READING

Mas Abu Himbau Tidak Ada Usulan Penerima Bansos Ya...

Mas Abu Himbau Tidak Ada Usulan Penerima Bansos Yang Ditolak

KEDIRI – Pemberian bantuan sosial di tengah pandemi corona ini selalu menuai sensitivitas dari masyarakat dimanapun mereka berada. Hal yang sama juga terjadi di Kota Kediri. Meski informasi telah dibuka seluas-luasnya, masih ada saja ketidakpuasan dari warga karena merasa pembagian program bantuan tidak berlangsung merata.

Baca juga : Cek Data Warga Karantina Dan Bansos Kota Melalui Website Ini

Menanggapi hal tersebut, Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar pun menegaskan bahwa pihaknya saat ini masih terus memproses setiap usulan yang masuk. Karena perlu waktu, dia meminta masyarakat agar bersabar terlebih dahulu.

“Kami akan bantu semua masyarakat Kota Kediri yang terdampak. Baik melalui bantuan APBD Kota Kediri, bantuan dari Provinsi Jawa Timur dan bantuan Pemerintah Pusat,” kata Mas Abu di Balaikota Kediri, Selasa (12/5).

Menurutnya, setiap laporan dan usulan dari warga yang membutuhkan bantuan sosial tidak ada yang ditolak Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri. Hanya saja pihaknya perlu waktu untuk melakukan verifikasi dan kroscek ke lapangan. Apakah nama warga yang diusulkan tersebut benar-benar memenuhi kriteria berhak menerima bantuan atau tidak.

Tidak hanya itu, proses verifikasi juga ditujukan agar tidak ada warga yang menjadi penerima bantuan ganda. Sehingga semua bantuan sosial yang disalurkan oleh pemerintah baik daerah, provinsi hingga pusat bisa sama rata dan dirasakan semua warga yang terdampak.

“Bukan berarti masyarakat yang mendaftar di kantor kelurahan seketika itu akan berstatus terdaftar. Kami perlu memprosesnya di Dinas Sosial agar tidak tumpang tindih bantuannya. Jadi mohon bersabar,” tambahnya.

Abu juga menegaskan kepada para penerima bantuan sosial dari pemerintah pusat seperti PKH tidak bisa lagi diusulkan untuk menerima bantuan dari Pemkot Kediri. Jika ada warga yang mendapati ada tetangganya yang menerima dobel, sebaiknya dilaporkan ke petugas terkait untuk ditindaklanjuti.

“Kami mendengar laporan adanya warga yang dapat dua bantuan sekaligus, misal PKH dapat, Kartu Sahabat dapat, ini yang kami antisipasi. Karena warga yang sudah masuk database bantuan Pemerintah Pusat pusat, tidak berhak lagi mendapatkan bantuan APBD,” tambahnya.

Untuk diketahui, jumlah penerima bansos wabah corona saat ini mencapai 23.840 KK yang tersebar di 46 kelurahan di Kota Kediri. Mereka menerima bantuan berupa Kartu Sahabat (Santunan Hadapi Bencana Tunai) yang diisi saldo oleh Pemkot Kediri sebesar Rp 200 ribu per bulan terhitung April hingga Juni nanti. Tidak hanya itu, mereka juga mendapatkan bantuan beras seberat 10 kg untuk masing-masing KK.

Untuk mendapatkan bantuan berupa Kartu Sahabat, Pemkot mempermudah prosesnya. Caranya cukup mendaftar ke kantor kelurahan. Mas Abu mewanti-wanti agar perangkat setempat tidak menolaknya hanya karena terlihat mampu. Semua laporan harus diterima untuk kemudian datanya diverifikasi oleh Dinsos Kota Kediri.

Hal ini untuk menghindari potensi adanya sentimen pribadi antara perangkat dengan warga dalam proses penerimaan usulan bantuan. Hanya saja perlu diingat bahwa ada kriteria penerima bantuan dari Pemkot Kediri sudah jelas. Yakni tidak sedang menerima bantuan dari manapun, tidak ada anggota keluarga yang berstatus PNS/TNI/POLRI, serta matapencaharian pengusul bantuan terputus akibat wabah virus.

“Jadi tidak ada unsur like and dislike, semua warga yang terdampak dan memenuhi kriteria Insyaallah akan kami bantu semua,” pungkasnya. (pro/Dina Rosyidha)

Print Friendly, PDF & Email

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.