta.

Seperti ditulis Tribunnews, dari aspek sarana kereta api, tahun ini PT KAI menyiagakan 444 unit lokomotif dan satu unit lokomotif cadangan serta 1.637 unit kereta dan 218 unit kereta cadangan.

PT KAI mengoperasikan 24 kereta api tambahan untuk 48 perjalanan dengan total kapasitas kursi 27.560 per hari. Kereta tersebut sebagian besar mulai beroperasi pada 20 Desember 2018 hingga 7 Januari 2019.

Pada beberapa kereta api seperti Brantas Tambahan dan Mataram Premium, operasionalnya akan dimulai sejak 13 Desember 2018. Hingga tanggal 3 Desember 2018, jumlah tempat duduk di kereta api tambahan masih tersedia sebanyak 75 persen, sedangkan untuk kereta reguler masih tersedia 61 persen tempat duduk. (*)

Print Friendly, PDF & Email

  1. […] Baca juga: Kereta Api Masih Jadi Andalan Pemudik […]

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.