READING

Kiai Lirboyo Anggap Disertasi Dosen IAIN Surakarta...

Kiai Lirboyo Anggap Disertasi Dosen IAIN Surakarta Berbahaya

KEDIRI – Disertasi dosen Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta, Abdul Aziz, berjudul “Konsep Milk Al-Yamin Muhammad Syahrur sebagai Keabsahan Hubungan Seksual Non Marital” mengundang reaksi ulama. Pemikiran Abdul Aziz dikhawatirkan memicu terjadinya seks bebas di masyarakat.

Disertasi tersebut ditulis Abdul Aziz untuk mendapat gelar doktor di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta. Dia mengaku menuliskan itu karena prihatin atas  fenomena kriminalisasi terhadap hubungan seksual di luar nikah.

Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo Kediri KH Abdul Muid mengatakan bahwa landasan Abdul Aziz dalam menyusun disertasi adalah keliru. “Membedah pemikiran Muhammad Syahrur untuk kemudian dikaitkan dengan syariat Islam adalah sebuah kesalahan. Pembahasan ini (harusnya) diserahkan kepada ahlinya,” kata Gus Muid saat dihubungi Jatimplus.ID.

Beberapa kesalahan yang tampak dari disertasi tersebut, menurut Gus Muid, adalah mencomot ayat QS. Al Mukminun:6.Ayat tersebut berbunyi: “Kecuali terhadap istri-istri mereka dan hamba sahaya yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka tidak tercela”.

Celakanya, Abdul Aziz menyamakan kedudukan pacar sebagai budak atau milkul yamin yang dianggap sah untuk disetubuhi meski tanpa ikatan pernikahan. Keduanya hanya memerlukan kesepakatan bersama, meski Abdul Aziz menerapkan persyaratan yang harus dipenuhi.

Di antaranya adalah pihak perempuan tidak boleh bersuami. Sementara pihak laki-laki diperbolehkan telah memiliki istri. Syarat lain adalah perbuatan persetubuhan tersebut tidak boleh dilakukan secara terbuka, dilakukan oleh pasangan lawan jenis (bukan homoseksual), dan bukan memiliki ikatan saudara kandung. “Kedua pihak boleh berasal dari agama yang berbeda,” tulis Abdul Aziz dalam disertasinya.

Jika pemikiran itu tidak dikontrol, Gus Muid khawatir akan menimbulkan salah kaprah dalam memahaminya secara harfiah. Apalagi kedudukan Abdul Aziz sebagai dosen, tentu berpotensi diikuti oleh mahasiswanya. Padahal konsep yang dia yakini jelas-jelas bertentangan dengan syariat Islam. “Bahayanya ini bisa berdampak pada pemikiran orang awam,” kata Gus Muid.

Untuk mencegah terjadinya kesalahan pemikiran seperti ini, Gus Muid yang juga merupakan legislator DPRD Kota Kediri ini meminta masyarakat untuk belajar dari para ulama.

Selain Lirboyo, Majelis Ulama Indonesia secara resmi menyampaikan pandangannya atas disertasi yang kontroversial tersebut. MUI berpendapat konsep Milk Al Yamin bertentangan dengan Al Quran, Al Hadist, dan kesepakatan ulama (ijma’ Ulama). Pemikiran Muhammad Syahrur juga sangat bertentangan dengan norma-norma yang berlaku di Indonesia.

Penulis : Dina Rosyidha
Editor : Hari Tri Wasono

Print Friendly, PDF & Email

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.