READING

Kiai Lirboyo: Bulan Dzulhijah Tak Sekedar Potong K...

Kiai Lirboyo: Bulan Dzulhijah Tak Sekedar Potong Kurban

KEDIRI – Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo Kiai Abdul Muid mengingatkan umat Islam untuk memaknai bulan Dzulhijjah dengan benar. Tak sekedar memotong hewan kurban, kaum Muslimin diminta meneladani kisah hidup Ibrahim yang menjadi bapak para nabi.

Kiai Abdul Muid mengatakan memotong hewan kurban, baik berupa kambing atau sapi, memang menjadi ketentuan dalam berkurban. Namun yang lebih penting dari itu adalah bagaimana membangun rasa ikhlas dan kepatuhan pada Allah melalui momentum ini.

Gus Muid-panggilan Kiai Abdul Muid-menjelaskan jika peringatan Idul Adha atau hari raya kurban tak bisa dilepaskan dari kisah Nabi Ibrahim. Peristiwa yang dialami Nabi Ibrahim tentang perintah Allah untuk menyembelih putranya sendiri menjadi tonggak pembelajaran makna berkurban. “Inti dari berkurban adalah meneladani Nabi Ibrahim,” kata Gus Muid saat dihubungi Jatimplus.ID, Jumat 2 Agustus 2019.

baca juga: Patjar Merah Sebuah Pasar Perlawanan Buku Mahal di Malang

Gus Muid mengisahkan, perjalanan hidup Nabi Ibrahim kala itu sangat berat. Kesabaran dan kesetiaannya untuk terus berdoa kepada Allah agar dikaruniai putra baru terwujud setelah berusia 90 tahun. Namun belum lama merasakan kebahagiaan menerima putra yang didambakan, turun perintah Allah untuk menyembelih anak satu-satunya.

baca juga: Pengurus Persik Minta PSSI Koreksi Jadwal Kompetisi

Dengan ikhlas, Nabi Ibrahim mematuhi perintah itu dan menyembelih putranya karena Allah. Tetapi keajaiban tiba-tiba datang ketika Allah menyelamatkan putra Nabi Ibrahim dari ujung pedang, dan menggantinya dengan hewan ternak. “Kesabaran, keikhlasan, dan kepatuhan Nabi Ibrahim ini yang harus kita teladani di balik kegiatan sedekah,” kata Gus Muid.

Lebih dari itu, makna berkurban di bulan Dzulhijjah ini adalah merekatkan kembali hubungan sosial yang sempat renggang paska perhelatan politik tanah air. Momentum ini sangat pas sebagai media rekonsiliasi, dimana seluruh umat Islam bergotong-royong membagikan sedekah kepada yang tidak mampu.

Gus Muid juga mengingatkan kepada umat Islam untuk tetap mematuhi ketentuan dalam berkurban. Sebab saat ini beredar informasi adanya gerakan sedekah kurban yang dilakukan secara bersama-sama. Gerakan yang dimotori kelompok anak-anak muda ini adalah menggalang donasi kepada kawan-kawannya untuk iuran membeli kambing. Selanjutnya kambing itu dipotong-potong dan dibagikan sebagai sedekah kurban.

baca juga: Ketahanan Pangan Dalam Ritual Tumpeng Songo Masyarakat Osing

“Ketentuan kurban sudah jelas, satu ekor kambing hanya untuk satu orang saja. Satu ekor sapi untuk tujuh orang. Tidak bisa urunan untuk membeli satu kambing dan dibagikan sebagai sedekah kurban,” katanya.

Kalaupun ada yang berkeinginan menggalang donasi untuk membeli kambing, tetap bisa dilakukan selama tidak mencantumkan kata-kata kurban. Sebab hal itu masuk dalam kategori sedekah.

Selain menyembelih hewan kurban, amalan ibadah yang bisa dilakukan umat Islam di bulan ini adalah menunaikan puasa Tarwiyah dan puasa Arafah sebelum pelaksanaan sholat Ied. Selanjutnya disusul dengan menyembelih hewan kurban untuk dibagi-bagikan kepada yang membutuhkan.

Print Friendly, PDF & Email

Hari Tri Wasono

Freelance journalist | Press freedom is ur freedom

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.