READING

Mencicipi Renyahnya Stik Empon empon Kota Kediri

Mencicipi Renyahnya Stik Empon empon Kota Kediri

KEDIRI- Pada galibnya orang menganggap tanaman empon-empon hanya cocok untuk olahan bahan jamu dan bumbu makanan. Siapa sangka jika tumbuhan jenis rimpang itu ternyata bisa juga dinikmati sebagai camilan yang menggoda lidah.

Adalah Atik Susilo, yang melakukan terobosan itu dengan membuat camilan berbentuk stik berbahan rempah-rempah. Ada dua produk, yakni stik jahe dan temulawak yang sudah ia lempar ke pasar.

Serupa jajanan stik pada umumnya, stik rempah rempah juga berbentuk panjang, serupa korek api, kering, dan saat digigit, terasa kres renyahnya.

Bedanya, selain gurih, cemilan ini juga mengandung sensasi rasa jahe dan temulawak. Uniknya tidak ada rasa pahit yang bisa merusak rasa lainnya. Yang terpenting lagi khasiatnya tetap terjaga. “Jadi ini makanan ringan yang sehat, ”terang Atik kepada Jatimplus.ID.

Bermacam komentar datang dari para pelanggan. Mulai efek hangat jahe yang menurut mereka tetap terasa. Meskipun demikian juga  diakui rasa hangat itu tidak sebesar seperti halnya  menyeruput wedang jahe atau mengonsumsinya dalam bentuk segar.

“Makanan ini tidak hanya digemari orang-orang tua saja tetapi anak-anak pun bisa menikmatinya karena memang tidak pahit kayak minum jamu, ”tambahnya ketika di temui di rumahnya di RT 05/ RW 02, Kelurahan Kampungdalem, Kota Kediri.

Sebelumnya Atik sudah cukup lama berkecimpung dalam pembuatan makanan ringan berbentuk stik. Awalnya hanya bermain di sekitar rasa bawang dan gurih saja.

Baru pada tahun 2018 lalu, ia mulai mencoba rasa lain yang lebih unik dan berbeda, dan akhirnya dipilihlah  komoditas empon-empon.

Selain unik dan beda, pemilihan produk empon empon sebagai upaya pengembangan program kampung jamu di lingkungan rumahnya.

“Alhamdulillah, pelanggan tetap senang dengan produk saya. Selalu habis bahkan banyak juga yang pesan, ”tambah perempuan berusia 51 tahun itu.

Menurut Atik, proses pembuatan stik empon empon  tidak banyak berbeda dengan stik biasa. Ia memakai bahan utama tepung terigu, ditambah  gula dan garam secukupnya. Begitu adonan jadi ditambahkan air perasan jahe dan temulawak. Tambahan itu mengubah rasa menjadi khas.

Penggunaan hanya air perasan menurut Atik untuk menghilangkan unsur pahit dari empon empon. Caranya, empon-empon yang sudah tercuci bersih dan terkupas, dipotong dan dihaluskan.

Begitu usai digiling dan diperas, Atik membiarkan beberapa saat sampai sari pati empon empon mengendap. Ia hanya memakai air perasannya saja. Sementara sari pati yang bisa membuat timbulnya rasa pahit tidak digunakan.

“Saya awalnya nyoba-nyoba. Tidak langsung berhasil, ”curhat ibu dua anak tersebut.

Saat ini Atik telah memproduksi stik jahe dan temulawak rutin setiap hari. Hanya saja kapasitasnya masih terbatas yakni tiga kilogram dan itu hanya ia pasarkan di Kota Kediri dan sekitarnya. Hal ini dikarenakan produksi dilakukan mandiri dan memakai perkakas sederhana.

Kemasan stik jahe dan temulawak juga masih konvensional, yakni menggunakan plastik bening tebal. Dalam pengemasan Atik dibantu pemuda karang taruna yang terlibat dalam desain dan packaging.

Para pemuda itu sesekali juga membantu pemasaran melaluimedia sosial. Untuk itu sebagian laba penjualan ia bagi ke Kube Jamune sebagai bagi hasil.

Atik menjual stik bermerek “Jamune” itu dengan bandrol  Rp 10 ribu per bungkus dengan berat 150 gram. 

Meski masih relatif kecil, juga bersama pemuda karang taruna Atik berharap bisa mengajak ibu ibu lain untuk mengembangkan produk bersama sama. Sehingga ke depannya produk yang tergolong unik tersebut bisa semakin meluas.

“Ini perizinannya juga sedang diurus. Semoga bisa dikembangkan bareng ibu-ibu di lingkungan sini,” pungkasnya.

Reporter : Dina Rosyidha
Editor : Mas Garendi

Print Friendly, PDF & Email

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.