READING

Mata Mudah Lelah Selama WFH? Berikut Triknya

Mata Mudah Lelah Selama WFH? Berikut Triknya

Selama bekerja di rumah, mata kita pasti tidak jauh-jauh dari layar laptop maupun ponsel. Begitu pula dengan para siswa yang seharian harus belajar dan mencari hiburan melalui gawai masing-masing. Padahal kebiasaan ini tidak baik bagi kesehatan mata jika dilakukan dalam jangka waktu lama.

Apalah daya, kebiasaan buruk tersebut tetap harus dilakukan ditengah tuntutan pekerjaan maupun tugas kuliah. Untuk itu, Tan Yar Li, dokter mata dari Gleneagles Hospital, Singapura berbagi tips menjaga kesehatan mata selama work from home.

Sesuaikan posisi layar

Usahakan layar komputer berada tepat dihadapan kita namun jangan sampai batas atas layar melebihi ketinggian mata Anda. Melihat layar dengan posisi mata menatap ke atas membuat mata menjadi lebih mudah tegang. Tidak hanya ketinggian, jarak sehat antara mata dengan layar monitor sekitar satu lengan.

Atur kecerahan dan kontras layar

Tidak ada patokan khusus untuk tingkat kecerahan layar yang ideal. Terlalu redup maupun terlalu terang tidak bagus bagi kesehatan mata. Maka sesuaikan kecerahan layar dengan kondisi ruangan tempat Anda bekerja. Perbedaan kecerahan yang jauh berbeda antara layar dengan lingkungan sekitar bisa membuat mata mudah lelah karena pupil harus melebar dan menyempit dalam waktu cepat.

Pergerakan pupil ini dipengaruhi olrh jumlah cahaya yang masuk. Jika cahaya tinggi pupil menyempit, begitu pula sebaiknya. Agar mata tidak mudah lelah, jaga agar pupil tidak bekerja terlalu berat. Selain mengatur kecerahan layar, hindari pula bekerja di tempat yang terlampau gelap.

Minimalkan efek silau dari layar

Anda bisa memasang pelindung layar anti silau atau matte screen protector untuk mengurangi radiasi cahaya dari monitor. Jika Anda mengenakan kacamata, belilah lensa dengan lapisan anti pantulan (AR). Lensa ini dapat membantu mengurangi efek silau dari layar gawai.

Selain itu Anda juga bisa mengurangi efek silau dari lingkungan sekitar dengan menggunakan tirai. Usahakan agar posisi monitor berada di samping sumber cahaya. Hindari posisi jendela di depan atau di belakang layar Anda.

Pilih kacamata yang tepat

Anda dapat menemui dokter mata untuk berkonsultasi tentang kacamata yang sebaiknya anda gunakan ketika bekerja di depan Komputer. Hindari mengenakan lensa kontak karena bisa memperburuk gejala mata kering.

Terapkan aturan 20-20-20

Maksud dari aturan ini adalah setelah 20 menit menatap layar, alihkan pandangan dan lihatlah sesuatu yang berjarak 20 kaki dalam waktu setidaknya 20 detik.

Istirahat di sela-sela pekerjaan

Istirahat setiap 30 menit sekali menjadi penting. Tinggalkan gawai dan lakukan gerakan sederhana. Bisa dengan jalan-jalan keluar ruangan, meregangkan lengan tangan dan kaki, serta melakukan peregangan ringan pada leher, bahu, dan punggung. Gerakan ini bisa mengurangi nyeri pada bagian-bagian yang menyangga tubuh selama bekerja di depan komputer.

Mengedipkan mata

Ketika menggunakan gawai, orang secara tidak sadar lupa kedipan mata cenderung menurun. Ini dikarenakan mereka terlalu fokus memperhatikan konten yang ada di dalam layar. Kedipan ini penting untuk menjaga kelembaban bola mata. Maka usahakan untuk mengedipkan mata secara berkala ketika menatap layar gawai Anda.

Gunakan cairan mata buatan

Anda bisa membeli produk tetes mata yang dijual bebas di pasaran. Cairan ini bisa mengurangi mata kering. Anda juga dapat meminta saran dokter mata, cairan produk mana yang direkomendasikan sesuai dengan kebutuhan Anda. Untuk obat tetes yang mengandung pengawet, jangan menggunakannya lebih dari 4 kali sehari.

Perhatikan kualitas dan kelembaban uadara sekitar

Hindari mengarahkan kipas angin langsung ke wajah karena dapat mengeringkan mata lebih cepat. Jaga terus kelembaban mata dengan cara-cara yang disampaikan sebelumnya. Atau letakkan pelembab ruangan di dekat meja kerja Anda.

Mata kejang yang terjadi pada pengguna gawai bersifat sementara dan bisa berkurang setelah berhenti menggunakannya. Namun jika terus terjadi, maka sebaiknya kunjungi dokter spesialis untuk diperiksa lebih lanjut.

Penulis : Dina Rosyidha  

Print Friendly, PDF & Email

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.