Ketika Pelajar Berbicara Dengan Foto

KEDIRI – Sejumlah fotografer muda di Kediri menggelar pameran foto bertajuk Head Hand Heart. Pameran yang digelar di sudut cafe ini menarik perhatian pengunjung, termasuk Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar.

Puluhan karya foto berbagai tema ini adalah jepretan para pelajar Sekolah Menengah Atas Negeri 2 Kediri yang tergabung dalam Smada Photography and Documentary (SPOD). Melalui ujung lensa, mereka menangkap berbagai benda dan peristiwa yang sarat makna.

Hasilnya, berbagai obyek berhasil ditampilkan dalam parade foto yang berkisah. Tak sekedar mengabadikan, para pelajar berusaha menyampaikan pesan dalam setiap karya foto mereka yang dipajang di dinding.

Mulai dari perjuangan kaum difable dalam melewati keseharian hingga perjalanan peradaban teknologi yang terangkum dalam sebuah cerita yang epik. Karya foto berjudul Silam hasil jepretan Sakha Bima misalnya. Memotret berbagai benda usang seperti pesawat radio, mesin ketik manual, kamera analog, kaset pita, dan album foto, Bima ingin menyampaikan perkembangan peradaban komunikasi dari jaman ke jaman.

This image has an empty alt attribute; its file name is DSC06214a-1024x683.jpg
Karya foto Sakha Bima berjudul “Silam”. Foto Dok. SPOD

Selain obyek foto, pesan itu dituliskan di atas lembar kertas hasil cetakan mesin ketik manual. Berjudul Silam, Sakha Bima menyampaikan jika benda-benda tersebut adalah peninggalan kakeknya yang kini dirawat orang tuanya. Menurut dia, benda itu tergolong benda mewah yang hanya dimiliki segelintir orang pada masa itu.

Namun dalam perkembangannya, seluruh benda tersebut telah digantikan oleh satu benda bernama gadget. Di dalam perangkat gadget tersimpan teknologi radio, kamera, album foto, perpesanan, hingga pemutar lagu dan informasi. “Dia ingin menyampaikan pesan tentang evolusi alat komunikasi dalam peradaban manusia,” kata Adhi Kusumo, pembina SPOD kepada Jatimplus.id.

Pengajar ruang memotret Kelas Pagi Kediri dan Visual Editor Jatimplus.id ini cukup keras dalam menancapkan idiologis memotret kepada anak didiknya. Meski telah beberapa kali menggelar pameran tunggal, Adhi tak pernah pelit berbagi ilmu memotret terutama kepada anak muda.

Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar mengabadikan salah satu karya foto pelajar. Foto Dok. SPOD

Tak hanya menarik perhatian fotografer dan pengunjung cafe, Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar turut kepincut dengan karya para pelajar ini. Apalagi jauh sebelum menjadi pejabat publik, Abdullah adalah seorang fotografer. Karena itu dia bersepakat dengan Adhi Kusumo tentang idiologi memotret. “Dalam fotografi anak-anak muda ini dilatih tentang rasa, karena rasa itu tidak tersurat namun tersirat. Kalau kita hanya memotret freeze semua orang pasti bisa. Namun memotret dengan rasa harus dipikirkan kapan waktunya. Jadi benar-benar menggunakan rasa,” ujar Abu Bakar.

Abu mengatakan, seiring perkembangan jaman banyak anak-anak muda yang bergelut dengan sosial media. Termasuk untuk berdagang. Kemampuan memotret yang bagus tentu menjadi syarat untuk berkompetisi di dunia maya.

Rencananya SPOD Photography Exhibition ini akan berlangsung selama tiga hari mulai tanggal 6-8 Maret 2019. Tidak hanya diisi dengan pameran foto, kegiatan ini juga diisi dengan bedah foto dan workshop fotografi. (*)

Print Friendly, PDF & Email

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.