Pindah Agama Ternyata Gak Rumit

KEDIRI – Belakangan publik tanah air dibanjiri berita para pesohor yang pindah agama. Setelah mentalist Deddy Corbuzier memutuskan menjadi mualaf, kini selebgram Salmafina dikabarkan memeluk Nasrani.

Berita kepindahan agama Salmafina dari Muslim menjadi Nasrani membanjiri lini masa media sosial. Isu seputar anak pengacara Sunan Kalijaga ini bahkan menempati posisi atas daftar pencarian berita di Google dan platform media daring.

Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, pindah agama adalah keputusan terbesar dalam hidup. Bahkan tak sedikit pasangan yang tetap mempertahankan keyakinan mereka meski terikat dalam pernikahan.

Namun demikian, secara administratif negara mengatur tata cara pindah agama yang menjadi hak warga negara. Artinya, pindah agama bukan perbuatan terlarang di Indonesia.

Dari kaca mata hukum, perubahan agama merupakan peristiwa kependudukan yang harus dilaporkan karena membawa akibat penerbitan atau perubahan Kartu Keluarga, Kartu Tanda Penduduk, dan atau surat keterangan kependudukan lain. Seperti pindah datang, perubahan alamat, serta status tinggal terbatas menjadi tinggal tetap.

Proses perubahan agama pada KTP sebenarnya cukup mudah. Setelah menyelesaikan proses pindah agama sesuai keyakinan yang dianut, tinggal melaporkan kepada kantor kelurahan dengan mengisi formulir. Dilengkapi pula dengan lampiran surat pembaptisan dari Gereja (jika memeluk Nasrani) seperti yang dilakukan Salmafina.

Selanjutnya pihak kelurahan yang akan mendaftar perubahan agama tersebut dan meneruskan ke Kantor Kependudukan dan Catatan Sipil. Setelah berkas terverifikasi, KTP baru akan dikeluarkan dengan identitas agama baru.

Tak cukup di sini. Pergantian identitas pada KTP harus diikuti perubahan status agama pada Kartu Keluarga. Prosesnya hampir sama dengan perubahan KTP, yakni mendatangi kantor kelurahan dengan membawa KTP baru yang telah berganti agama. Selanjutnya petugas kelurahan akan meminta fotokopi KTP tersebut untuk menjadi acuan pengisian KK baru.

Syarat-Syarat Pembuatan KK

  • Surat Pengantar RT/RW
  • Biodata penduduk
  • KTP lama
  • Asli dan Fotokopi Kutipan Akta Perkawinan/Akta Nikah
  • Asli dan Fotokopi Izin Tinggal Tetap bagi Orang Asing
  • Surat Keterangan Pindah/Surat Keterangan Pindah Datang (SKP/SKPD)
  • Surat Keterangan Datang dari Luar Negeri (SKDLN) bagi WNI yang datang dari luar negeri.

Reporter: Hari Tri Wasono
Editor: Hari Tri Wasono

print

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.