Memburu Kaum Sodom Milenial

Tulungagung – Tim Cyber Kepolisian memburu admin grup facebook penyuka sejenis (gay) di Tulungagung, Blitar, dan Kediri. Grup yang telah memiliki anggota 4.341 orang itu telah meresahkan warganet.

Upaya pelacakan admin grup facebook bernama Gay Tulungagung Blitar Kediri ini dilakukan aparat kepolisian sejak beberapa hari ini. Petugas menyisir aktivitas dan keanggotaan grup tersebut, termasuk identitas admin. “Kita masih dalami grup itu karena memicu keresahan,” kata Kapolres Blitar AKBP Anisullah M. Ridha, Rabu 24 Oktober 2018.

Menurut informasi yang tercantum dalam akun tersebut, grup ini telah berdiri sejak tahun 2013. Saat ini jumlah anggotanya telah mencapai 4.341 anggota yang tersebar di Tulungagung, Blitar, dan Tulungagung.

Tak hanya Kepolisian Resor Blitar yang ketiban sampur, Polres Tulungagung pun juga bergerak. Tim Cyber mereka telah berselancar ke dunia maya untuk memburu admin Gay ini. “Kami sudah mulai melakukan pelacakan,” kata Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar.

Melihat jumlah anggota yang tergabung dalam grup itu, cukup membuat kita ketar-ketir. Jika anggota tersebut benar-benar konkrit dan bukan abal-abal, peluang mencurigai orang sekitar terlibat di dalamnya menjadi besar. Apalagi perilaku kaum gay tak bisa diidentifikasi dengan kasat mata.

Keberadaan kaum gay di peradaban manusia sebenarnya bukan hal baru. Para pengidap kelainan seksual ini bahkan telah ada di jaman Nabi Luth dan dikenal sebagai kaum sodom. Nabi Luth adalah anak keponakan Nabi Ibrahim.

Dalam kisahnya, Nabi Luth diperintahkan oleh Allah untuk menetap di sebuah daerah bernama Sadum (Sodom), sebuah daerah di kawasan Yordania. Masyarakat yang bermukim di sana indentik dengan kerusakan moral yang cukup parah, terutama dalam berperilaku seksual. Selain tak memiliki agama, tindak kejahatan menjadi hal biasa sehari-hari.

Untuk perilaku seksual, kaum Sodom menganut seks bebas. Mereka bebas melakukan hubungan seks dengan siapa saja. Bahkan kaum Sodom bisa berhubungan seks dengan sesama jenis baik perempuan maupun laki-laki.

Tak tahan dengan perilaku mereka, Nabi Luth berdoa kepada Allah SWT untuk memohon pertolongan. Dia masih berharap kaum Sodom bisa kembali pada ajaran agama dan hidup bermasyarakat dengan baik.

Namun Allah memiliki ketetapan lain. Dia memutuskan mengirim sejumlah malaikat ke kota itu untuk memberi hukuman. Dalam waktu singkat, hancurlah seluruh isi kota dan melenyapkan kaum Sodom dalam waktu singkat. (*)

 

 

Print Friendly, PDF & Email

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.