READING

Masih Dibayangi Corona, Pemkot Ketati Pelaksanaan ...

Masih Dibayangi Corona, Pemkot Ketati Pelaksanaan Idul Adha

KEDIRI – Hari raya Idul Adha sebentar lagi. Meski teror COVID-19 belum sepenuhnya menghilang, Pemkot Kediri tidak melarang pelaksanaan salat Id berjamaah. Hanya saja pelaksanaannya harus menerapkan protokol kesehatan secara ketat agar kegiatan peribadatan ini tidak menjadi penyebab ledakan pasien baru di Kota Tahu.

Keputusan ini disampaikan langsung oleh Walikota Kediri, Abdullah Abu Bakar dalam rapat koordinasi bersama pihak-pihak terkait. Dalam rapat yang digelar di Ruang Joyoboyo, Balaikota Kediri tadi siang (21/07), ada dua poin utama yang disoroti. Pertama terkait pelaksanaan salat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban.

Untuk pelaksanaan salat Id, Pemerintah Kota Kediri tidak melakukan pelarangan . Hal ini menyesuaikan dengan kebijakan pemberlakuan era new normal sesuai instruksi dari pemerintah pusat. Dengan catatan, pelaksanaan salat id tetap harus menerapkan protokol kesehatan secara ketat seperti menggunakan masker selama salat, menjaga jarak shaf, dan mensterilisasi diri menggunakan cairan antiseptik.

Apalagi belum lama ini ada temuan baru yang disampaikan WHO bahwa virus corona bisa menyebar melalui udara. Makanya Mas Abu pun menekankan agar pelaksanaan salat Id dilakukan di tempat yang memiliki sirkulasi udara yang bagus.

Meski tidak melarang salat Id berjamaah, walikota yang menjabat dua periode ini tetap menganjurkan masyarakat untuk salat berjamaah dengan keluarga masing-masing di rumah. Agar potensi penyebaran virus bisa semakin ditekan. “Kami selaku pemerintah menyampaikan bahwasannya kami tidak melarang yang mau salat. Tapi sebaiknya salat di rumah. Kalau mau salat dilakukan dengan protokol kesehatan supaya kita bisa saling menjaga” jelasnya.

Tidak hanya tentang salat berjamaahnya saja, pelaksanaan pemotongan hewan kurban juga diatur. Mas Abu menghimbau agar pelaksanaan kurban tidak dilakukan sekaligus di hari yang sama jika hewan yang disembelih banyak. Pasalnya dikhawatirkan hal ini akan menimbulkan kerumunan masyarakat.

Dengan menyembelihnya secara bertahap, diharapkan penerimanya juga bisa mengambil jatah hewan kurban secara bergiliran. Tidak dalam satu hari. Kurban sendiri pada dasarnya dapat dilaksanakan selama hari tasyrik yakni tiga hari sejak dilaksanakannya salat Id. Dengan demikian, pelaksanaan kurban bisa berjalan aman dan tidak menyalahi aturan agama.

Selain dilakukan bertahap, panitia kurban diharapkan membagikan jatah hewan kurban dengan menggunakan sistem kupon. Atau lebih bagusnya dengan mengantarkan langsung hasil sembelihan ke setiap rumah penerimanya. Hal ini ditujukan agar tidak sampai terjadi kerumunan di tempat penyembelihan.

“Semua rangkaian pelaksanaan Idul Adha ini harus memperhatikan protokol kesehatan,” tegasnya. (pro/Dina Rosyidha)

Print Friendly, PDF & Email

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.