READING

Marak Pasien Corona Klaster Pabrik, Walikota Tetap...

Marak Pasien Corona Klaster Pabrik, Walikota Tetap Restui PG Beroperasi

KEDIRI – Gula merupakan salah satu komoditas penting di Indonesia. Apalagi ditengah pukulan wabah virus corona yang membuat harga kebutuhan pokok mengalami fluktuasi. Makanya Bulan Juni mendatang, mau tidak mau pabrik gula (PG) di Kediri harus buka giling mengingat sudah masuk masa panen tebu dari petani.

Meski sedang marak temuan penderita covid-19 dari klaster karyawan pabrik, Walikota Abdullah Abu Bakar pun memberikan kelonggaran PG di Kediri untuk beroperasi. Hanya saja walikota muda ini mewanti-wanti agar mereka tetap menerapkan prokotol kesehatan yang dianjurkan pemerintah guna mengurangi potensi terjadinya klaster baru.

“Gula salah satu bahan pokok yang wajib dijaga keberadaannya. Namun saya minta PG Pesantren agar menerapkan protokol nasional pencegahan covid-19,” pesan Mas Abu saat menemui general manager PG Pesantren di Ruang Command Center (14/05).

Sementara itu, Ir. Bambang Hadi N., General Manager PG Pesantren Baru membenarkan bahwa masa giling gula tahun ini mundur pada bulan Juni. Menurutnya PG di Jawa Timur biasanya mengawali musim giling sekitar akhir April hingga awal Mei. Namun tahun ini, pengoperasian pabrik harus diundur karena pada bulan tersebut virus corona sedang gencar-gencarnya masuk Indonesia.

“Pabrik gula se-Jawa Timur sepakat mulai start giling setelah Idul Fitri tepatnya pada tanggal 2 Juni mendatang,” jelas Bambang.

Meski sempat mundur, Bambang memastikan bahwa rendemen gula pada tebu yang dipanen tidak ikut mengalami penurunan. Kualitasnya masih sama bagusnya dengan tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya tebu hasil panen kali ini mengalami musim kering yang relatif lama. “Pertumbuhan tanaman pun lambat, jadi musim panen yang mundur ini jadi pas,” tambahnya.

Terkait dengan produksi gula di PG Pesantren Baru, Bambang memprediksi tetap stabil sebagaimana tahun-tahun sebelumnya. PG Pesantren sendiri mematok target menggiling sekitar 770 ribu ton tebu dengan rendemen 8,38 persen. Sedangkan per musim giling, pabrik bisa memproduksi antara 50 ribu ton – 60 ribu ton gula.

“Target yang kurang lebih sama untuk tahun ini,” tambahnya.

Bila masa giling dimulai nanti, Bambang memastikan bahwa prosesnya akan memperhatikan protokol kesehatan. Seperti penggunaan masker, cek suhu, dan cuci tangan. Sebisa mungkin tetap menjaga jarak aman dan menghindari bergerombol. “Rencana masa giling tahun ini akan berlangsung mulai Juni hingga Bulan September atau Oktober mendatang,” pungkasnya.

Tidak hanya meminta izin beroperasi saja, PG Pesantren Baru juga memberikan bantuan CSR PTPN X berupa 1 ton gula. Rencananya gula tersebut akan disalurkan kepada masyarakat yang berhak melalui program Sinergi untuk Jaring Pengaman Sosial (Si Jamal) Pemkot Kediri. (pro/Dina Rosyidha)

Print Friendly, PDF & Email

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.