READING

KHF, Segenggam Dedikasi Kaum Muda Kediri (3)

KHF, Segenggam Dedikasi Kaum Muda Kediri (3)

Tidak hanya liriknya yang keren. Di mata Ekky Razin Adyatma, yakni Ketua Kediri Hip Hop Family (KHF), “Jogja Istimewa” adalah lagu yang wah. Lagu yang bertenaga. Di telinganya, lagu yang dipopulerkan grup Jogja Hip Hop Foundation itu seperti mars dengan nuansa perlawanan yang membara.

Dia berharap suatu ketika  KHF bisa membuat karya yang serupa. “Kita ingin suatu saat Kediri Hip Hop Family (KHF) mampu membikin lagu seperti itu (Jogja Istimewa) ,“ tuturnya.

Ekky tidak sedang berkhayal. Juga tidak lagi membual. Toh pada 19 Agustus 2018 lalu, KHF telah meluncurkan album kompilasi berjudul Dedication. Album perdana berisi 12 lagu yang kelahirannya didahului dengan menghelat berbagai “gigs” dan workshop.

baca juga: Dari Bengkel Rosok Hingga Museum Spanyol

Karenanya Ekky optimis suatu saat angan angannya akan kesampaian. Baginya KHF punya potensi besar. KHF bukan sekedar wadah mangkal para milenial penghobi musik hip hop. Juga bukan sekedar komunitas tempat kongkow kongkow.  “KHF merupakan tempat bertukarnya segala pikiran dan ketrampilan para pelaku seni hip hop di Kediri,“ katanya. 

Selain hip hop, di KHF juga terdapat warna B- boy, rap, DJ, graffiti dan beatbox. Karena pada dasarnya merupakan bagian dari 9 elemen hip hop. Di KHF satu sama lain warna elemen saling mengisi. Saling melengkapi. Perbedaan itu justru memunculkan komposisi pelangi.

baca juga: Gerombolan Garasi Pencipta Imaji

Dan konsitensi itu terus terjaga sejak KHF berdiri di tahun 2008 silam. “Di dalam KHF kita saling tukar pengetahuan. Yang bisa rap mengajari yang grafiti. Yang bisa beatbox ngajari hip hop. Begitu juga sebaliknya,“ terangnya.

Sebentar menengok ke belakang. Keberadaan KHFdi Kota Kediri mengingatkan pada gerakan awal musik elektronik yang dimotori Marzuki Muhammad atau Marzuki Kill The DJ.

baca juga: Dari Kick Andy, Naked Traveler, Komunitas Hingga Royalti

Tahun 1997, Juki begitu biasa disapa bersama Kus Widananto (Jompet), Ari Wulu, Ugoran Prasad dan Yosef Herman Susilo membentuk komunitas Performance Fucktory (PF).

PF berisi para seniman muda Yogyakarta yang memiliki minat sama dalam mengeksplorasi musik elektronik (hip hop, rapp dan semacamnya). Dari sindikasi komunitas PF itu munculah Parkinsound, yakni festival musik elektronik pertama di Indonesia yang dihelat tahun 1999 di Lembaga Indonesia Perancis Yogyakarta. “KHF juga isinya beragam. Suatu saat kita juga bisa melakukan seperti itu,“ terang Ekky yang saat ini masih duduk kelas III SMA.

Sebelum masuk dunia hip hop, dia pernah menceburkan diri ke dalam komunitas underground. Kemudian juga pernah aktif sebagai seorang punker dan sejenisnya. Semua aliran dan komunitas, kata Ekky pernah dijajalnya.

Hingga suatu hari dia jatuh hati pada hip hop. Dia mengerti musik yang diimpor dari kawasan Bronx USA itu memiliki sisi negatif, yakni narkoba dan seks bebas. Namun dia hanya melihat sisi positifnya. Hanya mengambil nilai kreatif dalam mengekspresikan seni. Semua unsur negatif dibuangnya.

Pada kelas III SMP Ekky memutuskan bergabung dengan Downtown San Cadillos, yakni perkumpulan penggemar hip hop. Totalitasnya semakin kentara ketika tiba tiba mendirikan duo Hopeless Boy pada tahun 2014 dan berlanjut bergabung dengan KHF yang didirikan Zanuar Hendra Saputra alias Djambronx.“Saya belajar banyak dan akhirnya dipercaya menjadi ketua KHF, “paparnya.

Egaliter dan Toleran

Bagaimana keanggotaan KHF? Menurut Ekky terus berkembang. Keanggotaan KHF tidak dibatasi usia. Yang paling muda duduk di sekolah SMP. Namun ada juga yang berumur 40 tahun keatas dengan latar belakang pekerja. “Keanggotaan KHF tidak ada batasan waktu. Semua bisa gabung,“ katanya.

Jambronk, salah satu inisiator KHF. Foto Jatimplus/Adhi Kusumo

Begitu juga dengan tingkat partisipasi anggota. Satu sama lain tidak sama. Ada yang sejak awal bergabung karena memang ingin mendalami hip hop.

Mereka aktif dan merasa gembira dengan segala kegiatan yang digelar komunitas, yakni workshop, menghelat show keluar ataupun konser musik untuk internal sendiri (gigs). Namun tidak sedikit anggota yang hanya ikut ikutan. “Yang pasif atau ikut ikutan itu biasanya banyak yang protol di tengah jalan. Dan di dalam komunitas itu hal yang biasa,“ terang Ekky yang menganggap KHF bukan organisasi berwatak otoriter.

KHF, kata dia tidak pernah memaksa anggotanya. Misalnya mengharuskan anggota harus menguasai ketrampilan tertentu. Jika ada anggota yang tidak bersedia belajar, setidaknya yang bersangkutan diharapkan tidak menganggu anggota lain yang sedang berlajar.

Secara pribadi, Ekky merasa hip hop bukan sekedar selera musik. Hip hop adalah spirit yang menggerakkan. Diakui juga menjadi life style bagi para penganutnya, yakni misalnya mempertahankan cara berpakaian yang itu menjadi ciri khas.

“Biasanya seorang hip hop mengenakan baju ukuran besar. Karena secara historis memang cuacanya dingin, dan baju yang dikenakan besar,“ terangnya. Kendati demikian Ekky menegaskan anggota komunitas KHF tidak pernah bersikap eksklusif.

Selama ini mereka selalu bersikap egaliter dan bisa menerima segala perbedaan. Justru KHF menolak diskriminasi dan kesewenang wenangan. KHF juga menjunjung sikap toleransi.

Sikap egaliter dan toleran itu, kata Ekky tercermin dari sejumlah lagu album Dedication. Album kompilasi itu beredar secara komersial. Salah satu lagunya yang berjudul ‘konflik’ mengkritik peristiwa teror bom di Surabaya.

Zanuar Hendra Saputra alias Djambronx mengatakan, sejak awal, pendirian KHF diharapkan bisa menjadi wadah sekaligus sarana kaum muda Kediri dalam menyalurkan bakat musiknya, khususnya hip hop.

Keberadaan KHF membuat gerakan elemen hip hop di Kediri menjadi terorganisir dan lebih terarah. Dan lahirnya album kompilasi Dedication merupakan wujud dedikasi KHF kepada masyarakat Kediri. “Album Dedication merupakan wujud dedikasi KHF dari mulai terbentuk hingga sekarang,“ katanya. (*)

Print Friendly, PDF & Email

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.