READING

Keuangan Seret Selama Wabah, Berikut Cara Mengatur...

Keuangan Seret Selama Wabah, Berikut Cara Mengaturnya

Wabah virus corona telah berlangsung hampir lima bulan lamanya. Belum diketahui secara pasti kapan terror virus ini berakhir. Akibat pandemi, terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) dimana-mana, banyak karyawan yang potong gaji, dan juga bisnis penjualan yang ikut sepi. Mau tidak mau, masyarakat harus mengetatkan ikat pinggang demi bertahan hidup.

Masyarakat jadi mudah stress. Tidak hanya oleh teror isu kesehatan saja, tetapi juga takut kelaparan. Lalu harus bagaimana? Prita Ghozie, seorang perencana keuangan pun berbagai ilmu bagaimana cara mengatur keuangan di tengah wabah yang belum tahu kapan selesainya ini.

Menurut Prita, hal pertama adalah harus tenang dulu. Ikhlas menerima kondisi dan move on jika ada rencana-rencana yang sudah direncanakan jauh hari namun gagal akibat pandemi. “Kondisi psikis yang tenang ini sangat penting agar keputusan finansial yang dibuat lebih baik,” terang Prita ketika diwawancara Kompas TV.

Evaluasi sumber pemasukan dan seberapa besar yang masih diterima selama wabah. Setelah itu, atur ulang pengeluaran rumah tangga dengan menyesuaikan besaran pemasukan yang diterima. Jika sudah tidak ada pemasukan sama sekali atau di-PHK, maka cari sumber keuangan lain yang bisa dijadikan untuk bertahan hidup.

“Bisa menggunakan dana darurat ataupun mencari pekerjaan lain sebagai alternatif,” tambahnya.

Prita tidak setuju jika pengeluaran rumah tangga antara sebelum wabah dengan saat wabah sama besarnya. Pasalnya ada banyak kegiatan yang mengalami perubahan akibat kebijakan pemerintah. “Misalkan ketika PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar), biaya transportasi berkurang, belanja baju bisa berkurang karena aktivitas lebih banyak di rumah, pengeluaran untuk makan-makan di luar, dan perjalanan wisata juga bisa dihilangkan,” tambah perempuan yang juga CEO Kantor Konsultan Keuangan, ZAP Finance ini.

Namun tidak dipungkiri pasti ada pos lainnya yang ikut membengkak selama work from home. Misalkan saja kuota internet, konsumsi listrik, dan belanja bahan makanan pokok. “Perubahan-perubahan tersebut sudah pasti harus dimasukkan dalam perencanaan,” beber Prita.

Prita pun mencoba membantu masyarakat menyusun kembali pengeluaran dalam rumah tangga. Setidaknya ada tiga pos yang dirasa perlu ada bagi Prita.

Pos living

Pos ini untuk biaya hidup dasar yang tidak bisa dinegosiasi. Seperti makan minum, cicilan, sewa-kontrak rumah atau tempat usaha, biaya sekolah dan biaya transportasi untuk kerja. Meski harus dikeluarkan, kita tetap bisa melakukan penekanan pengeluaran di pos ini. Apalagi ada beberapa kebijakan selama pandemi seperti relaksasi cicilan atau pengajuan peringanan biaya sewa. Usahakan untuk bisa menekan pengeluaran pos living sebesar 50 persen hingga 70 persen dari pemasukan.

Pos saving

Pos ini adalah penyisihan pendapatan untuk tabungan atau dana darurat. Besarnya sesuai dengan kemampuan masing-masing rumah tangga namun idealnya besaran tabungan sekitar 30 persen dari pendapatan. Prita mewanti-wanti agar pos ini tidak digunakan secara sembarangan.

Pos dana darurat hanya boleh digunakan ketika seseorang benar-benar tidak ada lagi pemasukan. Dan lagi, gunakan dana ini untuk bertahan hidup, bukan untuk membeli barang kesukaan yang sebenarnya tidak begitu diperlukan.

Apalagi jika anggota keluarga yang menjadi tulang punggung keluarga harus berhenti bekerja karena sakit entah karena terpapar covid-19 atau penyakit lainnya. Dana ini akan sangat berguna bagi stabilitas hidup yang lebih lama.

“Simpan tabungan di tempat atau instrumen yang aman namun mudah diakses,” jelasnya.

Pos Playing

Pos ini perlu disediakan karena wajar jika manusia sesekali merasakan kebosanan dan membutuhkan hiburan. Pos ini diperlukan agar hidup menjadi tidak terlalu tertekan meski sedang dalam keterbatasan. “Hanya saja perlu kontrol dalam memanfaatkannya agar tidak sampai membengkak,” pungkasnya.

Penulis : Dina Rosyidha

Print Friendly, PDF & Email

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.