READING

Melihat Keelokan Karya Seni Kain Jumputan Kota Ked...

Melihat Keelokan Karya Seni Kain Jumputan Kota Kediri

KEDIRI- Namanya Kain Jumputan Galuh Kediri, dan merupakan satu satunya produsen kain jumputan di Kota Kediri. Di tangan Rika Kusumaningrum, karya seni yang memakai tekhnik ikat dan celup ini menjadi juara pertama Lomba Enterpreneur Muda Syariah yang mewakili Kantor Perwakilan BI Kediri.

Jumputan sendiri berasal dari istilah Jawa, yakni  menjumput, memungut  atau mengambil dengan dua jari tangan. Sesuai namanya, keindahan motif dan warna kain jumputan melalui proses ikat dan pewarnaan pada bagian kain yang diinginkan.  

Pada bulan November mendatang, Rika akan membawa karya seni kain jumputannya  ke ajang Festival Ekonomi Syariah tingkat provinsi. “Semoga nanti bisa juara, “tuturnya.  

Kain Jumputan Galuh Kadiri sendiri awalnya terinspirasi dari kain sasirangan Kalimantan. Pada tahun 2010, Rika yang juga alumni STAIN Kediri memulai langkahnya dengan mengangkat tema lokal.

Sebelum menemukan motif yang khas dan menarik minat masyarakat, upaya Rika melalui proses trial and error berkali kali. “Kalau ditanya habis berapa lembar kain untuk berhasil, saya tidak bisa menjawabnya karena tidak terhitung lagi. Bahkan sekarang kita masih terus mencoba-coba motif baru, ”bebernya.

Selain motif yang khas, Rika juga terus memperbanyak motif kain jumputannya. Ia berupaya mengantisipasi kebosanan konsumen termasuk juga memberi banyak pilihan saat mereka berbelanja.

Bahkan Rika juga melayani pemesanan dengan motif dan warna sesuai request. “Kita menerima produk custom yang disesuaikan dengan keinginan pembeli. Berapapun jumlahnya mau yang partai besar atau hanya satu lembar saja tetap kita layani,” tandas Rika.

Antara kain batik dengan kain jumputan sepintas memiliki karakter yang hampir sama, yakni terutama pada bentuk motif dan pewarnaan. Bedanya kain batik melalui proses mencanting, sedangkan motif kain jumputan mengandalkan metode  tusuk jelujur.

Tekhnisnya, setelah proses jelujur berjalan sesuai motif yang diinginkan, selanjutnya kain diwarna sesuai model. Jelujur lalu dibongkar setelah proses penguncian warna dan pengeringan selesai dilakukan.

“Di sinilah seni membuat kain jumputan yang bisa memberikan efek deg-deg serr.. Apakah jelujuran sudah bisa menghasilkan motif yang benar sesuai harapan atau tidak, ”katanya.

Untuk pemula, selembar kain berukuran 2 meter butuh proses dua minggu. Sedangkan untuk yang sudah terbiasa, sehari bisa menjelujur sebanyak dua kain sekaligus. “Saat ini ada setidaknya 20 ibu-ibu sekitar yang saya gandeng untuk menjadi mitra di kain Jumputan Galuh Kadiri, “terangnya.

Rika tidak hanya menjual produk dalam bentuk kain. Ia juga menjajakan kain jumputan berupa baju jadi. Tidak hanya itu. Perempuan asal Kelurahan Dermo, Mojoroto, Kota Kediri tersebut juga membuka kursus modes fashion untuk siapa saja. Termasuk melakukan pelatihan secara cuma cuma kepada ibu pensiunan, ibu PKK, dan dharmawanita.

Untuk pemasaran, saat ini Kain Jumputan Galuh Kadiri memiliki galeri di Perumahan Griya Intan Asri, Kelurahan Dermo dan satu galeri di Kantor Provinsi Jatim. “Selain itu juga bekerjasama dengan beberapa reseller toko batik, “paparnya.  

Usaha yang menggunakan sistem keuangan syariah itu juga memanfaatkan marketing online seperti instagram, facebook dan tokopedia. Meski karyanya sudah dikenal dimana mana, yakni termasuk ada yang membawa sebagai oleh oleh ke luar negeri, Rika mengaku belum berani merambah pasar ekspor.  

Dari pantauannya, hanya melalui buah tangan, karya jumputannya sudah mencapai Amerika, Inggris dan beberapa negara di Asia seperti Malaysia dan Singapura. “Alhamdulillah semoga kain jumputan Kota Kediri bisa semakin dikenal dan memberikan berkah untuk para ibu yang bekerja di Kain Jumputan Galuh Kadiri, ”pungkasnya.

Reporter : Dina Rosyidha
Editor : Mas Garendi

Print Friendly, PDF & Email

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.