Langkah Mudah Mengurus Jamkesda

Sakit dan harus dirawat di rumah sakit adalah sesuatu yang tidak diharapkan siapapun. Namun ada kalanya sakit datang tiba-tiba, di saat tak ada cadangan biaya pengobatan sama sekali. Hal ini biasanya kerap dialami masyarakat yang berpenghasilan rendah.

Bagaimana solusinya?

Sejak jauh hari, pemerintah kita telah memikirkan hal itu. Setiap pemerintah daerah di Indonesia wajib memiliki alokasi anggaran untuk membiayai masyarakat miskin yang berobat. Bahkan meski tak memiliki keanggotaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), setiap warga negara tetap berhak mendapat layanan pengobatan dengan gratis.

Fasilitas berobat gratis ini dibiayai sepenuhnya oleh program Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) melalui dana APBD. Fasilitas ini pun bisa diperoleh setiap pemohon khususnya warga miskin dengan mudah. Sayangnya, kurangnya pengetahuan tentang mekanisme Jamkesda kerap membuat masyarakat kesulitan mengurusnya.

Perhatikan langkah berikut ini:

Langkah pertama untuk mendapatkan Jamkesda adalah memiliki Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM). Surat ini akan menjadi bukti bahwa Anda benar-benar tidak mampu untuk membayar biaya pengobatan.

Siapkan fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), dan surat keterangan rawat inap dari rumah sakit untuk dibawa ke RT. Selanjutnya RT akan memberikan surat pengantar kepada RW, yang menerangkan bahwa Anda benar-benar warga setempat dan dalam kondisi tidak mampu.

Pengantar dari RT dan RW tersebut dibawa ke kelurahan, untuk mendapatkan SKTM dan surat permohononan penggantian kepesertaan Jamkesda. Selanjutnya seluruh berkas itu dibawa ke Puskesmas terdekat untuk dilakukan verifikasi. Verifikasi ini untuk menentukan kriteria miskin sesuai surat keterangan yang dibawa, serta menerbitkan surat permohonan kepesertaan baru Jamkesda kepada Dinas Kesehatan.

Cukup mudah bukan? Jika diurus benar-benar, dipastikan prosesnya tak akan memakan waktu lebih dari satu hari. Dengan catatan seluruh pihak yang menerbitkan dokumen itu berada di tempat. Biasanya hal ini terkendala Ketua RT atau RW yang tidak berada di tempat saat dibutuhkan.

Namun jangan khawatir, rumah sakit akan memberikan toleransi waktu bagi keluarga pasien untuk mengurus kepersertaan Jamkesda. Bahkan biaya yang telah dikeluarkan terlebih dulu saat pertama kali berobat akan mendapat penggantian. (*)

Print Friendly, PDF & Email

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.