READING

Lebih 100 Hari, Penyidikan Kasus Kekerasan Seksual...

Lebih 100 Hari, Penyidikan Kasus Kekerasan Seksual Pada Santri Jombang Belum Jelas

JOMBANG – Kasus kekerasan yang menimpa santri di Jombang belum ada kejelasan hukum hingga saat ini. Kasus pemerkosaan ini diduga dilakukan oleh M. Subchi Azal Tsani, guru korban yang juga putra pemilik sebuah pesantren di Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Menanggapi hal ini, Sekjen Aliansi Kota Santri, Palupi Pusporini menjelaskan kasus ini telah terhitung 105 hari dari terbitnya surat perintah penyidikan.

Dalam waktu sepanjang itu, Polisi telah melakukan pemeriksaan sebanyak 24 saksi. Namun, pelaku yang sudah ditetapkan jadi tersangka sejak 12 November 2019 belum sekalipun memenuhi panggilan Polisi.

Aliansi kota santri saat aksi di Mapolres Jombang (8/1/2020) menuntut dituntaskannya kasus pelecehan seksual. Foto dok: Jzian.
 

“Kemarin korban (pelapor) diperiksa di Polda Jatim. Lebih pada pemeriksaan psikologis. Korban masih didampingi LPSK dan kuasa hukumnya. Belum ada statement apapun dari penyidik terkait penangkapan tersangka,” ujar Palupi kepada Jatimplus.ID, Rabu (27/2/2020).

Baca juga: https://jatimplus.id/santriwati-dilecehkan-ratusan-perempuan-jombang-turun-jalan

Padahal kasus ini sudah dilaporkan pada 29 Oktober 2019 lalu. Karena beberapa alasan, pada tanggal 15 Januari 2020 Polres Jombang melimpahkan kasus ini ke Polisi Daerah (Polda) Jatim.

Berdasarkan informasi yang diterima Palupi dari hasil gelar perkara di Polda Jatim menyebutkan ini adalah perkara biasa, artinya masa waktu penyidikan maksimal sampai 60 hari.

“Pada 15 Februari 2020 Polisi telah gagal melakukan penjemputan paksa pada tersangka. Sebenarnya, kasus serupa terhadap tersangka yang sama, pernah dilaporkan oleh korban yang berbeda pada tahun 2017 dan 2018,” tandas perempuan yang juga jadi kuasa hukum korban.

Lanjutnya, kasus ini sudah dapat atensi dari Komnas Perempuan dan organisasi juga mengeluarkan rekomendasi kepada kepolisian untuk menerapkan ancaman hukum maksimal dengan dasar pasal 285 KUHP, jo pasal 289 KUHP, jo pasal 294 ayat 2 KUHP. Komnas Perempuan meminta polisi menahan tersangka M Subchi Azal Tsani dan menuntaskan penyidikan.

Baca juga: https://jatimplus.id/jadi-polemik-polisi-dituntut-sigap-selidiki-pelecehan-santriwati

Pelapor atau korban saat ini didampingi oleh Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) dalam proses pemeriksaan oleh Polisi. Hingga saat ini, korban sudah diperiksa sebanyak 4 kali. Menurut Palupi, korban merasa kecewa atas proses hukum yang ditangani oleh Polda Jatim. Hingga kini belum ada upaya tegas dari Polda Jatim untuk memeriksa dan atau menahan tersangka yang jelas telah menunjukkan itikad tidak baik dalam memenuhi kewajiban hukum.

“Kita meminta Presiden RI Ir Joko Widodo mengevaluasi kinerja Polisi Daerah (Polda) Jawa Timur yang gagal menyelesaikan kasus dugaan tindak pidana perkosaan terhadap seorang santri berinisial MKN.

Menurutnya, permintaan agar Joko Widodo turun tangan sebagai bentuk penagihan janji pemerintah dalam keseriusan menangani kasus kekerasan pada perempuan dan anak di bawah umur.

“Oleh karena itu, untuk mewujudkan komitmen pemerintah maka kami meminta Presiden Ir Joko Widodo mengevaluasi kinerja kepolisian khususnya Polda Jawa Timur agar bersikap profesional dalam penegakan hukum,” tandasnya.

Reporter: Syarif Abdurrahman
Editor: Prasto Wardoyo

Print Friendly, PDF & Email

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.