READING

Langsung disimpan Kulkas, Daging Justru Menjadi Al...

Langsung disimpan Kulkas, Daging Justru Menjadi Alot. Ini Tips Yang Benar

Kulkas adalah kunci menjaga daging agar tetap awet sekaligus tak mudah rusak. 

BLITAR- Dalam urusan melindungi daging, kulkas atau freezer memang menjadi idola. Terutama untuk daging yang baru akan dimasak beberapa pekan lagi atau bahkan bulan berikutnya.

Prinsipnya, entah hendak diolah menjadi sop sapi, dibakar sebagai sate, diracik sebagai gule, dirica rica menjadi tongseng, maupun tengkleng, semua daging harus lebih dahulu ditaruh lemari pendingin.

Namun kendati demikian, semua itu tidak asal menyimpan. Ada kaidah tertentu yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Terutama terkait dengan menjaga kelenturan daging. Sebab salah memperlakukan justru akan berakibat daging kehilangan kenikmatannya.

Awet namun alot saat dikunyah, apa enaknya?. Nah, kepada jatimplus.id, Chef Mahesa Dewangga Anoraga (29), praktisi makanan yang pernah bekerja di kawasan Off Shore PT Aramco, di Dubai, Timur Tengah itu, membagikan tipsnya.

Bagaimana daging bisa tahan lama, namun juga tetap nikmat saat disantap, chef asal Blitar itu akan memaparkan panjang lebar pengalamannya. Berikut tata caranya.

Biarkan Bersentuhan Suhu Ruang 

Sebelum dimasak atau disimpan di dalam lemari pendingin, daging yang usai dipotong sebaiknya biarkan berada dalam suhu ruang kisaran 20-25 derajat celcius. Ini berlaku untuk daging apa saja, tanpa kecuali. 

Pembiaran untuk memperoleh kualitas daging pada kondisi terbaiknya. Chef Mahesa menyebut tahapan itu sebagai masa under cooking. Masa setelah hewan disembelih dan dikerat dagingnya. 

“Untuk potongan (daging) lebih kecil bisa ditempatkan di wadah mangkok atau sejenisnya, “tuturnya.

Baca Juga : https://jatimplus.id/idul-adha-ini-dia-resep-memasak-tengkleng-juara/ 

Mengacu standar food safety, pembiaran dengan suhu ruang itu berlangsung selama 4 jam. Tentunya dengan tingkat higienitas yang sudah dijamin. Termasuk juga ruangan yang steril dari kunjungan lalat.  

Ahli masak yang juga pernah mencicipi dapur kapal pesiar Perancis dan Amerika itu menjelaskan bahwa suhu ruang  20-25 derajat celcius merupakan suhu terbaik, yakni dimana bakteri tidak cepat berkembang. “Sebab semakin hangat ruangan bakteri akan mudah menyebar, “ungkapnya.

Baca Juga : https://jatimplus.id/suka-duka-jagal-binatang-kadang-juga-tertendang/

Proses daging bersentuhan udara luar selama 4 jam itu dinamakan proses pelayuan atau aging. Selama 240 menit itu serat otot dan struktur kolagen daging akan berubah. Enzim membuat serat otot daging paska penyembelihan yang kaku, menjadi lebih lunak.

Tidak heran, meski tanpa penjelasan ilmiah, cara itu (proses aging) sebenarnya sudah lama dilakukan para orang tua jaman dulu. Bisa dijumpai para pedagang sate kambing tradisional. Mereka selalu menempatkan potongan dagingnya dalam posisi tergantung di ruangan kaca tertutup. 

“Proses aging ini membuat daging menjadi empuk. Kalau langsung dimasukkan kulkas atau freezer tanpa melalui aging, daging akan alot saat dinikmati, “kata Mahesa. 

Jangan Kena Air

Daging yang tidak segera dimasak atau disimpan dalam freezer dalam waktu lama, sebaiknya tidak dicuci. Sebab bakteri yang berada di air malah mempercepat proses pembusukan. 

Menurut Mahesa, daging boleh dibersihkan dengan air ketika hendak diolah menjadi masakan. Misalnya ketika akan dibumbui.

“Kalau memang rencananya disimpan dulu di freezer sebaiknya tidak usah dicuci, “terangnya.

Baca Juga :https://jatimplus.id/wukuf-arafah-inilah-puncak-perjalanan-haji-akbar/

Tahan 6 Bulan

Selain suhu freezer maksimum nol derajat celcius, bungkus plastik vacum atau plastik wrap bisa membuat daging lebih tahan lebih lama. Di dalam plastik vacum, daging yang membeku seperti es batu, bahkan bisa bertahan sampai 6 bulan. Lalu, apakah tidak sulit ketika daging hendak digunakan?.

Gampang. Keluarkan daging yang hendak dimasak dari freezer, kemudian masukkan ke chiler atau kulkas normal. Tunggu sampai durasi kurang lebih 12 jam. Atau kalau ingin lebih cepat, rendam daging yang masih terbungkus plastik vacum ke dalam air bersuhu normal.

“Tunggu sampai daging tidak lagi membeku, “jelasnya. Dalam kesempatan itu Chef Mahesa juga membagikan tips bagaimana mengidentifikasi daging kategori sudah rusak. Selain berbau busuk, daging rusak biasanya berwarna pucat dan berlendir. Kemudian secara fisik juga mengering. 

Baca Juga : https://jatimplus.id/hukum-memotong-kuku-dan-rambut-sebelum-kurban-menurut-kiai-lirboyo/

Kalau melihat kondisi seperti itu, sebaiknya jangan dibeli. “Sesuai food safety, rentan perkembangan bakteri berada di suhu 5-50 derajat celcius. Dalam suhu ruang saat proses aging juga berkembang, namun rentang waktu 4 jam masih ambang aman, “ungkapnya. 

Begitulah tips memperlakukan daging agar didapat kondisi terbaiknya. Silahkan mencoba ya kak!. (Mas Garendi)

Print Friendly, PDF & Email

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.