Kiat Sukses Di Usia Muda Ala Mas Abu

KEDIRI – Saat ini sekolah-sekolah sedang dalam Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Meski dilakukan secara daring akibat wabah COVID-19, Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar tetap semangat berbagi cerita dengan para siswa baru ini. Salah satunya dengan para siswa SMAN 5 Taruna Brawijaya Kediri.

Mas Abu mengingatkan bahwa dewasa ini tantangan yang dihadapi anak muda semakin kompleks. Jika dulu berjuang melawan penjajah, kini anak muda harus bisa memainkan banyak peran. Mulai dari agent of change, agent of development, agent of modernization jadi harus memiliki semangat juang tinggi.

Apalagi menurut data BPS Kota Kediri, jumlah pemuda Kota Tahu cukup tinggi. Merunut data demografi tahun 2019, penduduk usia 0-14 tahun sebanyak 66 ribu jiwa; usia 15-29 sebanyak 76 ribu jiwa; usia 30-44 sebanyak 65 ribu jiwa; usia 45-59 sebanyak 52 ribu jiwa; dan usia lebih dari 60 tahun sebanyak 26 ribu jiwa. Sedangkan pengelompokan berdasarkan pendidikan, lulusan SMP sebanyak 46 ribu jiwa; SMA sebanyak 100 ribu jiwa, dan perguruan tinggi sebanyak 112 ribu jiwa.

“Kondisinya seperti ini. Meski belajar dari rumah, kalian harus belajar lebih. Pelajari apapun yang kalian suka dan yang penting harus punya semangat juang yang tinggi,” ujarnya.

Tidak hanya berteori, Mas Abu juga berbagi inspirasi kisah suksesnya. Di usia 22 tahun, Mas Abu telah berhasil menjalankan perusahaan sendiri. Tujuh tahun kemudian, dia menjajal dunia baru yakni politik pemerintahan. Beruntung di usia 29 tahun berhasil mewujudkan keinginannya dengan menjadi Wakil Walikota Kediri.

Kini walikota muda ini berhasil menjabat sebagai walikota selama dua periode berkat kerja kerasnya selama menjabat. “Kesuksesan ini berkat campur tangan banyak orang. Kalau saya boleh menitipkan pesan yang terpenting adalah ikhtiar, berdoa, tawakal dan pasrah kepada Allah. Tidak kalah penting adalah doa dari kedua orang tua kita. Ibaratnya doa orang tua itu jimat kita,” katanya.

Untuk memfasilitas ide dan peran para pemuda, Mas Abu berupaya menciptakan lingkungan yang kondusif bagi mereka. Salah satunya dengan menyiapkan program yang menjadi ajang kreatifitas dan entrepreneurship para pemuda. Seperti Mahakarya Kota Kediri, Kediri Car Free Night, Bazarku Bazarmu, Nite Carnival, Parade Kendaraan Hias, Jazz Brantas, Fasilitasi UMKM bekerjasama dengan Bukalapak, dan pengadaan jalur sepeda.

“Bahkan aspirasi para pemuda juga kita masukkan secara langsung dalam musyawarah rencana pembangunan Kota Kediri,” tambahnya.

Terakhir, Mas Abu membagikan beberapa kunci sukses untuk para pemuda. Pertama, harus menguasai informasi dan teknologi dengan bijak. Kedua, membangun karakter positif yakni jujur, disiplin, mudah bergaul, kerja keras, passionate, berjiwa pemimpin, kompetitif, hidup teratur, kreatif, dan inovatif.

“Di masa sekolah harus di isi dengan belajar, mencari teman yang banyak dan berkegiatan positif. Termasuk berorganisasi,” pungkasnya. (pro/Dina Rosyidha)

Print Friendly, PDF & Email

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.