READING

Kota Kediri Terima Anugerah Kebudayaan dan Maestro...

Kota Kediri Terima Anugerah Kebudayaan dan Maestro Seni Tradisi

KEDIRI – Pemerintah Kota Kediri menerima Anugerah Kebudayaan dan Maestro Seni Tradisi Tahun 2019 dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Kota ini dinilai sukses merawat kebudayaan leluhur, termasuk Panji.

Pemberian penghargaan ini dilakukan secara langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy kepada Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar di Jakarta, 10 Oktober 2019. Muhadjir mengatakan pemberian penghargaan dan tanda kehormatan kepada mereka yang telah menjadi sumber inspirasi, sumber karya cipta budaya dan tradisi Indonesia. “Mereka telah mewarisi tradisi itu dari turun temurun dan sekarang kita punya tanggung jawab bersama untuk melestarikan dan mensinergikan dengan perkembangan zaman. Itulah makna kemajuan kebudayaan,” kata Muhadjir di Istora Senayan Jakarta.

Pemerintah pusat, menurut Muhadjir, memiliki komitmen besar pada upaya pelestarian kebudayaan. Bahkan Presiden Joko Widodo telah menandatangani Peraturan Presiden nomor 63 tahun 2019, yang mewajibkan penggunaan Bahasa Indonesia kepada seluruh pejabat dalam pidato di dalam dan luar negeri.

Tak hanya itu, pemerintah juga telah melahirkan Undang-undang Nomor 5 tahun 2017 tentang kemajuan kebudayaan. “Ini luar biasa karena tujuh puluh tahun lebih usia Indonesia ini terlahir baru bisa melahirkan Undang-Undang Kemajuan Kebudayaan yang itu secara nyata dan eksplisit tercantum di dalam UUD 1945. Kita sekarang berani menatap kedepan untuk memajukan budaya ini karena kita memiliki landasan hukum yang kuat. Mempunyai legitimasi untuk kita terus melangkah kedepan membawa budaya Indonesia akan menjadi tuan di negaranya sendiri dan duduk bersama-sama setara dengan budaya-budaya global baik dari negara maju maupun berkembang,” kata Muhadjir.

Untuk pengembangan program kebudayaan itu sendiri, Muhajdir tengah menyusun pembentukan dana abadi kebudayaan. Ditargetkan dana ini akan tergalang hingga lima triliun rupiah untuk membiayai seniman dan budayawan dalam membuat karya cipta.

Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar menjelaskan penghargaan ini diraih karena Pemerintah Kota Kediri telah merawat dengan baik kebudayaan dengan baik. Salah satunya adalah Panji. “Kita terapkan Panji dari berbagai sudut pandang, artinya Panji yang digarap dengan animasi yang disesuaikan dengan perkembangan zaman. Dan dipublikasikannya tidak hanya melalui media koran tapi juga melalui media sosial. Jadi kebudayaan yang kita rawat bisa mengikuti perkembangan seperti saat ini,” ujarnya.

Di Kota Kediri, Abu menjelaskan, kebudayaan juga dikolaborasikan dengan pertumbuhan ekonomi dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Contohnya kesenian dan kebudayaan di Kota Kediri yang dikaitkan dengan UMKM yang ada.

Targetnya adalah terciptanya dampak manfaat di bidang ekonomi, sehingga kesenian dan kebudayaan tidak berdiri sendiri. “Saya berharap kebudayaan dan kesenian bisa mendampingi pertumbuhan yang ada di Kota Kediri,” ungkapnya.

Selain Kota Kediri, ada empat daerah lain yang juga menerima Anugerah Kebudayaan dan Maestro Seni Tradisi Tahun 2019 kategori Pemerintah Daerah. Yakni, Kabupaten Kulon Progo, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Gianyar, dan Kabupaten Sanggau. (Adv)

Print Friendly, PDF & Email

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.