READING

Lawan Corona, Wartawan Kediri Stop Berita Provokat...

Lawan Corona, Wartawan Kediri Stop Berita Provokatif

KEDIRI – Puluhan wartawan di Kediri menggelar aksi simpatik menyusul merebaknya virus Covid-19 di Indonesia. Mereka bersepakat untuk tidak membuat pemberitaan yang mengundang kecemasan masyarakat.

Puluhan pekerja media yang tergabung dalam Wartawan Kediri Peduli Corona ini melakukan aksi di kawasan Hutan Kota Joyoboyo Kediri. Mereka berkumpul untuk mendengarkan penjelasan teknis tentang Covid-19 dari gugus tugas percepatan penanggulangan Covid-19 Dr. Fauzan Adhima, M.Kes, sebagai bekal pengetahuan dalam membuat berita.   

“Penyebaran virus Covid-19 ini lebih masif dari SARS, tetapi resiko kematiannya kecil sekali, hanya dua persen. Kawan-kawan media perlu menyampaikan ini ke masyarakat agar tidak panik,” kata Dr. Fauzan, Rabu 18 Maret 2020.

Kekebalan tubuh yang baik, menurut Fauzan, menjadi kunci melawan virus Covid-19 atau Corona. Karena itu tindakan mengisolir diri di rumah selama 14 hari yang diberlakukan pemerintah harus diimbangi dengan pola hidup yang sehat. Sebab pada dasarnya virus ini akan musnah dengan sendirinya jika kondisi tubuh dalam keadaan fit.

Koordinator aksi wartawan Budi Sutrisno mengatakan, media memiliki peran besar dalam penanggulangan Covid-19 di Indonesia. Informasi yang keliru tentang wabah ini akan memicu kepanikan masyarakat, dan berdampak lebih buruk dari virus itu sendiri.

Ia mencontohkan, perilaku panic buying yang dilakukan warga dengan memborong masker, hand sanitizer, hingga kebutuhan pokok adalah dampak buruk yang terjadi. Padahal aksi itu tak perlu dilakukan jika masyarakat mengikuti protokol keamanan yang diberikan pemerintah.

“Kami para wartawan juga berkomitmen untuk tidak membuat berita yang bombastis dan memicu ketakutan. Namun pemerintah juga harus terbuka menjelaskan situasi yang terjadi, serta langkah penanganan yang sudah dilakukan agar masyarakat percaya,” kata Budi.

Pemimpin Umum Jatimplus Hari Tri Wasono mengajak stop produksi berita provokatif Corona. Foto Jatimplus/Adhi Kusumo

Tak hanya itu, aksi itu juga menghadirkan wartawan LKBN Antara yang bertugas di China, Mohammad Irfan Ilmie, yang membagikan kisah saat mereportase serangan Corona di sana. Menurut Irfan, media memilih meliput sisi kemanusiaan petugas kesehatan dan membangun optimisme warga untuk bersama-sama melawan Corona. “Ini yang harusnya bisa kita lakukan di Indonesia,” kata Irfan.

Himbauan yang sama juga disampaikan Kepala Kominfo Kabupaten Kediri Krisna Setiawan, yang memastikan kesiapan rumah sakit dan petugas medis untuk menangani Corona. Ia meminta masyarakat tenang dan memberi kesempatan pemerintah bekerja menanggulangi Covid-19. “Infrastruktur kita siap untuk menanggulangi ini, jangan risau,” katanya.

Usai berdiskusi, puluhan wartawan membagikan hand sanitizer kepada masyarakat. Hand sanitizer itu mereka produksi sendiri dari hasil patungan bersama.

Aksi ini menarik perhatian masyarakat yang dengan antusias berebut hand sanitizer yang mulai langka di pasaran.

Antisipasi Penipuan

Kapolresta Kediri AKBP Miko Indrayana mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati dalam menerima jasa pembersihan rumah dengan dalih Corona. Saat ini, polisi menengarai adanya pihak-pihak yang menawarkan jasa sterilisasi rumah melalui media online.

“Jangan sampai karena panik, kita menerima jasa pembersihan rumah dan membiarkan orang asing masuk ke dalam rumah,” kata Miko Indrayana.

Polresta Kediri juga telah menurunkan tim siber untuk mengawasi lini masa media sosial, guna mencegah munculnya kejahatan baru di tengah upaya menanggulangi wabah Covid-19. Saat ini sudah ada empa akun yang diselidiki polisi, dengan konten menawarkan jasa tersebut.

(Hari Tri Wasono)

Print Friendly, PDF & Email

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.