READING

Melamar Pekerjaan Melalui Platform Online, Waspada...

Melamar Pekerjaan Melalui Platform Online, Waspadai Empat Hal Ini

Modus penipuan melalui media elektronik saat ini semakin beragam caranya. Salah satunya dengan melakukan penawaran kerja. Pasalnya, ada banyak para pencari kerja yang saat ini membutuhkan pekerjaan sehingga modus penipuan melalui tawaran kerja ini cukup efektif dalam menggaet korban.

Apalagi saat ini sebagian besar perusahaan memasang iklan lowongan kerja melalui media elektronik. Ada yang menyantumkannya dalam laman resmi perusahaan mereka, ada pula yang melalui media sosial dan akun-akun base khusus para pencari kerja. Beberapa juga menggunakan platform lowongan kerja.

Beberapa platform yang paling popular di kalangan para pencari kerja ada Jobstreet. Portal ini dinilai oleh sebagian besar penggunanya cukup user friendly dan mudah digunakan. Selain Jobstreet memiliki paling banyak penawaran pekerjaan dari berbagai daerah dan beragam jenis pekerjaan.

Di Jobstreet, kita bisa mendapatkan informasi yang cukup lengkap tentang pekerjaan yang ditawarkan. Selain nama perusahaan, alamat, dan profil perusahaan, kita juga bisa mengetahui detail pekerjaan dan berapa gaji yang ditawarkan oleh perusahaan. Saking banyaknya, pengguna bisa melakukan filter pekerjaan dengan memasukkan sejumlah kata kunci.

Bisa berdasarkan jenis pekerjaannya, lokasi perusahaan, tingkat pendidikan yang dibutuhkan, hingga besaran gaji yang diinginkan. Bahkan hampir setiap hari Jobstreet juga memberikan pesan elektronik berupa notifikasi ke alamat email para penggunanya tentang lowongan-lowongan pekerjaan terbaru.

Ada pula platform lain seperti Linkedin, Kalibrrr, Glints hingga Tech In Asia Jobs. Masing-masing memiliki keunggulan dan mekanisme pendaftaran yang berbeda. Biasanya, pekerjaan yang ada di platform tersebut tingkat akurasinya lebih besar. Ini dikarenakan hampir semuanya menampilkan profil perusahaan secara lengkap berikut laman resminya.

Namun tidak jarang ada banyak lowongan pekerjaan yang sebenarnya hanya sampah dan bersifat palsu. Apalagi info-info pekerjaan yang ada di media sosial yang hanya mencantumkan nama perusahaan secara asal-asalan, pekerjaan yang ditawarkan dan nomor ponsel orang yang bisa dihubungi bagi yang membutuhkan.

Ada pula lowongan pekerjaan yang mencatut nama besar perusahaan tertentu namun sebenarnya rekrutmen tersebut bersifat fiktif. Hal ini sering terjadi dan membuat para pencari pekerjaan terjebak terhadap modus penipuan. Bahkan ada sebagian yang justru berujung pada penjualan manusia (trafficking) atau dipekerjakan untuk hal yang tidak semestinya.

Saking banyaknya informasi lowongan yang beredar membuat para pencari kerja menjadi kesulitan membedakan antara yang fiktif atau riil ada. Namun jangan resah. Ada beberapa hal yang harus dijadikan acuan ketika akan melamar pekerjaan.

  1. Cek laman resmi perusahaan

Ketika menemui sebuah informasi lowongan pekerjaan, usahakan untuk selalu mengeceknya di website resmi pekerjaan. Selain mendapatkan informasi valid, biasanya perusahaan besar meminta pelamar mendaftar langsung di laman tersebut. Yakni dengan mengisi formulir identitas hingga mengunggah riwayat hidup dan berkas-berkas terkait di laman tersebut.

  • Perhatikan alamat email yang digunakan.

Perusahaan besar (non start-up) biasanya menggunakan alamat email dengan domain khusus. Misalkan hrd@perusahaan.com. Bukan menggunakan alamat email gratisan seperti gmail atau yahoo. Jika alamat email yang digunakan adalah email gratisan, kita tetap boleh melamar, namun harus berhati-hati dan selalu waspada akan adanya potensi penipuan.

  • Panggilan wawancara menggunakan pesan singkat atau panggilan telepon seluler.

Biasanya panggilan interview disampaikan secara resmi melalui email. Beberapa juga melalui panggilan telepon. Namun kita perlu waspada jika yang menelepon kita adalah nomor telepon seluler karena biasanya perusahaan resmi lebih senang melakukan panggilan melalui telepon kantor bukan ponsel pribadi.

  • Segera acuhkan jika ada indikasi minta sejumlah uang

Biasanya permintaan pembayaran uang ini disampaikan ketika baru akan melakukan wawancara. Modusnya digunakan untuk membayar uang transport berupa tiket pesawat. Atau bisa juga disampaikan dalam rangkaian proses wawancara. Modusnya untuk membayar uang cek kesehatan.

Jika sudah ada indikasi kita harus membayar sejumlah uang, sebaiknya segera abaikan dan tinggalkan lokasi wawancara. Begitu pula dengan aturan para pelamar harus meninggalkan surat penting seperti ijazah terakhir atau sertifikat keahlian asli di tempat kerja tersebut.

Mungkin ada sebagian perusahaan mempersyaratkan hal tersebut. Namun hal ini sangat berisiko tinggi bagi pelamar itu sendiri. Ketika kita meninggalkan surat penting di perusahaan, hal tersebut bisa menjadi cara perusahaan menjerat pelamar untuk harus selalu terikat dengan perusahaan tersebut meski kita hanya dibayar dengan upah kecil, gaji menunggak, atau aturan kerja yang menekan.

Penulis : Dina Rosyidha
Editor: Titik Kartitiani

Print Friendly, PDF & Email

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.