READING

Mengenal Anjelo, Sosok di Lingkaran Bisnis Esek Es...

Mengenal Anjelo, Sosok di Lingkaran Bisnis Esek Esek

KEDIRI – Tak banyak yang tahu jika bisnis esek-esek telah melibatkan banyak pihak selain pekerja seks komersial dan konsumen. Salah satunya adalah anjelo, yang merupakan akronim dari “antar jemput lonte”.

Peran anjelo menjadi penting dalam berjalannya bisnis prostitusi sebagai pengantar pekerja seks kepada konsumen. Hal ini terutama berlaku di lingkaran prostitusi online yang tak mempertemukan secara langsung seorang pekerja seks dengan konsumen seperti lokalisasi.

Andika, sebut saja begitu, 32 tahun, adalah mantan anjelo yang beroperasi di wilayah Kediri. Hampir setiap malam dia bekerja menjemput pekerja seks dari tempat kost mereka untuk diantar ke tempat kencan. “Kalau tidak rumah karaoke ya, penginapan,” katanya saat berbincang dengan Jatimplus.ID, Rabu 24 April 2019.

Andika mengantar mereka ke tempat kencan menggunakan mobil milik orang tuanya. Kala itu dia belum memiliki kendaraan sendiri seperti sekarang. Sementara kontak para pekerja seks didapat dari teman-temannya yang telah lebih dulu menjadi anjelo.

Menurut dia, panggilan dari para pekerja seks biasanya di atas jam 23.00 WIB. Karena itu pada jam-jam tersebut, dia selalu standby dengan menyalakan telepon seluler dan kendaraan. “Jadi setiap saat ada panggilan segera bergerak,” lanjutnya.

Begitu ada panggilan untuk mengantar, Andika segera meluncur ke lokasi pekerja seks. Tak selalu di rumah kost, mereka juga kerap berada di cafe atau tempat umum saat menerima order dari konsumen.

Karena sudah saling mengenal, pekerja seks langsung masuk ke mobil yang dikemudikan Andika menuju lokasi kencan. “Negosiasi dilakukan ceweknya sendiri dengan tamu. Saya hanya mengantar saja,” katanya.

Lokasi yang menjadi tempat kencan juga tak pernah berada di luar kota. Rata-rata para pekerja seks sudah memiliki referensi tempat kencan, jika tak ditentukan oleh tamunya.

Sebagai anjelo, Andika selalu bersikap profesional. Dia tak pernah menanyakan hal-hal di luar pekerjaannya sebagai pengantar dan penjemput. Seperti menanyakan identitas pelanggan atau harga transaksi yang disepakati. Namun Andika mengaku tahu berapa harga yang diminta pekerja seks. “Masing-masing punya tarif sendiri, yang jelas jauh lebih mahal dari harga prostitusi di lokalisasi,” katanya.

Untuk cewek yang istimewa harganya bisa mencapai di atas Rp 2 juta sekali kencan. Namun harga tersebut selalu bisa ditawar untuk mencapai kesepakatan.

Usai mengantar pekerja seks ke tempat kencan, Andika segera meninggalkan lokasi. Namun dia selalu siaga. Karena tugas berikutnya adalah menjemput kembali penumpangnya untuk diantar ke tempat asal.

Lantas berapa pendapatan Andika dengan profesi tersebut?

Pria lajang ini mengaku bisa mengantongi uang sedikitnya Rp 500 ribu per minggu. Cukup lumayan untuk jarak tempuh pendek yang tak banyak menguras bahan bakar kendaraan.

Menariknya, para pekerja seks memiliki skema pembayaran berbeda dengan anjelo. Ada yang memberi uang tunai sebesar Rp 200 ribu untuk menjemput dan mengantar sekali kencan. Ada pula yang memakai skema lima banding satu.

Skema lima banding satu adalah lima kali antar, sekali “main” gratis. Artinya anjelo bisa mendapat layanan seks gratis sekali untuk lima kali mengantar. Konsekuensinya, dia tak mendapat bayaran dari pekerja seks.

Andika mengaku tak pernah menggunakan skema imbal jasa seks. Dia lebih menyukai pembayaran tunai untuk bersenang-senang. Namun sejumlah anjelo lain ada yang memilih imbal jasa seks.

Di luar itu, Andika masih bisa berpeluang mendapat tambahan pendapatan. Yakni ketika dia bisa mendapatkan tamu untuk pekerja seks yang menjadi mitra kerjanya. “Kalau itu komisi, di luar biaya antar jemput,” katanya.

Namun kini kisah anjelo sudah usai. Keberadaan mereka digantikan oleh transportasi online yang memiliki privasi sama. Dengan harga lebih murah, anjelo tak bisa bersaing dengan mereka hingga pada akhirnya memilih meninggalkan profesi itu. “Sekarang semua pakai transportasi online. Lebih murah mungkin,” kata Andika. (Hari Tri Wasono)

Print Friendly, PDF & Email

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.