READING

Long March Ganyang HTI Tandingi Massa Bela Tauhid ...

Long March Ganyang HTI Tandingi Massa Bela Tauhid 211 Jakarta

TULUNGAGUNG- Aksi bela bendera tauhid yang digelar massa 211 di Jakarta dan sejumlah daerah,  mendapat tandingan di Kabupaten Tulungagung Jawa Timur.  Kurang lebih 600 orang yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Tulungagung Peduli (AMTP) NKRI menggelar aksi damai. Dimotori Ansor  dan Banser NU, mereka melakukan long march.

Di sepanjang jalan yang dilalui, massa meneriakkan yel yel “Ganyang HTI (Hizbut Tahrir Indonesia)”. “Ganyang HTI sekarang juga. Ganyang semua gerakan radikalisme di Indonesia,  “teriak massa tak henti henti.

Massa yang berasal dari gabungan 32 elemen masyarakat itu mengambil titik kumpul di depan Kantor DPRD Kabupaten Tulungagung.

Di tengah massa yang membanjir, mimbar bebas tercipta. Tiap simpul massa bergiliran berorasi. Tiap orasi selalu ditutup dengan teriakan “Ganyang HTI” dan “NKRI harga Mati”. “Teriakan itu (ganyang HTI) sebagai wujud semangat, “ujar Sahrul Munir selaku korlap aksi AMTP NKRI.

Meski diakui provokatif, teriakan itu (ganyang HTI), kata Munir masih dalam batas wajar. Sebab HTI juga merupakan ormas terlarang. Disisi lain keberadaan para pengikutnya masih patut diwaspadai.

Mereka tersebar dimana mana. Ada yang pasif, yakni berkamuflase menjadi sel tidur. Ada juga yang bergerak aktif.

Data yang dimiliki Munir, selain di lingkungan pemerintahan, sejumlah pengikut HTI juga menyusup ke beberapa sekolah di Tulungagung. “Kami sudah menginventarisir datanya dan akan kita serahkan ke aparat penegak hukum, “tegas Munir.

Aksi AMTP NKRI diakui sebagai reaksi atas insiden di Garut, Jawa Barat yang berujung oknum Banser menjadi tersangka. Kendati demikian Munir menolak AMTP NKRI dikatakan sebagai tandingan aksi massa 211.

Sebab rencana aksi sudah disiapkan jauh hari sebelum beredar kabar massa 211 akan berunjuk rasa. Aksi AMTP NKRI juga bertujuan menjaga Tulungagung agar tetap kondusif dan bersih dari anasir radikalisme HTI.

“Ini bukan tandingan. Sebab kita sudah merencanakan aksi ini lebih dulu, “terangnya. Long march yang juga menyanyikan lagu Yalal Wathon (Cinta Tanah Air) berakhir di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso Tulungagung. Sebelum bubar massa menggelar doa  istighosah.

Sementara aksi bela tauhid 211 yang diikuti ribuan massa di Jakarta ditemui Menteri Kordinator Politik Hukum dan Keamanan Wiranto. Seperti dilansir dari Tempo.co,  Wiranto mengingatkan peserta aksi bela tauhid 211 untuk berunjuk rasa dengan elegan, tidak membuat orang ketakutan dan tidak menganggu hak masyarakat.

Wiranto juga mempertanyakan kenapa aksi bela tauhid 211 tetap digelar mengingat pelaku pembakaran bendera di Garut Jawa Barat sudah ditetapkan tersangka. Pelaku juga sudah meminta maaf, termasuk organisasi Banser sebagai induknya telah menyesalkan peristiwa yang terjadi. (*)

 

Print Friendly, PDF & Email

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.