READING

Lagu “Kediriku” Siap Gelorakan Suporter Persik Ked...

Lagu “Kediriku” Siap Gelorakan Suporter Persik Kediri

Lebak dermaga simpang lima sekartaji

Kami tak pernah lupa untuk menghampiri

Secangkir kopi hangatkan suasana ini

Kami bangga lahir disini

KEDIRI- Tembang bernuansa kenangan itu diiringi irama SKA dan Jamaican Sound. Temponya mendayu dayu. Bergelayut mengharu biru. Bercerita tentang kerinduan seorang urban yang hidup di perantauan. Terjerat kenangan masa silam. Teringat suasana kampung halaman.

Rasa kangen itu tertambat pada keteduhan simpang lima sekartaji. Larut dalam kehangatan secangkir kopi, yang sekaligus membuat berbangga hati sebagai warga Kediri. Begitulah imajinasi yang dibangun lagu berjudul “Kediriku” karya Semut Semut Merayap (SSM). Sebuah band asli Kota Kediri.

“Lagu yang menceritakan perasaaan rindu akan rumah,” ujar keyboardis SSM Putra Tri Anggara. Single terbaru itu belum lama diluncurkan. Tidak hanya bermain di lirik. Imajinasi rasa kangen itu juga dimaterialkan  ke dalam gambar visual (video klip).

Serombongan para penunggang vespa yang menyusuri jalanan Kota Kediri. Suasana sore hari. Surya yang meredup. Cahaya merah tembaga yang menyirami pepohonan tua. Di video klip official channel Youtube SSM rombongan berhenti di jembatan tua. Memandangi sungai Brantas dan pejalan kaki yang berlalu lalang. Di simpang lima Taman Sekartaji, orang orang berjajar menyeduh kopi.   

“Semua terkemas dalam video klip yang cenderung murung bahkan galau dengan nuansa-nuansa kontemplatif, “kata Tri Anggara.

Pria yang biasa disapa Penyu ini menerangkan, sebelum dirilis Sabtu (20/7) lalu, lagu ini telah beberapa kali dibawakan secara live oleh SSM ketika diundang manggung di beberapa tempat. Karena masyarakat merespon positif, single ini akhirnya diproduksi.

Menurut Penyu, lagu “Kediriku” merupakan cetusan hati para personil SSM pada kampung halaman mereka, yaitu Kota Kediri. “Kami lahir dan dibesarkan di kota ini. Kediri adalah tentang jati diri, prinsip hingga tutur tingkah laku kami,” ungkap Penyu.

Kerinduan itu juga terceritakan dalam pengalaman sebagai perantau. Hidup di kota lain, namun hati tetap tertambat pada kampung halaman. Kediri yang ngangeni. “Kerinduan akan kota kelahiran ini disajikan dengan racikan traditional ska dan rock-steady dengan lirik easy listening kami harap bisa diterima oleh semua pendengar kami,” ungkapnya.

Pada 29 Juli 2019 nanti, lagu “Kediriku” rencananya juga akan dilaunching di depan ribuan suporter Persik Kediri. Di tengah pertandingan Liga 2 Indonesia, yakni Persik Kediri melawan Persatu Tuban di stadion Brawjaya Kediri, lirik kerinduan itu akan disenandungkan bersama sama.

“SSM tanggal 29 Juli nanti rencananya akan tampil live di depan para suporter saat istirahat half-time para pemain,” ungkap Bassis SSM Arif  Eka Darmawan.

Gagasan berkolaborasi dengan suporter berikhwal dari pertemuan manajemen SSM dengan Gylang Virgo, senior Cyber Xtreme (bagian dari komunitas suporter Persik Kediri, Red). Selain menggugah. Lagu “Kediriku”diharapkan bisa diterima pendengar, terlebih suporter Persik Kediri.

“Single lagu Kediriku ini pun akhirnya bisa dimainkan dalam laga pertandingan Persik kontra Persatu nanti,” ujar Arif Eka Darmawan atau biasa disapa Ekek. Tidak hanya berhenti di 29 Juli nanti. Kolaborasi dengan suporter diharapkan bisa terus berlanjut. Terutama ketika Persik Kediri berlaga dilapangan hijau menghadapi lawan lawannya.

“Kami cukup bersyukur karena kami juga dibantu mulai dari penyiapan tata panggung, sound system, hingga perizinan. Semoga 29 Juli nanti kami benar-benar bisa menghibur para Persik Mania yang memenuhi tribun Brawijaya,” sambungnya.

Reporter : Moh. Fikri Zulfikar
Editor : Mas Garendi

Print Friendly, PDF & Email

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.