READING

Komunitas Bediler, Relawan Pemburu Tikus

Komunitas Bediler, Relawan Pemburu Tikus

JOMBANG – Puluhan penembak pengguna senapan angina yang terkumpul dalam Komunitas Bediler di Jombang, Jawa Timur  memiliki cara unik dalam menyalurkan hobinya. Agar hobinya tidak terlarang dan memberikan manfaat,  kelompok ini menyediakan diri membantu mengatasi tikus yang menyerang lahan persawahan.

Saat lahan persawahan di Dusun Banjarsari, Desa Bareng Kecamatan Bareng Jombang mereka pun beranjak ke sana. “Serangan hama tikus ini sudah meresahkan warga,” ujar Samiaji salah satu tokoh desa setempat kepada Jatimplus.ID.
 
Meskipun saat itu Selasa malam (18/2) dalam kondisi hujan rintik mereka tetap berangkat untuk membantu petani membasmi tikus yang sudah menghabiskan sebagian lahan pertanian .
Setelah semua anggota komunitas berkumpul, para bediler ini bergerak bersama menyisir areal persawahan memulai perburuan.

Koordinator Bediler Jombang, yang akrab dipanggil Lik Damis menjelaskan bahwa Komunitas Bediler merupakan komunitas warga pecinta senapan angin.  Anggota komunitas ini biasa menggunakan senjata untuk memburu binatang atau burung-burung di hutan. Namun karena perburuan di hutan dilarang, maka para anggota komunitas kemudian menyalurkan hobinya dalam kegiatan-kegiatan sosial yang bermanfaat.

Salah satu kegiatan yang dilakukan untuk menyalurkan hobi ini yakni dengan membantu berburu dan menembak tikus yang setiap malam menyerang tanaman padi petani. Kegiatan berburu hama tikus ini rutin dilakukan seminggu sekali. Tempatnya berpindah-pindah sesuai dengan permintaan petani. “Dalam semalam biasanya sekitar 300an tikus berhasil ditembak mati,” katanya.

Dalam setiap aksinya,  selain membawa senapan berburu mereka juga melengkapi diri dengan lampu senter. Lampu ini difungsikan untuk mencari tikus yang biasa keluar mencari makan di malam hari. Semua peralatan dan amunisi ini disediakan sendiri oleh masing-masing anggota.

Meskipun aksi yang dilakukan komunitas ini bersifat sosial, tidak jarang saat melakukan kegiatan berburu puluhan bediler dari sejumlah kecamatan bahkan kota tetangga turut berpartisipasi.  Kelompok  mengaku senang bisa membantu petani yang terancam gagal panen akibat serbuan hama tikus. “Kita tidak ingin petani merugi apalagi saat ini harga sejumlah bahan produksi seperti pupuk juga mahal,” ujar Lik Damis.

Dinas Pertanian Jombang mencatat bahwa sebaran  serangan hama tikus  terhadap lahan pertanian terjadi di sembilan wilayah kecamatan atau hampir separuh dari  21 kecamatan di Kabupaten Jombang. Lahan yang terserang jumlahnya sudah mencapai 3 ribu hektar lebih.

Sembilan kecamatan yang tercatat terserang hama ini adalah Kecamatan Mojoagung, Sumobito, Peterongan, Jogoroto, Megaluh, Kesamben, Kudu, Ngusikan,  serta Plandaan.”Serangan hama ini memang bersifat sporadis dan akan terus bertambah jika tidak segera diatasi,” keluh Samiaji sambil mengaku  sangat terbantu jika ada kelompok komunitas yang bersedia membantu mengatasi hama yang sudah meresahkan para petani ini. 

Reporter: Sufi Syailendra
Editor: Prasto Wardoyo

Print Friendly, PDF & Email

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.