READING

Ketahuan Merokok, Anggota Polres Nganjuk Bersihkan...

Ketahuan Merokok, Anggota Polres Nganjuk Bersihkan Toilet

NGANJUK – Kapolres Nganjuk AKBP Dewa Nyoman Nanta Wiranta melarang anggotanya merokok di dalam ruangan. Jika ada polisi yang melanggar, hukumannya berat, harus membersihkan toilet.

Aturan nyentrik Kapolres Dewa Nyoman Nanta ini pada mulanya sempat menjadi bahan pembicaraan. Maklum, selama ini sebagian anggota polisi telah terbiasa menjalankan aktivitas sambil merokok. Bahkan bagi penganut ahli hisab alias perokok berat, kepulan asap tembakau adalah energi untuk berpikir dan bekerja.

Tak hanya di lingkungan Polres Nganjuk. Larangan anggota polisi untuk merokok ini juga belaku di 20 Kepolisian Sektor (Polsek) di jajaran Polres Nganjuk. Mereka dilarang menyentuh dan menyalakan rokok di dalam ruangan kerja jika tak ingin membersihkan toilet.

Sebagai pengingat, seluruh sudut ruangan kantor polisi ditempel kertas pengumuman. Pengumuman itu tertempel di hampir seluruh sudut ruang kerja polsek dan Polres Nganjuk.

Kapolsek Ngetos AKP Masherly Sutrisno mengapresiasi aturan merokok tersebut. Menurut Masherly, pada prinsipnya Kapolres tak pernah melarang anggotanya untuk merokok. “Tujuan Bapak Kapolres sebetulnya baik. Meskipun beliau juga tahu bahwa merokok adalah hak. Namun beliau ingin menciptakan suasana kerja yang nyaman dan bersih dari asap rokok,” kata Masherly seperti ditulis Tribratanews.

Tujuan dari penerapan aturan baru soal merokok ini, menurut Masherly, adalah untuk menciptakan situasi kerja yang sehat dan bersih. Apalagi tak semua orang yang berada di dalam ruangan seluruhnya adalah perokok. Karena itu mereka hanya diminta untuk melakukan aktivitas merokok di luar ruangan.

Kini setelah aturan itu berlaku selama hampir sepekan, lihat perubahan besar yang terjadi. Seluruh ruangan di markas Kepolisian Resor Nganjuk terlihat bersih dan segar. Tak ada seliweran asap rokok yang memenuhi ruang udara di kantor polisi. Begitu segaaarrr……

Lepas dari aturan baru yang ditetapkan Kapolres Nganjuk, kampanye hidup sehat memang tengah gencar disuarakan. Salah satunya adalah gerakan bebas asap rokok. Sebab dampak kesehatan akibat rokok tak hanya mengincar penghisapnya, tetapi juga orang-orang di sekitarnya. Mereka inilah yang disebut sebagai perokok pasif. Yakni orang yang tiap hari menghirup asap rokok melalui paru-paru meski bukan sebagai perokok.

Masyarakat yang membutuhkan layanan di kantor polisi Nganjuk juga mengapresiasi aturan tersebut. Mereka merasa lebih nyaman saat berada di dalam ruangan yang bebas asap rokok. Terutama kaum perempuan dan anak-anak. “Kalau pak polisinya sehat, ngejar maling jadi kuat,” ucap Dodi, pelajar sekolah dasar saat mengikuti orang tuanya ke kantor polisi. (*)

Print Friendly, PDF & Email

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.