READING

Ketidakpuasan Fanboy Marvel Terhadap Avengers : En...

Ketidakpuasan Fanboy Marvel Terhadap Avengers : Endgame

KEDIRI – Rabu malam itu selepas Magrib saya bergegas menuju bioskop satu-satunya di Kota Kediri. Avengers : Endgame mulai diputar hari ini. Indonesia beruntung sekali karena mendapat jadwal rilis dua hari sebelum Amerika Serikat, negara asal segala kehebohan Marvel Cinematic Universe (MCU) .

Jagat Sinematik Marvel atau MCU, adalah semesta 21 film layar lebar berisi karakter-karakter superhero dari Marvel Comics yang sebagian besar diciptakan oleh Stan Lee. Setiap film punya cerita mandiri, namun berkaitan dengan film-film lain sesama penghuni MCU, hingga berkulminasi dalam 4 film utama Marvel yaitu The Avengers (2012), Age of Ultron (2015), dan duo akhir : Infinity War (2018) – Endgame (2019), yang tiap filmnya menandai fase atau tahapan dalam garis waktu semesta Marvel.

MCU adalah waralaba film paling sukses sepanjang masa. Hingga saat ini “mesin uang” yang dinahkodai oleh Kevin Feige ini telah meraup lebih dari $18,2 miliar (Rp256 triliun). Endgame adalah film yang menjadi akhir dari kisah Marvel Cinematic Universe (MCU) fase ke tiga. Maka tak heran, antusias masyarakat begitu luar biasa, bahkan sejak setahun lalu, saat Thanos dengan jentikan mautnya melenyapkan separuh penduduk bumi dalam Infinity War.

Seperti yang sudah saya duga, begitu memasuki lobi bioskop, pemandangan antrian panjang calon penonton menyambut kedatangan saya. Saat mengantri, tak sengaja pandangan saya tertuju pada sekumpulan anak muda memakai atribut para jagoan Marvel sedang berkumpul di salah satu sudut ruangan. Ada yang memakai helm Iron Man, topeng Deadpool, sarung tangan Spiderman, bahkan tangan kekar Hulk. Mereka sesekali berpose di depan backdrop Endgame yang sengaja terpasang disitu untuk digunakan orang-orang berswa-foto.

Langsung saja bak Peter Parker, insting laba-laba saya mengendus adanya cerita menarik yang bisa saya dapat dari mereka. Ingin sekali saya menghampiri mereka, tapi apa daya, saya terjebak di antrian. Akhirnya Saya harus merelakan kehilangan sumber cerita saya, saat mereka memasuki pintu teater tepat pukul tujuh malam.

Keesokan harinya saya mengaduk-aduk seisi media sosial untuk mencari keberadaan kumpulan Fanboy Marvel yang saya jumpai tadi malam. Ketemu! Di salah satu laman Facebook, saya menemukan sebuah poster ajakan nobar dari komunitas bernama Marvel Fans Community (MFC) Kediri. Segera saya hubungi nomer HP yang tertera di poster itu dan membuat temu janji dengan mereka. 

Ternyata tak semua dari mereka terbilang muda. Saya akhirnya bertemu dengan komunitas MFC di sebuah cafe di daerah Mojoroto Kota Kediri. Ada yang masih duduk di bangku SMA, tapi ada juga yang sudah berusia 40-an. Tak di sangka cukup banyak yang datang malam itu, layaknya sebuah gathering sebuah komunitas.

“Anggota aktif MFC Kediri sekitar 30 orang mas. Tapi totalnya bisa mencapai ratusan orang. Pemutaran perdana Endgame kemarin saja, ada 78 orang yang ikut nobar kami,” Kata Nur Fajar (23), Ketua MFC Kediri.

Marvel Fans Community awal berdiri tahun 2017, digagas oleh duo Oky Wibowo dan Yosaphat dari Surabaya. Rencana ke depan, MFC akan mengadakan gathering nasional tepat saat event Jakarta Toys & Comics Fair 2020 berlangsung. Saat para fanboy Marvel berkumpul, apalagi yang dibahas kalau tidak tentang jalan cerita Film-film Marvel dan teori-teori yang menyertainya.

