READING

(LIPSUS SAJADAH CINTA KEDIRI): Tertipu Film Abal A...

(LIPSUS SAJADAH CINTA KEDIRI): Tertipu Film Abal Abal

KEDIRI – Suara di ujung telepon terdengar lirih. Dengan sedikit parau, dia meminta maaf karena tak bisa menerima tamu hari itu. Kondisi kesehatannya sedang drop. “Maaf saya sedang sakit, tekanan saya tinggi,” katanya saat dihubungi Jatimplus.ID.

Dia adalah Susny Purwanti, pemilik Tessa Modelling School – Zuzzy Agency yang beroperasi di Katang, Sukorejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri. Di kalangan model dan anak didiknya, perempuan paruh baya ini kerap disapa Bunda Susi.

Sejak beberapa pekan terakhir nama Bunda Susi menjadi perbincangan masyarakat Kediri. Namanya terseret di pusaran kasus penipuan casting film berjudul Sajadah Cinta, yang melibatkan 25 warga kota dan Kabupaten Kediri sebagai korban. Alih-alih mendapat tawaran main di film tersebut, para korban justru menjadi korban penipuan uang yang diotaki oleh Robby Sudarsono alias Bang Jay, 52 tahun, warga Jl Letjen Marsaid, Kelurahan Marga Ayu, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi.

baca juga: Lipsus Sajadah Cinta Kediri: Bekas LO Tipu Ratusan Juta

“Saya benar-benar tidak tahu kalau ini penipuan. Murid-murid saya dihasut, diming-imingi menjadi artis,” kata Susi dengan suara parau. Melalui sambungan telepon, Susi menceritakan kronologis penipuan tersebut.

Drama ini berawal dari kedatangan Robby Sudarsono ke rumahnya awal 2019 lalu. Kala itu Robby datang bersama Bu Edi, warga Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri. Susi mengenal Robby dari Bu Edi.

baca juga: Lipsus Sajadah Cinta Kediri: Mengapa Jadi Selebritas Itu Memikat

Kepada Susi, Robby langsung menawarkan rekruitmen artis pemeran film berjudul Sajadah Cinta yang diproduksi oleh Jas Production, sebuah rumah produksi yang beralamat di ibukota. Robby mengenalkan diri sebagai sutradara sekaligus pemilik rumah produksi itu.

Melihat sebagai peluang emas untuk karir anak didiknya, Susi menerima tawaran tersebut. Dia juga menerima tawaran Robby untuk bergabung dengan Jas Production, serta membantu melakukan rekruitmen kepada calon artis. “Sebagai agency, saya juga bertanggungjawab mengorbitkan anak-anak,” kata Susi.

baca juga: Lipsus Sajadah Cinta Kediri: Pengalaman Casting Ayu Laksmi dari Pengabdi Setan Hingga Bumi Manusia 2019

Namun rekruitmen itu tidak gratis. Robby memungut biaya tak sedikit kepada para talent yang mayoritas anak didik Susi di Tessa Modelling School. Nilainya bervariasi, tergantung pada peran yang akan diambil. Mulai dari Rp 1,5 juta, Rp 5 juta, Rp 10 juta, hingga Rp 20 juta. “Tergantung dia memilih peran apa di film itu. Pemeran utama lebih mahal dibanding pemeran pembantu,” terang Susi.

Susi sendiri tak memungkiri jika mendapat bagian dari pungutan tersebut. Komitmen yang disepakati dengan Robby adalah dirinya berhak mendapat 30 persen dari uang yang dikutip dari para talent. Namun Susi berdalih jika uang tersebut bukan untuk kepentingannya pribadi, melainkan masuk ke agency, yang tak lain miliknya sendiri. “Uang itu kembali ke anak-anak, seperti membeli makan saat syuting serta operasional. Karena pihak Jas Production tidak memberi konsumsi saat syuting,” kilah Susi.

Komitmen pembayaran yang dilakukan para orang tua talent atau artis dengan Robby dilakukan tanpa keterlibatan Susi. Susi hanya menerima bagian 30 persen pembayaran tersebut dari Robby.

Perseteruan Susi Dengan Robby

Hingga beberapa bulan setelah komitmen kerjasama berlangsung, tak ada yang mencurigakan dari proses syuting tersebut. Susi sempat mendampingi anak didiknya syuting di beberapa lokasi di Kediri yang dilakukan Robby dan rekannya.

Mereka juga membentuk grup WhatsApp sebagai saluran komunikasi terkait kegiatan syuting tersebut. Grup ini bahkan terkesan elit saat masuknya sejumlah artis ibukota sebagai anggota. Bahkan tak hanya bertegur sapa, para artis ini juga bertatap muka dengan calon pemain film Sajadah Cinta di Kediri untuk melakukan road show. Mereka adalah artis-artis FTV yang diklaim Robby sebagai artis Jas Production.

Namun di tengah proses tersebut berjalan, Susi mengaku pecah kongsi dengan Robby. Tak jelas asal muasalnya, tiba-tiba Robby dituduh memprovokasi anak didiknya untuk meninggalkan Susi. “Mungkin dia (Robby) merasa mudah mendapatkan uang dari anak-anak, sehingga menyingkirkan saya,” kata Susi.

Sejak tanggal 25 Mei 2019 hubungan Susi dengan Robby benar-benar putus. Susi juga didepak dari grup WhatsApp dan tak lagi bisa berkomunikasi dengan anak didiknya. Menurut Susi, anak-anak itu diancam oleh Robby untuk tak kembali ke agency yang dikelola Susi. Jika melawan, mereka harus membayar denda 10 kali lipat dari honor yang akan diterima sebagai pemain film Sajadah Cinta.

Ancaman itu berdampak. Susi mengaku ditinggal anak didiknya dalam produksi film tersebut. Dia juga dikeluarkan dari keterlibatan di rumah produksi Jas Production.

Namun dari 25 anak didiknya yang masuk perangkap Robby, ada dua talent yang memutuskan kembali ke Zuzzy Agency dan tak lagi terlibat dalam produksi film Sajadah Cinta.

Karena itu Susi mengaku kaget saat belakangan tahu jika Robby ditangkap polisi dengan tuduhan melakukan penipuan. Film Sajadah Cinta hanyalah rekaan Robby untuk mengeruk keuntungan pribadi.

“Sejak membuka usaha ini tahun 2001, baru kali ini saya ketipu. Padahal ada anak didik saya yang sudah sukses menjadi bintang iklan susu SGM,” kata Susi menutup pembicaraan.

Tim Liputan : Hari Tri Wasono, Titik Kartitiani, Adhi Kusumo (fotografer)

Print Friendly, PDF & Email

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.