READING

Masih Berjuang Zona Hijau, Jumlah Pasien Kota Just...

Masih Berjuang Zona Hijau, Jumlah Pasien Kota Justru Bertambah Tiga Orang

KEDIRI – Jumlah pasien positif COVID-19 Kota Kediri bertambah. Ada tiga orang terkonfirmasi positif setelah dilakukan uji swab. Tidak hanya itu, petugas juga sedang menunggu hasil dari rapid test dari 15 orang lainnya yang berada di satu acara dengan para penderita yang baru saja terdeteksi.

“Sampai hari ini sudah ada 3 orang yang positif berdasarkan hasil swab test, kami menunggu hasil tes dari 15 orang yang hadir untuk menjalankan rapid test tadi,” terang juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Kediri dr. Fauzan Adima M.Kes.

Temuan baru ini disampaikan secara resmi oleh Walikota Abdullah Abu Bakar dalam siaran langsungnya melalui instastory (09/07). Menurutnya, kasus baru ini muncul dari ibadah pemberkatan doa di Klinik El Shadai yang berada di Jalan Mangga, Kelurahan Kaliombo, Kota Kediri.

Mas Abu sendiri sangat menyayangkan kejadian ini karena menjadi penanda masyarakat ternyata mulai menganggap remeh virus corona. Padahal untuk melaksanakan ibadah, sebuah rumah ibadah harus mendapatkan persetujuan terlebih dahulu dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Kediri.

“Sementara ini warga melaksanakannya di klinik kesehatan dan tanpa sepengetahuan petugas,” tambahnya.

Tidak hanya menyoroti pelaksanaannya yang ilegal, Mas Abu juga meminta masyarakat yang terlibat dalam acara tersebut untuk berlaku jujur dan mau melaporkan diri. Menurutnya, laporan yang masuk ke petugas berbeda dengan informasi yang beredar. “Hari ini yang hadir hanya 15 orang, padahal dari informasi yang saya dapat ada 34 warga yang hadir, termasuk 7 orang pendeta dari Jakarta,” ujarnya.

Meski kecewa, Mas Abu berharap masyarakat mau bersama-sama menjaga agar Kota Kediri tidak mengalami penambahan pasien. Termasuk mereka yang ikut terlibat dalam acara di Klinik Elshadai untuk segera memeriksakan diri. “Saya menghimbau kepada warga yang hadir dan belum mengikuti rapid test segera menghubungi Media Center Covid-19 Kota Kediri di nomor 08113787119, bisa melalui WhatsApp,” tegasnya.

Sementara itu, Kota Tahu saat ini masih masuk dalam kategori zona kuning dengan skor 2,92 di tingkat provinsi. Pemerintah setempat masih terus berupaya menjadikan wilayahnya sebagai zona hijau. Beberapa hal yang ditempuh yakni memberikan edukasi kepada masyarakat secara berkelanjutan terkait protokol kesehatan.

Selain itu, Kota Kediri juga masih melakukan pengendalian kegiatan yakni dengan menutup sementara beberapa tempat hiburan seperti bioskop, tempat karaoke, dan tempat wisata selama pemberlakuan status tanggap darurat Covid-19. Namun untuk beberapa tempat publik masih dibuka untuk memenuhi kebutuhan masyarakat seperti pasar, rumah makan dan toko modern dengan tetap menjalankan protokol kesehatan.

Selama masa new normal, sebagian kegiatan pelayanan, perdagangan, pembayaran, ibadah, dan pendidikan Kota Kediri menggunakan sistem online. Beberapa hal yang sudah berjalan seperti perizinan, pelayanan Dispendukcapil dan layanan surat, musrenbang daring, layanan BI Imah (Belanja Instan Dari Rumah), dan pembayaran menggunakan e-money dan QRIS.

Pemkot Kediri juga bekerjasama dengan Bukalapak dan Grab agar masyarakat Kota Kediri bisa menjual produknya secara online dan membentuk mall UMKM di instagram. Kegiatan keagamaan juga masih dalam pengawasan dengan mengurangi kapasitas tempat ibadah dan mengatur jarak aman antar jamaah. Sedangkan untuk kegiatan pendidikan, Pemkot masih terus melakukan pemantauan di lapangan. Jika Kota Kediri sudah berhasil menjadi zona hijau, kegiatan sekolah akan dikondisikan menuju masa transisi. (pro/Dina Rosyidha)

Print Friendly, PDF & Email

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.