READING

Melihat Harmoni Kota Kediri dalam Parade Mobil Hia...

Melihat Harmoni Kota Kediri dalam Parade Mobil Hias

KEDIRI– Bukan sekadar hiburan, parade mobil hias Kota Kediri yang digelar tiap tahun dalam rangka hari jadi  Kota Kediri yang ke-1140 menunjukkan sebuah kota yang harmonis dengan beragam elemen masyarakat penyusunnya.

Masyarakat sudah memadati jalan yang menjadi rute pada mobil hias ini lewat. Rute melalui Jalan Letjend Suprapto-Agus Salim-Semeru-Jaksa Agung Suprapto-Jembatan Brawijaya-Diponegoro dan Jendral Basuki Rahmat. Tepat pukul 13.30 WIB, parade mobil hias diberangkatkan langsung oleh Walikota Kediri, Abdullah Abu Bakar.

Pada rute menjelang akhir, tepatnya di Jembatan Brawijaya pada pukul 16.30 WIB. Artinya, masyarakat rela menunggu lebih dari 3 jam menunggu arak-arakkan 63 kendaraan hias yang melintas tak lebih 30 menit. Ada hiburan. Ada ketakjuban. Ada pula rasa kebanggaan akan kekayaan budaya kota yang mereka tinggali.

Pada parade itu, sejumlah instansi baik instansi pemerintah maupun swasta ikut berpartsipasi dengan menampilkan keindahan budaya sesuai yang mereka pahami. Rata-rata menampilkan busana tradisional selain juga busana seragam institusi masing-masing. Di tengah mencuatnya arus polarisasi, Kota Kediri tampil memberi porsi pada semua kesenian untuk tampil di ruang publik mengisi sisi-sisi kota dengan keindahan.

Kesenian yang digambarkan dalam mobil hias mulai dari busana, simbol-simbol tarian hingga arsitektur bersejarah yang ada di Kota Kediri. Misalnya ada mobil yang menampilkan jaranan dan topeng panji. Selain itu, juga bangunan kekinian yaitu Jembatan Brawijaya yang baru diresmikan tahun ini menggantikan jembatan lama yang kini ditetapkan sebagai cagar budaya. Jembatan dengan konstruksi besi pertama di Jawa yang dibangun oleh pada Sytze Westerbaan Muurling pada 18 Maret 1869

“Saya senang sekali makin banyak yang mau ikut. Sejak dari tadi pagi saya lihat sudah cukup banyak masyarakat menunggu di pinggir jalan untuk melihat parade mobil hias ini. Mudah-mudahan parade ini menjadi hiburan, tontonan yang positif bagi masyarakat Kota Kediri,” kata Mas Abu saat melepas parade mobil hias. Sebuah harapan tersemat, bahwa  Kota Kediri semakin maju, sukses, dan semakin dapat menyejahterakan masyarakat (Titik Kartitiani).

Abdullah Abu Bakar, Walikota Kediri, melepas parade mobil hias.
FOTO: Dok. Humas Pemkot
Salah satu peserta parade mobil hias yang menampilkan arsitektur di Kota Kediri.
FOTO: JATIMPLUS.ID/Titik Kartitiani
Parade mobil hias dengan busana tradisional.
FOTO: JATIMPLUS.ID/Titik Kartitiani
Busana tradisional dalam parade mobil hias.
FOTO: JATIMPLUS.ID/Titik Kartitiani
Busana tradisional dan arsitektur candi bentar dalam parade mobil hias.
FOTO: JATIMPLUS.ID/Titik Kartitiani
Urban farming yang ditampilkan dalam parade mobil hias. FOTO: JATIMPLUS.ID/Rochmadtulloh.
Print Friendly, PDF & Email

Titik Kartitiani

sunset lover, traveler, writer, and fulltime dreamer :)

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.