READING

Mengenal Incest dan Dampaknya Terhadap Kesehatan M...

Mengenal Incest dan Dampaknya Terhadap Kesehatan Mental dan Sosial

Incest beberapa hari terakhir menjadi topik perbincangan warga net. Hal ini dipicu oleh beredarnya video mesum yang dilakukan dua youtuber kembar asal Indonesia yang saat ini tinggal di Australia. Meski berusaha memberikan klarifikasi, dua gadis berambut pirang ini tetap mendapat banyak kecaman. Video mereka yang terlanjur bocor dianggap melanggar norma dan memberikan dampak buruk bagi fans mereka, mengingat keduanya cukup moncer di dua platform yakni instagram dan youtube.

Merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), incest atau inses adalah hubungan seksual atau perkawinan antara dua orang yang bersaudara dekat yang dianggap melanggar adat, hukum, atau agama. Inses sendiri berasal dari bahasa latin yakni incestus yang berarti tidak murni. Arti ini dimaknai sebagai hubungan seksual antara dua orang yang memiliki ikatan pertalian darah. Seperti ibu dengan anak laki-lakinya, atau ayah dengan anak perempuannya, atau antar saudara kandung maupun saudara tiri.

Di beberapa tempat, hubungan pernikahan dengan sepupu dimasukkan dalam kategori inses. Namun di beberapa tempat lainnya pernikahan dengan sepupu masih bisa diterima dan ditoleransi. Meski hampir di seluruh belahan dunia menganggap inses terlarang, perilaku ini nyatanya masih dianggap wajar oleh suku Polahi di pedalaman Gorontalo.

Dari beberapa kasus yang pernah mencuat, kasus inses biasanya dilakukan secara sukarela dan atas dasar suka sama suka. Namun tidak jarang, perilaku inses juga dilakukan secara terpaksa karena ketidakberdayaan dari salah satu pihak. Contoh yang paling menggemparkan adalah temuan kasus pada tahun 2019 lalu dimana seorang anak perempuan yang mengalami disabilitas menjadi pelampiasan nafsu ayah, kakak dan adik kandungnya sendiri setelah sang ibu wafat.

Pelarangan perilaku inses ini bukan tanpa alasan. Berdasarkan ilmu sains, hubungan seksual sedarah ini bisa memberikan dampak negatif bagi anak keturunannya. Bertemunya gen yang sama ini meningkatkan jumlah homozigositas dan bisa meningkatkan potensi kelainan genetik pada anak. Makanya sebagian besar anak hasil hubungan inses mengalami cacat fisik, dan mental, serta mudah terserang penyakit.

Pada saudara tiri, ayah atau ibu tiri, kelainan secara biologis ini bisa jadi tidak terjadi. Namun hubungan inses dengan hubungan tiri tetap tidak dibenarkan karena bisa merusak hubungan dan tatanan silsilah dalam keluarga itu sendiri.

Faktor Penyebab

Ada banyak faktor penyebab mengapa seseorang mau melakukan hubungan inses. Salah satunya faktor kesejahteraan. Biasanya hubungan sedarah ini dimulai dari rangsangan seksual secara fisik, baik melalui sentuhan maupun melihat bagian tubuh lawan jenis secara tidak sengaja.

Potensi rangsangan secara fisik ini cukup besar karena masing-masing anggota keluarga tidak memiliki ruang pribadi yang cukup. Jika sang ayah tidak sengaja bersentuhan dengan anak gadisnya, atau kakak laki-laki terhadap adiknya yang sudah tumbuh dewasa, hal tersebut bisa menjadi pemicunya.

Selain faktor fisik, godaan untuk menyukai anggota keluarga secara seksual ini karena keterbatasan pengetahuan dan pendidikan. Akibatnya meski yang bersangkutan merasa perilaku tersebut tidak benar, mereka tetap membiarkan dan memelihara pikiran liar tersebut tanpa ada upaya yang tegas untuk menepis dan mengakhirinya.

Cara Menghindarinya

Untuk menghindari hal tersebut, sebaiknya pisahkan kamar antar anak laki-laki dan perempuan ketika mereka beranjak remaja. Berikan tempat khusus agar mereka bebas bergerak dan terjaga privasinya. Jangan lupa untuk memberikan pemahaman dari segi pendidikan dan ilmu agama tentang buruknya perilaku inses bagi tubuh, psikologi, dan kehidupan sosial.

Jangan kekang pergaulan anak sehingga mereka memiliki kehidupan sosial yang sehat di masyarakat. Dengan demikian, pikiran mereka tidak hanya berfokus pada anggota keluarga saja.

Penulis : Dina Rosyidha

Print Friendly, PDF & Email

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.