Selain nobar, MFC juga sering mengadakan kegiatan-kegiatan positif. Hal paling sederhana namun sangat bermanfaat adalah gerakan memunguti sampah-sampah yang ditinggalkan penonton sehabis film selesai.

MFC juga bisa membantu sosialisasi program pemerintah yang berhubungan dengan generasi muda seperti kampanye anti narkoba, karena budaya film sangat dekat dengan anak-anak muda. Tak kalah pentingnya, MFC Kediri juga mensosialisasikan pentingnya tidak membagi spoiler kepada calon penonton. Spoiler adalah tindakan membocorkan isi cerita sebuah film kepada orang yang belum menonton.

Saya sendiri, keesokan hari setelah pemutaran perdana, akhirnya berhasil menonton Endgame. Saya tak akan membocorkan ceritanya atau siapa yang akan mati di film tersebut. Takut nanti dibilang spoiler atau bahkan digebukin banyak orang seperti yang terjadi diluar bioskop kawasan Causeway Bay, Hongkong, kala seorang pria meneriakkan isi cerita Endgame kepada calon penonton yang sedang mengantre tiket.

Yang jelas film tersebut luar biasa, terutama pada third act-nya. Buktinya, seisi gedung bertepuk tangan dan teriak histeris saat para jagoan Avengers satu-persatu tampil untuk menghadapi sang Mad Titan dan pasukannya. Jarang loh melihat orang menonton film di bioskop sampai tepuk tangan.

Ledakan hype, decak kagum, dan perasaan sedih campur bahagia tumpah ruah di meja cafe malam itu, saat saya berbincang seru dengan para punggawa MFC Kediri. Bagi kami, Endgame adalah bentuk penghormatan bagi Tony Stark (Robert Downey Jr.), Steve Rogers (Chris Evans), Thor (Chris Hemsworth), Bruce Banner (Mark Ruffalo), Nathasa Romanoff (Scarlett Johansson), dan Clint Barton (Jeremy Renner) yang selama 11 tahun telah mewarnai hidup kita dengan tontonan fantasi para superhero di layar lebar.

Tujuh orang punggawa MFC Kediri kemudian saya minta testimoninya tentang jagoan Marvel favoritnya dan tanggapannya tentang Endgame. Semua yang hadir malam itu mengaku tak puas dengan Endgame. Tak puas kalau hanya nonton sekali saja…

Thank you Marvel. Rest In Peace, Stan Lee (1922 – 2018).

Foto dan Teks oleh Adhi Kusumo

Nur Fajar (23), Ketua MFC Kediri. Profesi sebagai Asisten Dosen Pendidikan Jasmani UNP Kediri dan Pelatih Atletik PASI Kediri. Menyukai Iron Man karena jenius di bidang teknologi.
Rendy (30), Profesi sebagai Pegawai Bank BRI Kediri. Menyukai Spiderman versi Andrew Garfield karena ceritanya melankolik. Suka mengoleksi Action Figure, baik superhero Marvel maupun DC Comics. Koleksi paling mahalnya adalah Batpod produksi Hottoys seharga 5 juta.
Ananta (24), Profesi sebagai Desainer Grafis. Suka dengan Captain America karena tidak suka dengan perundungan, persis seperti cerita Steve Rogers muda yang tergambar dalam film “First Avenger”.
Wahyu (26), Profesi sebagai Guru Robotik. Penggemar Dr Strange karena sosok yang pemikir dan taktikal, justru bukan karena kehebatan sihirnya.
Steve (18), Anggota termuda MFC Kediri, Pelajar SMA. Penyuka Captain America karena jiwa kepemimpinan dan penyelesai masalah.
Hanif (34), Profesi sebagai Guru Wali Kelas SD Kelas 1. Penggemar Captain America karena jiwa kepemimpinan, setia kawan, dan sedikit kecewa dengan ending Endgame menyangkut cerita yang berhubungan dengan Captain America.
Dony (40), Profesi sebagai Staf Notaris. Bukan penggemar Marvel garis keras sebenarnya, tapi lebih sebagai penggemar segala film terutama serial James Bond. Sangat menyukai Thor saat masih berambut panjang dan bersenjatakan Palu Mjolnir. Dony tak suka Storm Breaker karena mirip kapak Wiro sableng.

Foto dan Teks oleh Adhi Kusumo

Print Friendly, PDF & Email

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.