READING

Kisah Permen Pedas dan Khatam Quran Sebelum Gus Sh...

Kisah Permen Pedas dan Khatam Quran Sebelum Gus Sholah Wafat

Almarhum Kiai Salahuddin Wahid meminta permen pedas sebelum meninggal. Beliau juga berjuang untuk khatam Quran dalam kondisi sakit keras.

JOMBANG – Kisah tentang wafatnya Kiai Salahuddin Wahid atau Gus Solah ini dituturkan oleh Amin Zein, asisten pribadi Gus Sholah yang menemani almarhum di hari terakhir. Gus Sholah disebut meninggalkan kesan tak terlupakan, terutama tentang kecintaannya pada Al Quran.

Sejak jatuh sakit dan menjalani perawatan intensif, Amin Zein adalah salah satu yang setia mendampingi Gus Sholah, selain keluarga. Di waktu-waktu itulah Amin mendapati pelajaran berharga dari sang kiai tentang kecintaan pada Al Quran. “Dalam kondisi sakit berat, beliau berusaha menyelesaikan membaca Al Quran juz 27-29,” kata Amin Zein kepada Jatimplus.ID, Selasa 4 Februari 2020.

Amin mengisahkan, dirinya bertugas menjaga Gus Sholah bersama Gus Iqbal Wahid, putra kedua Gus Solah di hari Kamis, 30 Januari 2020. Seluruh perawatan dan tindakan medis terhadap Gus Sholah diawasi langsung oleh dr. Umar Wahid, dokter kepresidenan era Gus Dur, yang juga adik kandung Gus Sholah. Setiap tiga jam sekali para penunggu harus menemui Gus Sholah untuk menanyakan perkembangan kesehatannya secara detil.

Malam itu, Amin dan Gus Billy menghampiri Gus Sholah yang sedang membaca Al-Quran juz 27. Ia bermaksud menggantikan tugas jaga Acha Wahid, putri Gus Sholah nomor tiga agar beristirahat. “Abah Kiai dan Ibu Nyai punya keistiqomahan membaca 1 juz Al-Quran dalam sehari. Hal itu dilakukan setelah sholat shubuh. Sama halnya seperti para santri Tebuireng setelah subuh mengaji Al-Quran,” kata Amien.

Setelah selesai mengaji, Gus Sholah berbicara sejenak dengan Amin dan Gus Billy seputar Pesantren Tebuireng dan Universitas Hasyim Asy’ari. Di pertengahan pembicaraan, Amin mengingatkan Gus Sholah untuk beristirahat.

Belum sampai 30 menit, perawat rumah sakit jatung Harapan Kita menghubungi Amin. Ia diminta Gus Sholah membelikan permen. Saat itu juga Gus Billy dan Amien bergegas membeli permen di toko terdekat. Gus Sholah meminta permen yang memiliki rasa pedas.

Usai memberikan permen yang diminta, Gus Sholah melarang Gus Billy dan Amien untuk pulang. Mereka diminta menginap di rumah sakit dan menemani Gus Sholah menyelesaikan membaca Al-Quran. “Amin, tadi saya sudah mengaji juz 27. Saya sekarang pingin ngaji lagi tapi langsung 2 juz, agar saya tenang bisa tidur nyenyak malam ini,” kata Gus Sholah.

Peristiwa itu menancap di ingatan Amin Zein hingga sekarang. Kecintaan Gus Sholah kepada Al-Quran sungguh luar biasa dan menjadi tauladan bagi seluruh santri Tebuireng.

“Abah Kiai tidak pernah meninggalkan baca Al-Qur’anya dalam kondisi apapun. Beliau sangat istiqomah meski sebentar lagi Allah memanggilnya,” pungkasnya.

Reporter : Syarief Abdurrahman
Editor : Hari Tri Wasono

Print Friendly, PDF & Email

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.