READING

Kisah Bobi, Anak SMA Yang Hobi Nulis Jorok Teman W...

Kisah Bobi, Anak SMA Yang Hobi Nulis Jorok Teman Wanitanya

Ada banyak cara yang dilakukan remaja untuk memenuhi hasrat seksualnya. Tak melulu nonton film bokep. Cukup dengan menulis.

Bobi adalah anak pendiam di kelasnya. Saat kisah ini ditulis, dia sudah berkeluarga dan memiliki sepasang anak yang manis. Butuh waktu bertahun-tahun baginya untuk berani mengungkapkan rahasia kecilnya saat duduk di bangku SMA. Menulis jorok.

Tak banyak yang tahu jika selama jam istirahat atau jam kosong pelajaran selalu digunakan Bobi untuk menulis. Pada mulanya, kebiasaan ini tak terlalu menarik perhatian teman-temannya. Apalagi sebagian dari mereka menganggap Bobi sedang menyalin pelajaran.

“Saya memang tak suka bermain di luar kelas. Lebih sering di dalam sambil nulis. Di sana banyak teman cewek yang juga berdiam di kelas,” kata Bobi saat berbincang dengan Jatimplus.ID di sebuah cafe.

Di bangku nomor empat dekat jendela kelas Bobi menghabiskan waktu menulis. Menyobek kertas bagian tengah bukunya, Bobi merangkai kalimat demi kalimat hingga memenuhi dua hingga tiga halaman.

Setelah selesai, kertas itu dilipat dan dibawanya pulang. Tak ada yang tahu apa yang ditulis Bobi di dalam kelas. Sebab ketika tiba di rumah, kertas itu dibacanya sekali lagi untuk kemudian disobek atau dibakar di tempat sampah.

Rahasia tulisan Bobi terbongkar ketika teman sebangkunya diam-diam menunggu di belakang kursi. Ketika Bobi menyelesaikan kalimat terakhirnya, teman itu menyambar kertasnya dan membawanya lari. “Saya tak kuat mengejar sampai ke lapangan, karena takut tulisan itu dibaca orang,” kenang Bobi.

Di saat Bobi berhenti mengejar, temannya justru terkejut membaca tulisan kertas Bobi. Raut mukanya berubah cepat. “Hah, Bob……….tak kusangka, hahahahahaha,” tukas temannya sambil membawa lari kertas itu dan ditunjukkan ke teman sekelas.

Bobi ternyata menulis sebuah cerita dengan tokoh teman perempuannya. Yang bikin kaget adalah, cerita itu adalah cerita jorok layaknya bacaan Enny Arrow yang mengumbar syahwat. Dan yang lebih mengejutkan, semua tokoh dalam cerita jorok itu adalah teman-teman sekelas Bobi yang dieksplore sedemikian rupa sesuai imajinasi Bobi.

“Kalau nonton film bokep dengan aktor orang asing kurang nendang. Lebih seru jika itu orang-orang yang kita kenal. Karena nggak mungkin bikin videonya, jadi aku tulis saja kayak cerita seru,” dalih Bobi.

Kata teman-temannya, membaca tulisan Bobi lebih membangkitkan imajinasi dari pada nonton film bokep. Selain tentang orang-orang sekitar, Bobi memberikan deskripsi yang detil tentang anatomi tubuh teman perempuannya di kelas, hingga bagaimana ekspresi mereka saat melakukan hubungan intim.

Gokilnya, gambaran itu juga dideskripsikan dengan teman cowoknya yang dipilih sebagai lawan main teman cewek. Bahkan sesekali Bobi menuliskan kisah permainan threesome dan mature dengan memasangkan teman sekelasnya “versus” guru atau penjaga kantin.

Dalam waktu singkat julukan Bobi si Penulis Cabul disematkan teman-temannya. Tak sekedar menunggu tulisan Bobi, mereka kerap mengajukan request agar menulis tentang cewek A atau cowok B dalam kisahnya. “Kadang ada yang request cewek populer. Ada juga yang minta cewek pendiem, mungkin karena penasaran,” jelas Bobi.

Menulis cerita jorok seperti Bobi bukannya tanpa resiko. Sebab pernah dia dibenci dan dimusuhi teman wanitanya saat mengetahui dirinya menjadi obyek cerita jorok Bobi. Apalagi dalam keseharian Bobi dikenal pendiam dan tak banyak tingkah. Beberapa siswi juga sempat takut berdekatan dengan Bobi meski tak berlangsung lama.

Bobi mengakhiri kebiasaan menulis jorok setelah mendapat pacar. Menginjak kelas dua, seorang siswi baru yang menjadi adik kelasnya menerima pinangan Bobi untuk menjadi pacar. “Sejak itu saya berhenti menulis jorok, karena bisa langsung praktik,” katanya tertawa. (HARI TRI WASONO)

Print Friendly, PDF & Email

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.