READING

Larangan Resmi Dicabut, Wisatawan Kembali Menikmat...

Larangan Resmi Dicabut, Wisatawan Kembali Menikmati Kawah Ijen Banyuwangi

BANYUWANGI- Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur kembali membuka Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen. Terhitung mulai Kamis (7/11) pukul 00.00 WIB, para wisatawan kembali diijinkan menikmati keelokan fenomena api biru (blue fire) di kawah Ijen.  

Untuk pencabutan larangan itu BBKSDA juga mengumumkan secara resmi melalui surat edaran. “Berdasarkan hasil evaluasi laporan kondisi terkini di TWA Kawah Ijen bahwa saat ini sudah aman dan layak untuk dikunjungi,“ terang Kepala Balai Besar KSDA Jawa Timur, Nandang Prihadi kepada Jatimplus.id.

Sebelumnya penutupan TWA Kawah Ijen berlaku sejak 20 Oktober 2019 karena terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta angin puting beliung. Sejak itu juga pengelola TWA menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari atau berakhir pada  4 November 2019.

Dalam bencana (karhutla) yang terjadi, api yang mula-mula berasal dari kawasan Gunung Ranti dibawa angin dan secara cepat menjalar ke wilayah Gunung Ijen dan Gunung Merapi Ungup-ungup. Api nyaris mengepung seluruh kawasan curam yang itu cukup menyulitkan petugas melakukan pemadaman.

Menurut Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Banyuwangi, Eka Muharram total karhutla yang terjadi di lereng Pegunungan Ijen mencapai 1100 hektare. Perhutani lebih rinci menyebut karhutla yang melanda kawasan Gunung Ranti mencapai 150- 200 hektar dan 900 hektar di kawasan Cagar Alam Merapi Ungup-ungup serta TWA Kawah Ijen.

Untuk alasan keselamatan, pihak pengelola seketika menutup lokasi wisata. “Dalam masa tanggap darurat itu pemadaman dilakukan melalui darat dan udara (water bombing),“ terang  Eka.

Proses Pemadaman Jalur Darat Karhutla Kawah Ijen. Foto: Jatimplus.ID / Suci Rachmaningtyas

Untuk menjinakkan si jago merah, water bombing dilaksanakan lima hari berturut-turut.  Menurut Eka, dalam sehari helikopter melakukan penyiraman air yang diambil dari selat Bali hingga 14 kali. Upaya pemadaman ini terkadang terkendala cuaca.

“Jalur jalan dari Rest Area Jambu menuju Paltuding sudah lancar. Kemudian Paltuding sampai Kawah Ijen juga sudah lancar dan relatif aman, “ papar Eka.

Kepala Resort TWA Kawah Ijen Sigit Haribowo mengatakan, Selasa (5/11) merupakan tinjauan terakhir tanggap darurat sebelum diputuskan pencabutan larangan.

Mulai komandan tanggap darurat, Kepala Bidang BKSDA III Jember, Kasi V Banyuwangi, BPBD Banyuwangi, serta perwakilan penyedia jasa Kawah Ijen dan perwakilan penambang hadir langsung dalam tinjauan terakhir.

Pembukaan kembali TWA Kawah Ijen mendapat sambutan antusias dari para pelaku wisata. Dengan dicabutnya larangan, mereka berharap situasi wisata akan kembali normal.  

“Kami bersyukur dan sangat senang atas dibukanya kembali pendakian ke Kawah Ijen, karena inilah yang dinantikan oleh para stakeholder pariwisata di Banyuwangi,“ ujar Andika Rahmat, pengurus Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) DPC Banyuwangi.

Menurut Andika, sebagai salah satu destinasi utama di Banyuwangi, Kawah Ijen merupakan sumber penghasilan bagi banyak pihak. Diantaranya para penambang belerang, pemandu wisata, hingga masyarakat bertempat tinggal di sekitar kawah Ijen.

Penutupan wisata kawah Ijen elama dua pekan juga turut dikeluhkan sejumlah penginapan di Banyuwangi, yakni baik dormitori, homestay, maupun hotel.

“Meskipun ada Taman Nasional Baluran ataupun Pulau Tabuhan, Ijen merupakan magnet tersendiri bagi Banyuwangi, terutama bagi wisatawan asing,“ terang Guest Relation Bangsring Breeze Resort, Bundan Nugroho.

Reporter : Suci Rachmaningtyas
Editor : Mas Garendi

Print Friendly, PDF & Email

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.