READING

Melawan Hama Tikus : Dari Pasang Racun Hingga Saye...

Melawan Hama Tikus : Dari Pasang Racun Hingga Sayembara Perang

JOMBANG – Puluhan petani  di Desa Sentul Kecamatan Tembelang Jombang Jawa Timur bersama TNI-Polri  berperang melawan tikus. Dengan membawa sejumlah peralatan, mereka  memburu hewan yang sudah mencuri bakal pangan warga dan membuat petani merugi akibat gagal panen. “Dari 15 desa  hampir semuanya di Kecamatan Tembelang, kurang lebih luasan lahan dua ribu hektar  di serang tikus,” ujar Muhtar Camat Tembelang pada Jatimplus.ID, usai melakukan gerakan pembrantasan hama tikus.

Hama tikus ini biasanya menyerang lahan pertanian warga saat malam hari. Baik tanaman yang akan digunakan untuk bibit  maupun tanaman yang sudah mulai berbuah. Saat menyerang bibit, tikus biasanya memakan  bagian batang tanaman hingga bibit habis dan tidak bisa tumbuh. Sedangkan pada tanaman remaja apalagi berbuah hewan pengerat ini memakan buah dan batangnya.

“Menjelang musim tanam padi ini kita akan bersama-sama melakukan pembasmian agar tidak mengganggu  musim tanam tahun pertama di tahun 2020 ini,” harapnya.

Dalam aksi ini petani menggunakan sejumlah alat untuk melakukan pembasmian. Ada dua alat yang digunakan yakni alat yang di sebut  gama dan josma. Alat hasil modifikasi  ini fungsinya sama yaitu melakukan pengasapan dengan belerang ke lubang tikus yang berada di lereng dan tangkis lahan pertanian. Untuk josma warga menggunakan LPG dalam melakukan pembakaran belerang yang dicampur sekam. Sedang untuk gama petani menggunakan kipas pembakaran yang diputar secara manual.

“Biasanya tikus akan keluar karena tidak kuat dengan asap bau belerang yang dikeluarkan dua alat ini.  Saat tikus  keluar dari lubang warga yang berjaga langsung memukul hingga mati,” jelas Muhlison seorang petani yang ikut dalam pembasmian ini.  

Selain menggunakan dua alat ini, sebagian warga ada yang menggunakan anjing pelacak untuk mengendus dan memburu hewan pengerat ini. Anjing pelacak didatangkan dari seorang pawang yang memang biasa melayani perburuan hama tikus.

Kades Sentul Nasutiono mengakui bahwa serangan hama yang sudah terjadi sejak beberapa tahun terkahir ini sangat meresahkan warga di daerahnya. Pasalnya hampir 65 persen warganya adalah petani yang menggantungkan hidup dari bercocok tanam. “Masyarakat di sini mayoritas bertani dan mengandalkan kehidupan dari sektor ini,” imbuh Nasutiono.

Bahkan sebagian petani yang sudah geram dengan serangan hama ini memberikan sayembara pada warga untuk memburu tikus. Dalam sayembara ini petani akan memberikan imbalan  uang sebesar Rp 750 hingga Rp 1000 untuk setiap ekor tikus yang dikumpulkan. Mereka rela patungan untuk melakukan pembasmian. “Dalam waktu semalam warga bisa mendapatkan seribu tikus biasanya,” ceritanya.

Serangan hama ini tidak hanya terjadi di Kecamatan Tembelang. Sejumlah kawasan pertanian di Kecamatan Megaluh, Kesamben, Sumobito, Mojagung, Peterongan dan sejumlah wilayah lain juga mengalami serangan yang sama. Pertani berharap pemerintah memberikan solusi cepat untuk melakukan penanggulangan serangan hama ini.

Reporter: Lufi Syailendra
Editor: Prasto Wardoyo

Print Friendly, PDF & Email

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.