READING

Lodho Setan Yang Enaknya Gak Ketulungan

Lodho Setan Yang Enaknya Gak Ketulungan

TULUNGAGUNG – Namanya lodho setan. Makanan khas Tulungagung dan Trenggalek yang berbahan ayam kampung dan kuah pedas. Penampakannya opor ayam.

Soal rasa jangan ditanya. Pedasnya gak ketulungan. Bahkan saking pedasnya orang-orang kerap menjulukinya lodho setan.

Di kawasan mataraman bagian selatan, makanan ini paling banyak diburu. Selain jumlah kedai yang menyediakan lodho cukup banyak, konon makanan ini hanya terasa nikmat jika diolah oleh orang-orang Trenggalek dan Tulungagung.

Salah satu kedai lodho jagoan di Tulungagung adalah warung lodho Lestari Jaya milik Suparti di Desa Sukoanyar, Kecamatan Pakel. Tak hanya pedasnya yang setan, rasa lodho racikan Suparti juga juara. Pendek kata, lodho di tempat ini persis setan yang juara, hehehe.

Warung lodho Lestari Jaya ini juga paling banyak direkomendasikan oleh pemburu kuliner di linimasa media sosial. Tak hanya menggunakan bumbu tradisional, lodho ini juga menggunakan daging ayam kampung tulen. Sehingga rasa dagingnya sangat kasat, padat, dan gurih.

Satu lagi ciri khas warung ini yang tak ditemukan di warung lodho lain adalah nasi gurih. Nasi gurih adalah nasi yang diolah dengan bumbu dan santan hingga terasa sangat gurih. Teksturnya juga tak terlalu lembek dan sedikit menyerap kuah. Sehingga cita rasa kuah lodhonya tak terdistorsi nasi.

Entah jurus apa yang dipakai Suparti dalam memasak, yang jelas rasanya benar-benar jagoan. Rasa kuahnya sangat kuat dengan dominasi pedas luar biasa. Tak terhitung berapa banyak cabe yang dimasukkan Suparti hingga bertumpuk di permukaan kuah. “Melihat penampakannya saja sudah pedas,” kata Riza Umami, pengunjung warung Lestari Jaya.

Satu porsi lengkap lodho ayam di Warung Lestari Tulungagung. Foto: Jatimplus

Sebagai penyuka aneka jenis kari, Riza mengaku tak pernah mencicipi lodho seenak ini. Semuanya serba pas. Pas bumbunya, pas pedasnya, dan pas porsinya. Keberadaan nasi gurih juga mendongkrak cita rasa lodho ke puncak kenikmatan.

Tambahan daun kemangi dan irisan timun menambah kenikmatan kuliner ini. Apalagi Suparti selalu menyematkan ayam goreng ukuran besar dan nasi jagung dalam satu paket prasmanan.

Soal harga juga pantas. Untuk satu paket lengkap lodho, kuah terpisah, dan nasi gurih dibanderol Rp 175.000. Paket itu cukup untuk memenuhi lambung 4-5 orang. Jika kurang, porsi itu bisa ditambah sesuai keinginan.

Kenikmatan lodho ayam Lestari Jaya bukan isapan jempol. Dalam sehari, para pekerja di rumah makan itu harus memasak 100 ekor ayam kampung. Di hari libur jumlah ayam yang dimasak bisa tembus 200 ekor dalam sehari. Busyeett.

Untuk memenuhi kebutuhan konsumen, Suparti harus dibantu 10 orang pekerja. Mereka membagi tugas antara memotong ayam, meracik bumbu, merebus ayam, hingga pramusaji dan juru bayar. Suparti tinggal leha-leha di belakang meja kasir. Perempuan kelahiran 1945 ini bahkan tak perlu repot menerima dan menghitung uang pembayaran. “Saya sudah tua, tinggal mengawasi saja,” katanya.

Suasana warung lodho ayam Lestari Jaya Tulungagung. Foto: Jatimplus

Memasak lodho, menurut Suparti, tak bisa dianggap enteng. Tahapan pertama adalah membakar ayam yang telah dibersihkan bagian dalamnya di atas tempurung kelapa. Setelah cukup matang dan kering, ayam-ayam itu dimasukkan ke dalam wajan besar yang dipenuhi kuah pedas. Ukuran wajan ini cukup besar mengingat tak ada satupun ayam itu yang dipotong atau dalam keadaan utuh.  “Jangan tanya bumbunya apa, rahasia,” kata Suparti tertawa.

Dia hanya menyebut bawang merah, bawang putih, merica, dan garam sebagai bahan dasar kuahnya. Sedangkan bumbu lainnya disimpan rapat-rapat sebagai rahasia dapur.

Dibutuhkan 10 kilogram cabe untuk memasak 100 ekor ayam. Tak heran jika rasa kuahnya sangat pedas meski cabe yang direbus dalam keadaan utuh atau tidak dihancurkan. Setelah dirasa cukup meresap ke dalam daging ayamnya, kuah dan ayam itu diangkat.

Kelezatan lodho ayam Suparti ini telah kondang ke mana-mana. Tak terhitung pejabat daerah hingga menteri datang ke tempat ini saat melakukan kunjungan kerja di Tulungagung. Beberapa pengunjung bahkan kerap membawa ayam lodho ini ke luar kota sebagai buah tangan. Agar tak basi, ayam yang telah dibumbui ini dimasukkan dalam tempat beku. (*)

 

Print Friendly, PDF & Email

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.