READING

Mas Abu Nongol di Kursi Penonton, Atlet Tinju Kage...

Mas Abu Nongol di Kursi Penonton, Atlet Tinju Kaget

TUBAN – Di tengah menghadapi kejuaraan Pekan Olah raga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2019, atlit Kota Kediri mendapat kejutan tak terduga. Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar mendadak muncul di antara penonton cabang olah raga tinju yang digelar, Rabu malam, 10 Juli 2019.

Kemunculan Mas Abu –panggilan Abdullah Abu Bakar- ini sempat mengejutkan para atlit dan official.  Mereka tidak menduga jika di sela kesibukan memimpin pemerintahan Kota Kediri, Mas Abu menyempatkan datang ke Tuban menyaksikan laga final tinju yang diikuti atlet Kediri.

Tak sendirian, Mas Abu ditemani istrinya Fey Veronica menyaksikan adu jotos yang sengit dari kursi penonton hingga tuntas. Usai ngobrol dan memberi semangat, walikota muda ini berfoto bersama di samping ring.

Alih-alih meninggalkan lokasi, Mas Abu menyambangi satu per satu lokasi atlet yang lain. Mengenakan kaos yang jauh dari kesan formal, Mas Abu tampak menikmati percakapan dengan para atlet. “Makan bagaimana? Semua diurus dengan baik kan,” tanyanya.

Mas Abu dan Bu Fey mengunjungi atlet Kota Kediri di ajang Porprov 2019. Foto: Humas Pemkot Kediri

Setelah memastikan seluruh atletnya tak mengalami kendala, Mas Abu angkat kaki dari lokasi venue dan bertolak ke Kediri. Dia berjanji akan sering menyambangi para atlet untuk memberi semangat. Meski tak bisa sertiap hari menjenguk, Mas Abu memastikan para pejabat pemerintah dan Muspida Kota Kediri akan mengunjungi mereka. Hal ini sebagai bentuk dukungan moril kepada para atlet yang berjuang atas nama Kota Kediri.

Dalam kesempatan itu, Mas Abu menyerahkan uang kepada peraih medali perak beregu cabang olah raga tenis lapangan. Hingga saat ini Kota Kediri telah mengumpulkan 48 medali emas.

Kedatangan Mas Abu ke lokasi pertandingan ini tak pelak memompa semangat para atlet untuk berlaga. Kontingen Kota Kediri berhasil mengumpulkan 12 emas, 5 perak, dan 5 perunggu di lintasan Atletik Bumi Wali, Tuban. Hasil ini sekaligus memupus dominasi Kota Surabaya yang mematok cabang ini sebagai lumbung emas. Mereka hanya bisa mengoleksi 1 medali emas, 4 perak, dan 3 perunggu. “Ini membawa kami menjadi juara umum,” kata Joko Arianto, tim monitor evaluasi KONI Kota Kediri kepada Jatimplus.ID di Tuban.

Selain atletik, Kota Kediri juga berjaya di cabang olahraga Wushu dengan raihan 7 medali emas. Cabang angkat berat dan angkat besi juga menyumbang masing-masing 6 medali emas.

Cabang olah raga Wushu juga menyumbang 7 medali emas, yang diperoleh oleh Abi Faturahman, Andrian, Bayu Zulham, Nikmatul Solihah, Jefri Arif, Citra, dan Edo Setyawan di nomor pertandingan 48 kg, 56 kg, 60 kg, 65 kg dan 70 kg.

Reporter : Desis Kurnia
Editor : Hari Tri Wasono

print

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.