READING

Lakukan Hal Ini Jika Masih Gunakan Zoom Untuk Tele...

Lakukan Hal Ini Jika Masih Gunakan Zoom Untuk Telekonferensi

Menyusul ditetapkannya program work or study from home, banyak pertemuan yang dilakukan secara virtual melalui dunia maya. Salah satu aplikasi yang paling banyak digunakan adalah Zoom. Aplikasi buatan Eric Yuan ini diketahui telah diunduh oleh lebih dari 100 juta kali di Playstore.

Zoom tiba-tiba semakin dikenal selama wabah corona karena penggunaannya relatif lebih mudah. Aplikasi ini bahkan berhasil menyaingi Skype yang sudah banyak digunakan sebelumnya. Selain bisa digunakan untuk video call pribadi, Zoom juga bisa digunakan oleh 500 orang sekaligus untuk mengikuti rapat maupun kelas online.

Namun berhati-hatilah. Akhir-akhir ini sudah banyak temuan yang menunjukkan betapa lemahnya sistem keamanan pada Zoom. Selain bocornya pertemuan-pertemuan penting dan bersifat rahasia ke media sosial, diketahui banyak akun pengguna Zoom yang dijual hacker ke dark web. Penyalahgunaan akun ini jelas bisa merugikan pemilik asli akun.

Pihak Zoom juga bisa memantau aktivitas setiap pengguna aplikasi. Selama percakapan terjadi, admin bisa melacak alamat IP, data lokasi, informasi perangkat, bahkan jenis operator seluler yang digunakan masing-masing peserta.

Bocornya data pengguna ini memungkinkan banyaknya iklan yang masuk ke akun pengguna Zoom. Banyaknya SMS promosi yang masuk ke nomor kita saja sudah mengganggu. Apalagi jika ditambah notifikasi iklan yang masuk ke ponsel kita. Pasti akan sangat mengganggu sekali.

Tidak hanya itu, saking mudahnya bergabung dalam pertemuan melalui Zoom, seringkali ada penyusup yang masuk ke dalam forum secara ilegal. Para penyusup ini ikut bergabung untuk mengganggu jalannya forum. Ada yang melakukan aksi cabul dengan memposting video porno, ada pula yang melontarkan sumpah serapah dan ujaran kebencian.

Makanya beberapa negara telah melarang penggunaan Zoom ketika melakukan pertemuan penting dan rahasia. Termasuk di dalamnya aktivitas kelas online yang melibatkan banyak anak-anak usia sekolah. Pihak Google sendiri telah melakukan pelarangan penggunaan Zoom dan perangkat ini tidak lagi berfungsi pada perangkat Google.

Meski demikian, Zoom masih tetap bisa digunakan untuk panggilan-panggilan pribadi maupun pertemuan yang bersifat terbuka. Namun untuk menghindari adanya potensi Zoombombing, berikut beberapa tips yang bisa dilakukan seperti yang dilansir CNBC Indonesia.

  1. Jangan gunakan ID kantor untuk rapat di Zoom. Gunakan ID khusus yang dipakai satu kali pertemuan.
  2. Aktifkan fitur “Waiting Room”. Di sana kita bisa melihat siapa saja yang akan bergabung dalam forum sebelum diizinkan. Caranya dengan mengklik “Account Management”, “Account Settings”, pilih “Meeting”, lalu aktifkan “Waiting Room”.
  3. Nonaktifkan opsi lain termasuk opsi “Join Before Host”. Fitur berbagi layar untuk non-hosts juga harus dinonaktifkan begitu pula dengan fitur-fitur tidak penting lainnya.
  4. Ketika rapat dimulai dan semua peserta sudah hadir, kunci rapat tersebut agar tidak ada peserta ilegal yang hadir.

Penulis : Dina Rosyidha

Print Friendly, PDF & Email

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.