READING

Marak Barang Ilegal, Perhatikan Hal Ini Saat Membe...

Marak Barang Ilegal, Perhatikan Hal Ini Saat Membeli Gawai Resmi

Memiliki gawai di tengah pandemi seperti ini menjadi sebuah keharusan. Pasalnya, sebagian besar kehidupan kita kini harus dilakukan secara daring. Mulai dari berkomunikasi sehari-hari, mencari informasi, bekerja termasuk berbisnis, hingga kegiatan sekolah dan kuliah. Jika dulu smartphone atau perangkat laptop menjadi kebutuhan tersier, kini telah bergeser menjadi kebutuhan primer.

Ada banyak jenis, merek, dan fasilitas yang ditawarkan perusahaan-perusahaan barang elektronik. Kita bisa memilihnya sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan finansial masing-masing. Namun patut diwaspadai, jangan sampai kita membeli barang-barang ilegal ya. Meski barang dari black market seringkali menggiurkan, ada beberapa kerugian yang justru kita dapatkan lho.

Berikut beberapa ciri gawai ilegal yang biasa diperjual-belikan secara online.

Harga barang terlalu murah

Pada umumnya barang ilegal yang dijual di pasar gelap memiliki harga yang lebih murah dibandingkan barang sejenis di pasaran. Apalagi saat ini semakin banyak penjualan barang elektronik secara online. Kita semakin mudah terjebak oleh embel-embel barang murah, baru, dan berkualitas tanpa tahu status legalitas distributor.

Karena tidak resmi, ada banyak potensi kerugian yang justru kita dapatkan dari barang-barang murah ini. Mulai dari penipuan, barang rusak, hingga pemblokiran perangkat oleh pemerintah. Alih-alih bisa memanfaatkan “barang murah dan berkualitas”, kita justru harus mempensiunkan dini gawai kita karena tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

Kemasan seadanya dan tidak lengkap

Saat kita membeli gawai secara resmi, kita pasti mendapatkan dus produk lengkap dengan perangkat penunjangnya seperti charger bawaan dari ponsel. Tidak hanya itu, di dalam dus juga terdapat banyak kertas-kertas mulai dari petunjuk pemakaian dalam berbagai bahasa hingga kartu garansi dari perusahaan pembuat gawai. Jika kita tidak mendapatkan itu semua, dipastikan barang yang kita beli adalah barang second atau tidak resmi.

Tidak memiliki garansi resmi

Hal ini paling sering kita temui di penjual online. Biasanya selain harganya kelewat murah, mereka juga menawarkan garansi distributor. Garansi ini hanya bisa digunakan ke toko penjual gawai itu sendiri tanpa bisa diklaim ke service center resmi di sekitar tempat tinggal.

Dulu tanda ponsel resmi adalah yang berstiker TAM (PT Telemata Artha Mandiri dari Erajaya). Namun kini tidak lagi. Ada ponsel resmi yang tidak berstiker, ada pula yang berstiker namun ternyata stikernya palsu. Jadi harus tetap berhati-hati ya, jangan terpaku pada stiker.

IMEI tidak terdaftar di Kemenperin

IMEI merupakan nomor identitas khusus pada ponsel yang dikeluarkan oleh Global System for Mobile Communications Association (GSMA). Satu IMEI berlaku untuk setiap slot kartu dari manufaktur ponsel. Bila punya slot SIM card ganda, maka ponsel tersebut memiliki dua nomor IMEI. Nomor IMEI biasanya terdiri dari 15 angka dan bisa dicek langsung untuk memastikan legalitas barang.

Jika ponsel baru dibeli, bisa cek nomor IMEI yang tertera di dus ponsel. Makanya jangan membeli ponsel baru yang tidak memiliki dus dan surat-surat garansi lengkap karena dipastikan perangkat tersebut ilegal. Nomor IMEI di beberapa merek juga bisa dicek di stiker yang tertempel di punggung ponsel.

Atau bisa juga dengan mengetikkan *#06# di ponsel, lalu ketuk tombol telepon. Di layar akan ditampilkan informasi IMEI dan serial number. Meski ada nomor IMEI, belum tentu perangkat tersebut resmi. Kita masih harus mengeceknya di website imei.kemenperin.go.id. Jika nomor IMEI tidak terdaftar di sana, berarti perangkat tersebut tidak resmi.

Meski terlihat sepele, fungsi IMEI ini banyak lho. Selain sebagai identitas dari ponsel, nomor IMEI ini juga berguna ketika ponsel kita dicuri. Kita bisa melaporkannya ke operator seluler agar nomor segera diblokir agar tidak disalahgunakan dan pencuri juga tidak bisa menggunakan ponsel tersebut. Nomor IMEI juga biasa digunakan untuk melacak keberadaan ponsel ketika berpindah tangan.

Tidak ada izin postel

Izin postel merupakan sertifikat ponsel yang didaftarkan di Kemenkominfo. Mekanismenya hampir sama dengan IMEI dan biasanya nomor izin postel ada di setiap dus perangkat, tidak jauh dari nomor IMEI. Nomor izin postel ini bisa dicek di website Kominfo. Jika terdaftar berarti perangkat tersebut merupakan produk resmi.

Penulis : Dina Rosyidha

Print Friendly, PDF & Email

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.