READING

Kota Kediri Tuan Rumah Pentas Panji Internasional

Kota Kediri Tuan Rumah Pentas Panji Internasional

KEDIRI – Sejumlah seniman tari berbagai negara mendaftar menjadi peserta pagelaran seni budaya Panji di Kota Kediri. Event berskala internasional ini didedikasikan untuk merawat kisah Panji sebagai kekayaan budaya nusantara.

Sedikitnya enam negara telah mendaftarkan diri untuk ambil bagian dalam pagelaran seni budaya Panji Mbulan di Goa Selomangleng Kota Kediri, 18 November 2018 mendatang. Mereka berasal dari Spanyol, Prancis, Jerman, China, Brazil, Mexico dan Indonesia sebagai tuan rumah.

Kisah Panji adalah cerita rakyat yang lahir di periode Jawa klasik, tepatnya era Kerajaan Kadiri. Kisah ini menceritakan kepahlawanan dan asmara antara Raden Inu Kertapati atau Panji Asmarabangun dengan Dewi Sekartaji.

Begitu populernya kisah ini hingga tersebar ke berbagai pelosok tanah air seperti Jawa, Bali, dan Kalimantan. Bahkan kisah Panji juga muncul di Malaysia, Thailand, Kamboja, Myanmar, dan Filipina. “Kisah ini menjadi kekayaan seni budaya yang tak bisa lagi diklaim milik siapa,” kata Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kota Kediri, Nurmuhyar kepada Jatimplus, Rabu 14 November 2018.

Beberapa cerita rakyat seperti Keong Mas, Ande-ande Lumut, dan Golek Kencana juga diyakini turunan dari cerita ini. Di luar negeri, kisah ini juga diadaptasi dengan nilai lokal meski masih tetap saling berhubungan.

Nurmuhyar mengatakan perhelatan internasional ini adalah kali kedua dilakukan di Kota Kediri. Tahun lalu sejumlah seniman dari luar negeri juga turut ambil bagian meski tak sebanyak tahun ini. Kala itu hanya seniman dari Mexico dan Finlandia yang berkolaborasi dengan seniman tanah air seperti Ayu Utami.

Ada sejumlah alasan mengapa perhelatan Kisah Panji ini digelar di Goa Selomangleng. Menurut Nurmuhyar, Goa Selomangleng memiliki keterkaitan dengan tokoh Dewi Kilisuci. Sang dewi yang cantik jelita dan menjadi pujaan Panji Asmarabangun konon dikisahkan melakukan pertapaan di goa ini.

Alasan lain yang lebih praktis, menurut Nurmuhyar, adalah tidak adanya destinasi wisata alam yang dimiliki Kota Kediri. Satu-satunya kekayaan alam yag ada hanyalah Goa Selomangleng yang berada di Kecamatan Mojoroto. “Karena itu kami berusaha menciptakan kegiatan di tempat itu,” kata Nurmuhyar.

Tak sekedar menjadi tempat pertapaan, Goa Selomangleng juga menyimpan jejak arkeologi Panji berupa relief. Benda itu menjadi salah satu koleksi Museum Airlangga milik Pemerintah Kota Kediri yang berada di kompleks Goa Selomangleng.

Untuk merawat kekayaan tersebut, Pemerintah Kota Kediri membangun sebuah tempat bernama Omah Panji. Tempat ini menjadi workshop para seniman, sastrawan, pelukis, videografis, koreografer, dan sineas untuk mempelajari kisah Panji. Omah Panji juga dibangun di kompleks Goa Selomangleng. (Adv Humas & Protokol Pemkot Kediri)

Print Friendly, PDF & Email

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.