READING

Lonjakan Harga Cabai Rawit Picu Inflasi di Kota Ke...

Lonjakan Harga Cabai Rawit Picu Inflasi di Kota Kediri

KEDIRI– Inflasi Kota Kediri merangkak naik menjadi 0,52 persen pada bulan Januari. Angka ini menjadi yang tertinggi dibandingkan inflasi di bulan yang sama dua tahun sebelumnya yang  besarannya 0,14 persen di tahun 2018 dan 0,15 persen di tahun 2019.

“Kota Kediri mengalami inflasi terbesar kedua atau ketiga se-Jatim karena sama besarnya dengan yang terjadi di Kota Surabaya. Lebih besar dari inflasi provinsi dan nasional,” terang Erma, staf seksi distribusi dan statistik BPS Kota Kediri kepada jatimplus.ID.

Penyebab tingginya inflasi kali ini bukan disebabkan cukai rokok seperti perkiraan sejumlah pihak. Dari pantauan Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kediri, penyebabnya justru karena kenaikan harga cabai rawit. Kenaikan harganya mencapai 63,93 persen dengan kontribusi sebesar 0,203 persen.

“Dari pantauan terakhir, harga cabai rawit mencapai Rp 80 ribu per kg di pasaran,” tambahnya.

Tidak hanya cabai rawit saja, beberapa produk pertanian lain juga menjadi penyumbang inflasi di Kota Kediri. Beberapa di antaranya adalah cabai merah, beras, bawang putih, dan kentang. Akibat kenaikan harga beberapa komoditas tersebut membuat harga nasi berikut lauk-pauknya pun naik.

Menurut Erma, kenaikan beberapa komoditas sayur dan bumbu dapur tersebut disebabkan cuaca masuk musim penghujan. Beberapa komoditas yang memiliki umur ekonomis pendek menjadi lebih rentan busuk dan kuantitas panen menjadi lebih rendah.

“Akibatnya, pasokan ke pasar juga menjadi lebih kecil dibandingkan musim kemarau,” tambahnya ketika dihubungi melalui sambungan telepon.

Bencana alam seperti banjir maupun tanah longsor juga menjadi salah satu pemicu tersendatnya pasokan bahan pangan dan sayur-sayuran. Sehingga harga barang di pasaran pun semakin meningkat seiring dengan biaya distribusinya yang tinggi.

Selain bahan makanan, harga emas juga masih relatif tinggi. Di bulan Januari, emas perhiasan mengalami kenaikan harga sebesar 3,04 persen dengan kontribusi dalam menaikkan inflasi sebesar 0,031 persen. Harga emas ini menurut Erma menjadi fluktuatif karena kondisi ekonomi global.

“Apalagi saat ini sedang ada bencana internasional virus corona. Hal ini diperkirakan juga memberikan dampak pada fluktuasi harga emas dunia,” tandasnya.

Meski ada sebagian komoditas yang mengalami kenaikan harga, pedagang di pasar-pasar Kota Kediri juga sempat menurunkan harga beberapa komoditas karena permintaan turun. Beberapa komoditas tersebut adalah daging ayam ras, telur ayam ras, daging sapi, pisang, kelapa, hingga nangka muda.

“Penurunannya tidak signifikan. Jadi tidak cukup kuat menekan inflasi di Kota Kediri,” bebernya.

Sedangkan kenaikan cukai rokok sendiri diketahui mulai berlaku per Januari 2020. Berdasarkan aturan baru yakni PMK Nomor 152/2009 tentang tarif cukai hasil tembakau, cukai hasil tembakau ditetapkan mengalami kenaikan hingga 23 persen. Harga jual eceran (HJE) rokok pun diatur dengan kenaikan sebesar 35 persen.

Ketentuan ini berdampak pada kenaikan harga di pos makanan jadi, minuman dan tembakau sebesar 0,51 persen. Hanya saja dari pantauan tim BPS Kota Kediri, kenaikan bahan pangan lebih kuat daripada kenaikan harga rokok.

Begitu pula dengan penyesuaian tarif BPJS kategori mandiri yang mengalami kenaikan hingga 100 persen. Kebijakan pemerintah pusat ini masih belum memberikan dampak langsung terhadap kenaikan harga-harga di pasaran.

“Bisa jadi berpengaruh namun tidak besar, atau mungkin pengaruhnya belum sampai ke daerah-daerah termasuk Kota Kediri,” ungkapnya.

Diperkirakan bulan Februari nanti masih akan terjadi inflasi. Beberapa hal yang perlu diwaspadai adalah kenaikan harga pangan mengingat musim penghujan masih akan terus berlangsung. Termasuk juga rencana kenaikan tarif dasar listrik untuk pengguna 900 VA.

“Harga barang dan kebutuhan pangan di bulan Februari walaupun naik, semoga masih bisa dikendalikan dan tetap berada di dalam jangkauan daya beli masyarakat,” pungkasnya.

Reporter: Dina Rosyidha
Editor: Prasto Wardoyo

Print Friendly, PDF & Email

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.