READING

(LIPSUS SAJADAH CINTA KEDIRI): Bekas LO Tipu Ratus...

(LIPSUS SAJADAH CINTA KEDIRI): Bekas LO Tipu Ratusan Juta

KEDIRI – Seorang lelaki berbaju orange digiring dari ruang tahanan Polres Kediri Kota. Mengenakan penutup muka warna hitam, pria berperut agak buncit itu berjalan perlahan mengikuti petugas polisi ke ruang Rupatama Polresta.

Senin, 27 Juli 2019, Kepolisian Resor Kediri Kota menggelar konferensi pers atas kasus penipuan casting film berjudul Sajadah Cinta. Lelaki yang ditangkap dalam kasus ini adalah Robby Sudarsono alias Bang Jay, 52 tahun, warga Jl Letjen Marsaid, Kelurahan Marga Ayu, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi.

“Dia kami tangkap setelah menerima laporan para orang tua pemain film Sajadah Cinta. Film itu ternyata modus untuk mencari keuntungan dengan meminta uang kepada korban,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Kediri Ajun Komisaris Hanif Fatih Wicaksono SIK kepada Jatimplus.ID.

Ada 10 orang tua anak-anak pemain film Sajadah Cinta yang melapor ke polisi. Karena semua pembayaran dilakukan secara tunai dan non tunai, tak sulit bagi polisi untuk melacak jejak transaksi tersebut.

baca juga: Lipsus Sajadah Cinta Kediri: Tertipu Film Abal-abal

Berdasarkan penyelidikan polisi, sedikitnya ada 25 korban penipuan dalam kasus ini, yakni para orang tua yang terlanjur menyerahkan uang kepada Robby agar bisa main film. Sementara usia anak-anak yang dijanjikan menjadi artis mulai level siswa taman kanak-kanak, sekolah dasar, hingga sekolah menengah atas.

baca juga: Lipsus Sajadah Cinta Kediri: Mengapa Jadi Selebritas itu Memikat

Saat ini polisi masih mendalami keterlibatan pihak selain Robby yang telah dijebloskan ke tahanan. Diantaranya adalah pemilik Tessa Modelling School Bunda Susi serta tujuh artis ibukota yang sempat didatangkan Robby ke Kediri. “Kami masih pelajari keterlibatan mereka dalam penipuan ini,” terang Hanif.

baca juga: Lipsus Sajadah Cinta Kediri: Pengalaman Casting Ayu Laksmi dari Pengabdi Setan Hingga Bumi Manusia 2019

Pemeriksaan kepada Susi dilakukan lantaran penerimaan bagian 30 persen dari uang yang disetorkan korban kepada Robby. Sedangkan pemeriksaan artis karena menerima bayaran dari Robby, yang diduga diambil dari uang penipuan tersebut. Dari tujuh artis yang terlibat dan ikut mempromosikan film Sajadah Cinta, polisi baru memeriksa lima dari mereka. Para artis ini menerima honor dari Robby sebesar Rp 5 – 8 juta untuk mengikuti syuting di Kediri.

Bukan hanya syuting, Robby juga mengajak para anak-anak pengisi film ini untuk konvoi di jalan menggunakan kendaraan pick up. Bersama mereka ikut pula beberapa artis yang didatangkan dari ibukota. Sepanjang perjalanan mereka diperkenalkan sebagai aktor dan aktris film Sajadah Cinta yang akan tayang di televisi nasional.

“Sebenarnya ini konyol. Bayangkan artis film diarak dengan pick up seperti yang digunakan penjual tahu bulat. Mereka duduk di bangku kayu sambil keliling jalan,” terang Hanif.

Menurut Hanif, Robby memang memiliki pengalaman dalam aktivitas produksi film. Dia tercatat pernah bekerja sebagai Liaison Officer (LO) yang bertugas menghubungkan artis dengan produser. Pengalaman itulah yang dimanfaatkan untuk melakukan penipuan di Kediri. “Dia berpura-pura menjadi produser sekaligus sutradara film Sajadah Cinta dari Jas Production. Ternyata rumah produksi ini juga fiktif,” kata Hanif.

Tingkat abal-abal Robby cenderung parah. Dia bahkan tak memiliki skenario utuh film Sajadah Cinta seperti layaknya produksi film lain. Skenario yang dibuat hanyalah per episode. Sehingga para pemain juga tak mengetahui cerita utuh film Sajadah Cinta yang diperankan. Polisi pun hanya bisa menyita beberapa lembar kertas yang diklaim sebagai skenario dari tangan Robby sebagai alat bukti.

Berpura-pura Mati

Kecurigaan para orang tua korban terhadap Robby mulai muncul setelah hingga waktu yang dijanjikan film itu tak kunjung tayang. Padahal Robby menjanjikan film itu tayang di televisi nasional ANTV dan TRANS 7 pada tanggal 7 Juli 2019.

Gerah dengan perbuatan Robby, para orang tua mulai mempertanyakan hal itu melalui grup WhatApp yang dibentuk Robby. Mereka juga mengungkit uang pembayaran yang tak sedikit. Polisi menghitung jumlah uang yang telah dikantongi Robby sebesar Rp 332 juta.

Di tengah desakan para orang tua, Robby membuat manuver. Alih-alih melarikan diri, dia menyebar kabar melalui grup WhatsApp tentang kematiannya. Pesan itu seolah-olah dikirim oleh keluarganya di Bekasi, yang mengumumkan jika Robby baru saja meninggal dunia. “Untuk menguatkan dia juga mengirim foto dengan pose seperti orang mati, hidung ditutup kapas,” kata Hanif.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Kediri Ajun Komisaris Hanif Fatih Wicaksono SIK menunjukkan foto tersangka yang pura-pura mati agar terhindar dari tanggung jawab terhadap para korban penipuannya. Foto : JATIMPLUS.ID / Adhi Kusumo.

Namun modus itu terendus oleh para orang tua yang menyusun strategi untuk menangkap Robby. Mereka berpura-pura memaafkan perbuatan Robby, dan berjanji untuk mencarikan pekerjaan di Kediri demi membantu kondisi ekonominya. Umpan itu berhasil.

Robby datang ke Kediri dengan harapan mendapat pekerjaan dan diampuni semua kesalahannya. Setelah berkoordinasi dengan polisi terlebih dulu, Robby diajak keliling kota mengendarai mobil korban dan diarahkan ke kantor polisi. Saat itu juga Robby ditangkap.

Dia dikenakan jerat pasal 378 KUHP dan 372 KUHP dengan ancaman hukuman pidana penjara maksimal 4 tahun.

Tim Liputan : Hari Tri Wasono, Titik Kartitiani, Adhi Kusumo (fotografer)

Print Friendly, PDF & Email

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.