Lengket Jokowi-JK Dengan Muhammadiyah

SURABAYA – Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla tengah dekat dengan Muhammadiyah. Sehari usai Jusuf Kalla menerima penghargaan Muhammadiyah Awards, Presiden Joko Widodo mengunjungi dua acara Muhammadiyah di Jawa Timur.

Presiden Republik Indonesia Ir Joko Widodo hari ini akan memulai kunjungan kerja di Jawa Timur. Selain mendatangi Masjid Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah di Lamongan, Presiden juga menghadiri Forum Muktamar XXI Ikatan Pelajar Muhammadiyah di Sidoarjo.

Rombongan presiden tiba di Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo pada Ahad malam, 18 November 2018, pukul 18.55 WIB. Didampingi Ibu Negara Iriana Jokowi, kedatangan Presiden disambut Gubernur Jawa Timur Soekarwo di bandara. Selain itu tampak pula Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Luki Hermawan, dan Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Arif Rahman.

Selain ibu negara, sejumlah pejabat yang turun dari pesawat adalah Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, Sekretaris Militer Presiden Marsda TNI Trisno Hendradi, Kepala Protokol Negara Andri Hadi, Komandan Paspampres Mayjen TNI (Mar) Suhartono, Sekretaris Pribadi Presiden Anggit Noegroho, dan Staf Khusus Presiden Adita Irawati.

Ada dua tempat yang menjadi tujuan kunjungan Presiden Joko Widodo di Jawa Timur. Pertama mengunjungi Masjid Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah di Lamongan untuk menyerahkan SK perubahan status Sekolah Tinggi menjadi Universitas. Kedua menghadiri Muktamar XXI Ikatan Pelajar Muhammadiyah di Auditorium AR. Fakhrudin SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo.

Muktamar IPM XXI adalah forum tertinggi organisasi untuk menentukan arah dan strategi Ikatan Pelajar Muhammadiyah ke depan. Dalam pidato sambutannya, Ketua Umum IPM Velandani Prakoso mengatakan bahwa saat ini IPM telah berhasil menunjukkan eksistensinya sebagai gerakan pelajar modern. Etos dan spirit yang melandasi gerakan pelajar ini telah mengawal langkah dakwah dan perjuangan IPM. “Mengemban misi dakwah pencerahan di zaman milenial sungguh berat agenda dan tantangannya,” kata Velandani seperti dimuat di laman ipm.or.id.

Sebagai pelajar yang berperan menjadi agen dakwah Muhammadiyah, kader IPM dituntut mampu menyiasati gerakan dengan tetap memerlukan ijtihad atau tajdid. Termasuk melakukan dakwah di tengah gencarnya arus komunikasi media sosial saat ini. “Tiga gradasi yang harus melandasi dakwah adalah pencerdasan, pemberdayaan, dan pembebasan,” kata Velandani di depan ribuan kader IPM.

Sementara itu sehari sebelumnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla menerima penghargaan khusus dalam peringatan Milad ke-106 Muhammadiyah di Puro Mangkunegaran Surakarta, Minggu, 18 November 2018, malam.

Penghargaan Muhammadiyah kepada Jusuf Kalla ini diberikan atas dedikasinya di bidang perdamaian dan kemanusiaan. “Pak Jusuf Kalla telah menggoreskan sejumlah kepeloporan dan kiprah nyata dalam rekat integrasi nasional untuk tegaknya perdamaian dan nilai-nilai kemanusiaan,” ujar Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Haedar Nasir di Puro Mangkunegaran Surakarta, seperti ditulis Tribunnews.com.

Jusuf Kalla menyikapi penghargaan itu sebagai kerjasama simbolik yang tak ternilai. Meski masih menyandang jabatan sebagai Mustasyar atau dewan penasihat Nadhlatul Ulama, hal itu tak menghalangi Muhammadiyah memberikan apresiasi kepadanya. “Ini suatu kerjasama simbolik yang tidak ternilai. Bagaimana kerjasama kami Ta’awun untuk negeri,” kata JK. (*)

 

Print Friendly, PDF & Email

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.