READING

Lagu Didi Kempot Yang Paling Bikin Ambyar Para Sad...

Lagu Didi Kempot Yang Paling Bikin Ambyar Para Sadboys

Di tengah gempuran lagu-lagu mancanegara, sosok Didi Kempot membawa nuansa unik dalam panggung musik Indonesia. Tidak hanya berhasil membuat porak poranda jiwa galau mereka dari Suku Jawa saja. Semua orang bahkan yang tidak paham bahasanya pun ikut ambyar oleh sajak-sajak puitis yang mengalun dalam nada-nada minor lagunya. Wajar saja jika pria dengan nama asli Dionisius Prasetyo ini dijuluki oleh penggemarnya sebagai The Godfather of Broken Heart.

Didi Kempot sendiri memulai karirnya pada tahun 1984 di jalanan Kota Surakarta. Setelah dua tahun terlunta-lunta, pentolan Kelompok Pengamen Trotoar (Kempot) ini kemudian mengadu nasib ke Jakarta. Berkat kegigihannya dalam menekuni karir, akhinya karya-karya Didi Kempot semakin dikenal dan diminati masyarakat.

Semakin banyaknya penggemar yang berasal dari berbagai kalangan dan lintas generasi, membuat mereka kemudian membentuk komunitas yang diberi nama “Sobat Ambyar”. Dari sekian banyak lagu-lagu ciptaan Didi Kempot, berikut beberapa lagu yang paling bikin ambyar para “sadboys” dan “sadgirls” ketika sang idola manggung.

Tatu

“Senajan kowe ngilang ora bisa tak sawang

Nanging ning ati tansah kelingan”

Begitu lirik yang terdapat dalam lagu yang berjudul Tatu tersebut. Sesuai judul lagunya yang berarti sakit, lagu tersebut menggambarkan betapa sakitnya hati seseorang karena ditinggal kekasihnya yang lebih memilih pindah ke lain hati.

Cerita dalam lagu yang sangat relate dengan kondisi para anak muda-mudi ini, membuat mereka sangat menyukai lagu ini. Bahkan tidak jarang dari mereka tertangkap kamera sedang bernyanyi sambil berurai air mata di depan panggung.

Cidro

Gek opo salah awakku iki

Kowe nganti tego mblenjani janji

Opo mergo kahanan uripku iki

Mlerat bondo seje karo uripmu

Selain disenangi, lagu ini juga menjadi gambaran dari perasaan asli dari penciptanya karena berdasarkan pengalaman pribadi. Didi Kempot mengaku pernah menaksir perempuan ketika dirinya masih mengamen di jalanan. Meski perempuan tersebut sebenarnya mau menerima, cinta Didi justru terhalang restu keluarga dari perempuan tersebut.

Lagu ini sebenarnya sarat dengan keluh kesah hati. Namun lagu ini tidak membuat hati semakin depresi seperti lagu sedih kebanyakan. Justru harmonisasi suara dari alat-alat musiknya bisa menstimulus tubuh untuk bergoyang mengikuti iramanya. Ada sensasi sedih namun ingin bergoyang di waktu yang bersamaan.

Banyu Langit

Janjine lungane ra nganti suwe-suwe

Pamit esuk lungane ra nganti sore

Janjine lungane ra nganti semene suwene

Nganti kapan tak enteni sak tekane

Lagu ini mengisahkan seseorang yang menanti kedatangan kekasih pujaan. Meski telah lama menunggu, orang yang diharapkan tidak kunjung kembali. Syair lagu yang puitis namun sederhana membuat pendengar dengan mudah mencerna maksud dari isi lagu tanpa kehilangan ruh dramatis di dalamnya.

Tidak hanya itu, lagi ini juga dikabarkan menjadi cara Didi Kempot mempromosikan pariwisata di Gunungkidul, Yogyakarta. Hal ini bisa dilihat dari salah satu petikan liriknya yang menyebutkan Gunung Merapi Purba, di Nglanggeran, Wonosari, Gunungkidul.

Pamer Bojo

Dudu klambi anyar sing nang njero lemariku

Nanging bojo anyar sing mbok pamerke neng aku

Dudu wangi mawar sing tak sawang neng mripatku

Nanging kowe lali nglarani wong koyo aku

Neng opo seneng akun yen mung gawe laraku

Pamer bojo anyar neng ngarepku

Panggung spektakuler Indonesian Idol sempat digemparkan oleh yel-yel cendol dawet yang ada di sela-sela lagu Pamer Bojo. Dibawakan oleh Tiara Idol, lagu ini sempat bertengger dan bertahan di kolom trending Youtube selama beberapa hari.

Tidak hanya itu, lagu Pamer Bojo juga pernah diputar di dalam bus skuad Garuda Select ketika mereka berangkat latihan di Aston Recreation Center, Birmingham, Inggris tahun lalu. Hal ini menunjukkan betapa banyak orang yang menggemari lagu Didi Kempot terlepas dari apapun bahasa, suku, budaya, hingga profesi mereka .

Suket Teki

Wong salah ora gelem ngaku salah

Suwe-suwe sopo wong e sing betah

Mripatku uwis ngerti sak nyatane

Kowe selak golek menangmu dewe

Tak tandur pari jebul tukule suket teki

Lagu ini menceritakan tentang perjuangan seorang pria yang berusaha menjaga hubungannya dengan seorang wanita. Namun karena terlalu sering dibohongi dan dikhianati, sang pria pun memilih mundur dan memutuskan hubungan. Perjuangan panjang yang tidak berakhir baik ini oleh Didi Kempot dianalogikan seperti menanam padi namun yang dia dapatkan di akhir hanya suket teki atau ilalang.

Saking hitsnya lagu ini, banyak penyanyi lain dengan genre serupa mengcover lagu ini. Membuat lagu ini sangat familiar dan alunan suara musiknya bisa kita temui di mana saja mulai dari hiburan kondangan, hingga acara musik di radio dan televisi.

Print Friendly, PDF & Email

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.