READING

Manutnya Warga Kota Kediri Ikuti Instruksi Pemerin...

Manutnya Warga Kota Kediri Ikuti Instruksi Pemerintah Selama Wabah

KEDIRI – Siapa bilang orang kota itu sombong-sombong dan cenderung individualis. Stigma ini nyatanya tidak berlaku di Kota Kediri. Mewabahnya virus corona hingga ke Kota Tahu justru membuat warga terdampak semakin dekat dengan lingkungannya dan saling tolong menolong.

Mereka tidak pelit dalam hal memenuhi kebutuhan hidup. Bila ada makanan yang berlebih, mereka berikan pada yang membutuhkan seperti tukang sayur dan kurir yang mengantar barang kebutuhan. Tidak ada pula aksi protes karena bantuan kurang atau tidak sesuai keinginan. Semua adem ayem mengikuti instruksi dari pemerintah setempat.

“Sampai hari ini, paket sembako yang dulu dibagikan masih cukup. Malah kalau ada sumbangan sembako atau makanan, kami berikan pada tukang sayur yang menyuplai sayuran ke sini,” kata Wantini, istri Ketua RT 02, RW 06, Kelurahan Dandangan Kota Kediri.

Selain mengonsumsi makanan bergizi, warga yang terisolasi juga tetap menjaga kebugaran dengan berolahraga. Mereka melakukannya bersama-sama di jalanan depan rumah yang sepi akibat lockdown lokal.

Wantini sendiri memimpin senam untuk para ibu-ibu setiap pagi pukul 09.00 WIB-10.00 WIB. Kalau malam, mereka bermain badminton agar tidak bosan dan tetap sehat. Tempatnya di sepanjang jalan di depan rumah masing-masing. “Meski berolahraga bersama, kami juga tetap jaga jarak sesuai yang dianjurkan,” tegas istri Ketua RT 02, Basuki Hidayat ini.

Untuk diketahui, warga Dandangan dan beberapa kelurahan lain yang melakukan isolasi mandiri mendapatkan suplai bahan makanan pokok melalui program Si Jamal (Sinergi untuk Jaring Pengaman Sosial) Pemkot. Bantuannya tidak hanya berupa sembako saja, tetapi ada sayur dan susu anak-anak juga.

Sejak tanggal 14 April 2020, 112 KK di 5 RT Kelurahan Dandangan mengisolasi diri karena ada satu warganya positif Covid-19. Sejumlah 32 paket susu UHT dan 5 paket susu bayi (untuk anak usia di bawah satu tahun) dibagikan bersama dengan 118 paket sayuran.

“Dari 32 paket susu UHT itu, sejumlah 5 paket berisi 4 kotak susu karena ada satu keluarga yang punya 4 anak,” kata Elwien Roodianah, Branch Manager Rumah Zakat, salah satu lembaga amal yang tergabung di Si Jamal.

Sementara itu, untuk para pendatang di Kota Kediri juga terus dipantau. Menjelang Bulan Ramadhan, jumlah penumpang yang turun di Stasiun Kediri justru mengalami penurunan hingga sebesar 2 persen saja. Dari yang biasanya mencapai 3 ribu penumpang per hari kini hanya ada sekitar 50 penumpang saja per harinya.

“Penumpang hanya dari kota-kota di Jawa Timur, kalau dari luar Jawa Timur hanya dari Stasiun Kiara Condong (Bandung),” kata Efandi Setyo Budi, Kepala Stasiun Kediri, Sabtu (18/04).

Penurunan jumlah pemudik ini tidak terlepas dari kebijakan penghapusan jumlah keberangkatan. Biasanya Stasiun Kediri melayani kereta dari dan ke Jakarta, Bandung, dan kota-kota di Jawa Timur. Kini hanya ada KA Dhoho yang melayani tujuan kota dalam provinsi, dan KA Kahuripan tujuan Bandung.

Menurunnya jumlah lalu lalang pemudik ini semakin memudahkan para petugas untuk melakukan pengecekan penumpang. Petugas gabungan yang terdiri dari Dinkes, Kepolisian, dan Satpol PP ini mengecek satu per satu penumpang. Mulai dari mencatat data pasien, tes suhu tubuh, hingga masuk ruang sterilisasi.

Untuk penumpang yang hanya melintas saja, mereka diminta untuk cuci tangan dan bisa melanjutkan perjalanan. Sedangkan yang turun di Kota Kediri, mereka diarahkan ke ruang observasi yang telah disediakan untuk melakukan karantina maksimal selama dua minggu.

“Kalau untuk penumpang kereta api relatif mudah terkontrol karena penurunan penumpang hanya satu jalur itu,” kata Efandi.

Perjalanan menggunakan KA sendiri saat ini diperketat. Para penumpang diwajibkan mengenakan masker dan diperiksa suhunya. Jika suhu tubuh lebih dari 38 derajat Celcius, maka perjalanan harus dibatalkan. “Jika gagal berangkat karena tidak punya masker atau sedang tidak sehat, tiket akan dikembalikan 100%,” pungkasnya.

Penulis : Dina Rosyidha

Print Friendly, PDF & Email

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.